Aki-Aki Piknik Ke Bali, Yang Unik Yang Menarik

Sebetulnya aku sudah dua kali menginjakkan kaki di Pulau Seribu Puri ini, pertama sendirian tahun 1982 naik bus dari Surabaya ke Denpasar, tak masalah menyusuri jalan darat karena usia masih muda umur 36 tahun. Keduanya tahun 1987 datang lagi ke Pulau Dewata berlima bersama keluarga saat itu anak-anak masih kecil. Dan ketiga kalinya mudah-mudahan jangan yang terakhir, kemarin tanggal 19 sampai 23 Januari 2013 saat Jakarta hampir tenggelam oleh banjir.

Brosur Wisata, sejak dari Airport

Brosur Wisata, sejak dari Airport

Inilah wisata keluarga, meskipun tidak keluarga besar anak cucuku, kami berenam terlaksana mengunjungi Pulau Bali. Perjalanan kami dari mulai Cengkareng – Ngurah Rai – Kuta – Nusa Dua – Belanja oleh-oleh di Sukawati – Jimbaran – Pura Luhur Tanah Lot – Garuda Wisnu Kencana – Belanja oleh-oleh di “Krisna” – sampai kembali ke Bandara Soekarno Hatta Cengkareng Jakarta.

Bali dari kacamata seorang kakek selalu menarik, apalagi selama 12 tahun terakhir aku kurung batok seperti katak dalam tempurung tinggal di Bandung. Memang iya meskipun Bandung punya daya tarik sendiri atas wisata belanja, kuliner, dan wisata bangunan peninggalan budaya khususnya peninggalan zaman kolonial Belanda, tapi Bandung tetap beda dengan Badung dan umumnya Pulau Bali itu.

Entah apa sebab atau asal muasalnya, beberapa kata dalam bahasa Sunda sama artinya dengan kata dalam bahasa Bali diantaranya:  jelema berarti manusia,  polo berarti otak, panganggo – pakaian, uyah – garam, baraya – keluarga, kuren – kawin, lami – lama, pisan – amat, linyok – ingkar janji atau bohong,  kiwa – kiri, kirang – kurang, jalma – manusia, pireng – dengar, alit – kecil, panggih – jumpa, sareng – turut. dan beberapa lagi, didapat dari buku “Istilah Indonesia – Bali” oleh I Nengah Tinggen. Bisa jadi atau mungkin saja kata-kata tersebut sama berasal dari bahasa Jawa dimana sejarah leluhurnya suku bangsa Bali berasal dari P. Jawa.

Sebagaimana penutur bahasa Sunda di tanah Sunda Parahyangan demikian juga percakapan dalam bahasa Bali di tanah Para Dewata sangat kental dipergunakan ditengah penduduknya. Para sasterawan Bali giat menulis dalam bahasa Bali. Itulah sebabnya Hadiah Sastra Rancage (arti Rancage adalah cakap atau pandai) adalah penghargaan yang diberikan kepada orang-orang yang dianggap telah berjasa bagi pengembangan bahasa dan sastra daerah. Penghargaan ini diberikan oleh Yayasan Kebudayaan Rancage, yang didirikan oleh budayawan Ajip Rosidi, Erry Riyana Harjapamekas, Edi S, dan beberapa tokoh lainnya. Dimana mulai tahun 1998 hadiah Rancage juga diberikan kepada sastra Bali.

Misal Hadiah Rancage untuk dua tahun terakhir, tahun 2011 Sastra Sunda Karya: Us Tiarsa untuk kumpulan cerpen Halis Pasir. Sastra Jawa Karya: Herwanto untuk kumpulan cerpen Pulo Asu. Sastra Bali karya IDK Raka Kusuma untuk kumpulan sajak Sang Lelana. Tahun 2012 sastra Sunda karya Acep Zamzam Noor untuk kumpulan sajak Paguneman, Sastra Jawa karya Yusuf Susilo Hartono untuk kumpulan sajak Ombak Wengi. Sastra Bali karya Komang Adnyana untuk kumpulan cerpen Metek Bintang (dari Wikipedia)

Berjenis bunga untuk sesajen

Berjenis bunga untuk sesajen

Sejak mula turun di Bandara Ngurah Rai, sudah tercium bau harum dupa, semilir angin wangi bunga yang ditaroh di beberapa sudut dalam wadah berupa sesajen. Orang bali berbicara bahasa Bali yang dengan logatnya yang kental. Juga sudah mulai kelihatan para pendatang berpakaian sebagaimana layaknya para turis pakaian praktis manis dan sekaligus minimalis.

Karena Pulau Dewata ini juga sudah terbiasa menerima para turis baik asing maupun domestik mereka sudah berpengalaman menanganinya, cepat, ramah, dan memuaskan. Para pekerja sektor pariwisata di Bali ini sepertinya sudah terbiasa berbicara tiga bahasa yaitu bahasa Bali, Indonesia, dan Inggris.

Demikian juga para pekerja itu tidak piduit atau mata duitan, membayar sesuai apa yang disepakati sebelumnya. Mungkin hanya pengalaman aku beberapa kali di tempat parkir pemberian uang ditolak. Demikian juga baik dalam belanja maupun misalnya salah satu contoh dalam penyewaan mobil merasa tidak ada unsur penipuan, nampaknya orang Bali mengutamakan kejujuran.

Tempat persembahan sesajian di depan galery Seni Sukawati

Tempat persembahan sesajian di depan galery Seni Sukawati

Penduduknya juga kelihatan begitu sholeh dalam ibadah ritual, ketika aku menunggu kaum ibu belanja di Sukawati, tak hentinya orang yang beribadat membawa sesajen di Pura kecil di depan Pasar Seni Sukawati tersebut. Kelihatan kesemuanya dilakukan oleh perempuan, mungkin laki-laki dalam ibadah lain.

Satu lagi, meskipun banyak yang berpakaian minim tapi tidak berbau mesum atau asusila, dan aku juga tidak menemukan preman atau semacam jawara, sekali lagi itu dari kacamata aku. Dan ada lagi Pulau Bali ini, karena aku terkonsentrasi di P. Bali bagian selatan terus sebelah barat, timur, maupun selatan nampak pantai yang indah bersih dan asri yang bisa melihat sunset dan sunrise yang dipenuhi para turis asing yang berjemur, terpaksa sebagai seorang Aki harus meungpeun carang alias pura-pura menutup mata.

Kebanyakan orang Bali adalah seniman, memang asal muasalnya dahulu menurut cerita adalah para raja dan tentu beserta para bangsawan dari P. Jawa yang eksodus, bedol desa,  membawa para seniman, budayawan, cerdik pandai, sehingga keturunannya terlihat sampai sekarang. Pulau yang indah terus dikelola oleh tangan terampil yang mempunyai selera dan cita rasa seni yang tinggi. Tak heran di setiap sudut terlihat patung yang mengagumkan, dan di setiap tempat ada pertunjukan berbagai macam tarian

Hampir di setiap rumah punya pura, kelihatan dari tingkat 3 hotel Bakungsari. Mungkin seperti mushola di rumah muslim

Hampir di setiap rumah punya pura, kelihatan dari tingkat 3 hotel Bakungsari. Mungkin seperti mushola di rumah muslim

Memang iya agak mengalami kendala ketika aku sebagai muslim jika saatnya waktu sholat tiba, jarang sekali ditemukan mushala atau masjid, masuk akal di Bandung juga mungkin tidak akan ditemukan Pura. Tapi kan bagi yang bepergian jauh bisa diatasi dengan keringanan yaitu dengan sholat dijama. Satu lagi makanan agak susah, tapi kalau dicari kerap ketemu makanan Jawa, Madura, bahkan makanan Sunda yang halal.

Masjid Al Fattah di jl Danau Bratan kawasan Nusa Dua Bali

Masjid Al Fattah di jl Danau Bratan kawasan Nusa Dua Bali

Dan akhirnya aku menemukan masjid tak jauh dari rumah sewa. Lihat ornamen atap dan gapuranya. Betul-betul ciri sabumi cara sadesa, dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung.

Ajaran Sejak Purba: Dilarang mencuri!

Ajaran moral atau ahlak yaitu ajaran baik buruk yg diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban, dsb. Salah satu ajaran yang baik satu kalimat saja adalah Dilarang mencuri!  itu telah kita terima sejak kecil.

Mencuri dalam kamus KBBI, men·cu·ri v mengambil milik orang lain tanpa izin atau dng tidak sah, biasanya dng sembunyi-sembunyi. Selanjutnya sejenis itu adalah korupsi, korupsi adalah penyelewengan atau penyalahgunaan uang negara (perusahaan dsb) untuk keuntungan pribadi atau orang lain. Jangan korupsi, jangan korupsi, dan jangan korupsi.

Yang terus mengiang di telinga sejak masih kecil adalah bahwa mencuri itu mutlak dilarang, itu merugikan orang lain, hukumnya adalah seharusnya dipotong tangan, kelak di akhirat akan dimasukkan ke neraka. Makanya ajaran orang Sunda sejak kecil adalah namanya perbuatan buruk  “mipit teu amit, ngala teu menta”, artinya ngambil tidak berizin, membawa tidak meminta – jadi izin pemilik atau yang punya hak adalah sangat penting.

Itu barang yang sangat-sangat jelas, nyata, dan gamblang, tetapi kemudian teknologi semakin berkembang, tiba-tiba kita terlempar kepada suatu masa kecanggihan teknologi, terus saja kepada pokok masalah yang ingin aku jelaskan yakni “hak Cipta” – yang – zaman baheula mah teu hir teu walahir terpikirkan.

Sederhananya ini, sebagai pengguna computer dan umumnya internet, terus lebih khusus lagi sebagai bloger (mungkin dalam rangka belajar menulis dan belajar menuangkan ide-ide), harus mulai belajar juga tentang hak cipta – yang – sederhananya, atau kurang-kurangnya kita memperhatikan mengenai hak cipta, kalau tidak belajar tentang hakcipta kita bisa melanggar ajaran moral yang paling purba yakni Dilarang mencuri!

Lalu gunakanlah adab-adab yang baik mengenai copy paste, pendapat dan ide orang lain adalah milik yang berhak, tidak boleh asal comot, tentu dengan izin atau minimal saheulaanan (sementara) menuliskan sumbernya.

Yu kita mulai sebelum kebablasan mencuri hak cipta orang lain, belajar sedikit demi sedikit, menuliskan sumber, meminta izin, terus jangan sembarangan upload dan download dari dan ke youtube, terus jangan seenaknya copy paste sekali lagi. Ajaran ini buat umum yang palin khusus adalah buat aku sendiri. Aku sejak sekarang akan bismilah untuk Tidak mencuri.

Yu kita mulai belajar Undang-Undang No. 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta pdf-nya dari Kementerian Hukum dan HAM.

Kandang Hewan Qurban di Tengah Kota

Hari Minggu depan tanggal 6 November 2011 jika Allah menghendaki maka akan sampai kepada hari raya Iedul Adha atau hari Raya Qurban. Seperti dalam Al Quranul Karim surat : Ash-Shaaffat Ayat : 107 yang berbunyi : Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.

Sesudah nyata kesabaran dan keta’atan Ibrahim dan Ismail a.s. maka Allah melarang menyembelih Ismail dan untuk meneruskan korban, Allah menggantinya dengan seekor sembelihan (kambing). Peristiwa ini menjadi dasar disyariatkannya Qurban yang dilakukan pada hari Raya Haji.

Tidak aneh banyak kaum muslimin yang mampu untuk melaksanakan qurban mengikuti syariat ibadah ritual dan sekaligus melakukan ibadah sosial dengan membagikan daging qurban kepada merekayang membutuhkannya, pemerataan protein hewani kepada kaum dhuafa.

Beberapa tahun belakangan ini setiap menjelang hari raya Qurban dibeberapa titik di Kota  Bandung banyak bermunculan “showroom” dadakan hewan qurban, biar para muqorib bisa memilih hewan qurbannya yang baik khususnya yang sesuai dengan syariat. Mereka yang memilih khewan qurban bak memilih mobil yang akan dibeli lebih santai, lebih leluasa, dan lebih bersih sekalian mengajak keluarga.

Kandang hewan di tengah kota 1

Kandang hewan qurban di tengah kota 2

Kandang hewan qurban di tengah kota 3

Dengan adanya showroom dadakan yang lebih sehat diharapkan menunjukkan adanya kemajuan dalam memperlakukan hewan khususnya hewan qurban. Tempatnya lebih besar, persediaan makanannya terpenuhi, tidak begitu saja digelar dilapangan seadanya dimana hewan diperlakukan sebagai barang jualan semata, makanan, kesehatan tidak terurus bahkan menderita karena hujan dan kepanasan.

Saya kira kita harus mulai untuk memperlakukan mahluk Allah SWT yang lain yakni binatang lebih “hewani”. Mungkin ke depan akan lebih maju bagaimana penyembelihan yang lebih baik dan tidak lebih menyakiti hewan qurban sendiri. Bahkan juga umumnya cara penyembelihan hewan yang lebih baik di pejagalan atau di rumah pemotongan hewan. Semoga

ALLAH WON’T ASK…

1. Allah won’t ask what kind of car you drove, but will ask how many people you drove who didn’t have transportation.

2. Allah won’t ask what your highest salary was, but will ask if you compromised your character or morals to obtain that salary

3. Allah won’t ask the square footage of your house, but will ask how many people you welcomed into your home.

4. Allah won’t ask about the fancy clothes you had in your closet.. but will ask how many of those clothes helped the needy.

5. Allah won’t ask about your social status, but will ask what kind of class you displayed.

6. Allah won’t ask how many material possessions you had, but will ask if they dictated your life.

7. Allah won’t ask how much overtime you worked, but will ask if you worked overtime for your family and loved ones.

8. Allah won’t ask how many promotions you received, but will ask how you promoted others.

9. Allah won’t ask what your job title was, but will ask if you performed your job to the best of your ability.

10. Allah won’t ask what you did to help yourself, but will ask what you did to help others.

11. Allah won’t ask how many friends you had, but will ask how many people to whom you were a true friend.

12. Allah won’t ask what you did to protect your rights, but will ask what you did to protect the rights of others.

13. Allah won’t ask in what neighborhood you lived, but will ask how you treated your neighbors.

14. Allah won’t ask about the color of your skin, but will ask about the content of your character.

15. Allah won’t ask how many times your deeds matched your words, but will ask how many times they didn’t.

Dari: Kang Maman *)

Keterangan:

*)Kang Maman adalah seorang pilot, dahulu mengemudikan pesawat Garuda, akan tetapi kemudian pindah menjadi pilot di perusahaan penerbangan asing di salah satu Negara di Afrika. Beliau sering bertugas membawa jamaah baik umrah maupun haji ke tanah suci Makah pp. Bila ada acara silaturahmi di lingkungan keluarga, Kang Maman selalu membawa cerita atau membawa fotocopy-an untuk dibaca oleh hadirin. Inilah salah satunya. Barangkali tulisan di atas bukan buatan beliau akan tetapi patut untuk direnungkan. Beliau, Kang Maman kini telah tiada, meninggal dua tahun yang lalu karena sakit ketika baru saja selesai membawa pulang jamaah haji. Allahumagfirlahu!

“Munggah”, Sahur Puasa Hari Pertama

Dahulu selagi kecil di kampung pada tahun 50-an, kalau memasuki bulan Puasa atau bulan Ramadhan sangat-sangat senang. Dari serangkaian acara menyambut bulan Ramadhan sejak sehari sebelum puasa dimulai, suasana kampung sudah mulai hangat dan ramai.

Suara bedug atau dulag bertalu-talu, ada yang ngabedahkeun (mengeringkan kolam untuk diambil ikannya), ada yang menyembelih ayam biarpun ayam jago kesayangan, ada juga yang mencari kayu bakar untuk besok masak sahur, mengirim makanan rantangan ke sana ke mari, pokoknya lalu-lintas rantang dan makanan sungguh padat. Dan seolah seperti kesempatan makan siang terakhir segala dimasukan kedalam perut.

Saudara yang sekolah di kota, juga saudara yang sudah berumah tangga dan tinggal dekat di kampung memaksakan datang untuk merasakan “munggah” yakni sahur hari pertama puasa bersama orang tua dan saudara lainnya. Sahur pertama teman nasinya istimewa, karena semuanya akan dibangunkan mulai anak kecil sampai tentu yang sudah sewasa. Anak-anak meskipun masih belajar puasa juga dibangunkan, biarpun puasanya hanya sampai beduk zuhur, biasanya yang belajar puasa sejak pagi menanyakan jam terus. Padahal hari-hari biasa susahnya kalau disuruh makan.

Saat “munggah”,  juga bukan hanya saudara yang rumahnya dekat, akan tetapi juga yang di kota memaksakan datang untuk mengejar “munggah” dan kemarinnya habis nyekar ke makam kerabat  yang telah meninggal. Jadi sesungguhnya bagi yang haat, memerlukan datang, akan banyak alasan untuk sering bertemu memperpanjang tali silaturahmi dengan saudara dekat.

Sorenya menjelang buka puasa baik di kampung maupun di kota sama saja bagi yang mampu dan ada uang untuk membelinya, mempersiapkan makanan untuk buka. Bagi anak-anak mempersiapkan makanan untuk buka mulai dari permen, es lilin, kacang, dan jajanan lain berbaris menunggu dilahap saat mulai kedengaran  bedug buka puasa dibunyikan.

Entah di kampung atau di kota tak lupa akan tradisi, dan biasanya selalu bertumpu pada persiapan makanan, betul juga barangkali dunia ini akan sepi jika tidak ada makanan, dan barangkali juga sepi dari kehidupan.

Alhamdulillah puasa pertama telah tamat selesai, tinggal 29 hari lagi, yang dimakan, sekali lagi urusan makanan mulai dari kurma, es sari buah, air teh panas manis, gorengan, kolak pisang, itu makanan tajil merupakan makanan pemanasan, diselang sholat maghrib dulu. Dan setelah itu pokoknya ingat-ingat jangan lupa sholat tarwih karena kekenyangan dan mengantuk.

Rendah Hati Dalam Berpuasa

Sodara, maafkan saya jika membicarakan soal puasa, sama sekali tidak bermaksud mengumumkan bahwa saya atau seyogianya umat Islam akan atau sedang menjalankan ibadah puasa, dan menuntut untuk diistimewakan.

Tidak terasa hari berganti tiba-tiba sudah datang ke bulan Puasa, bulan dimana bagi mereka yang menjalankannya melakukan salah satu ibadahnya yakni menahan diri dari perbuatan tertentu (artinya yang membatalkan puasa) dari mulai terbit fajar sampai terbenam matahari dan itu sebulan penuh.

Sodara, sederhananya sebagaimana kereta api harus berhenti di setiap stasion, maka kita pun sesekali berhenti dari rutinitas mendahulukan nafsu “serakah” mendahulukan perut atau makan, makan, dan makan. Mari kita ngarandeg, istirahat sejenak dalam mengarungi kehidupan ini yang kadang melelahkan mengejar sesuatu yang konsumtif khususnya makanan.

Sodara, bismilah sebulan ini kita tidak hanya merenung akan tetapi merasakan berpuasa, kita melakukan hal berbeda dengan rutinitas kita sehari-hari. Yakini bahwa tidak semata-mata Tuhan menyuruh berpuasa kalau tidak ada manfaatnya minimum adalah untuk diri kita sendiri yaitu menjadi manusia yang sholeh ritual dan sholeh sosial, bermanfaat bagi khususnya sesama manusia umumnya bagi rahmatan lil alamin.

Sodara, mari kita saling bermaafan menjelang puasa ini biar kita bersih hati dan bersih pikiran memasuki Ramadhan ini agar Tuhan ridha atas pekerjaan kita selama hidup di dunia ini.

Mari juga kita memohon maaf kepada seisi dunia ini jika kita dalam menjalankan ibadah puasa ini telah berbuat semena-mena, telah membuat riuh ramai, telah membuat jalanan macet, telah membuat toko, mal, pasar, menjadi berjejal penuh sesak sehingga menyulitkan yang lain, dan maafkan jika karena puasa menyebabkan harga barang konsumsi menjadi naik karenanya.

Dan Sodara maafkan saya jika tidak berkenan.

Aku berniat puasa bulan ini karena semata diwajibkan oleh Allah SWT, amien.

Keramas Menjelang Puasa Ramadhan

Ketika saya masih kecil usia sekolah SR (SD) di kampung sana pada tahun 50-an, kedatangan bulan Ramadhan atau bulan Puasa sangat dinanti-nanti. Mengapa dinanti-nanti? karena pertama sebulan penuh bahkan lebih sekolah libur, jadi tidak ada belajar, tidak ada menghapal untuk ulangan. Keduanya pada malam hari bebas keluar rumah, sebetulnya untuk sholat taraweh dan he he he malah banyak mainnya. Ketiganya kakak dan saudara yang sekolah di kota bakalan pulang,  senang bisa main bersama. Keempatnya karena berpuasa maka orang tua membebaskan dari beberapa tugas. Belum lagi lebarannya nanti kalau orang tua punya uang biasanya dibelikan baju baru. Pokoknya mulai dari setelah sahur sampai buka puasa pada waktu maghrib, bahkan malamnya kerjaannya main terus.

Ada lagi tambahan kesenangannya yaitu sekolah agama sore hari juga diliburkan, karena katanya diganti dengan sholat tarawih berjamaah setiap malam. Meskipun sholat tarawih sampai 23 rakaat tapi tetap dijalani melawan rasa malas.

Menjelang esok hari puasa pertama di bulan Ramadhan adalah hari yang sangat ramai dan sibuk di kampung itu. Kakak yang kos dan sekolah di kota Kabupaten sudah pada berkumpul di rumah sejak kemarin. Jadi khususnya kakak selalu datang berkumpul dengan anak-anak untuk mendongeng, ceritanya keadaan di kota dan tentu yang jangan kelewat adalah cerita wayang Mahabrata, yang kadang ceritanya tidak tamat-tamat dan dilanjutkan esok harinya.

Hari ini sehari menjelang puasa, di masjid sejak pagi sudah diperbolehkan memukul beduk dengan pukulan dulug dug dag, dulug dug dag, baertalu-talu berbalasan dengan suara dulag (suara beduk dipukul) di kampung tetangga, di kampung cara memukul beduk yang ritmenya demikian disebutnya ngadulag. Tentu saja tidak hanya orang dewasa yang ngadulag akan tetapi anak-anak pun dipersilakan memukul beduk sepuasnya kalau beduknya ketinggian, ya pakai kursi pendek alias dingklik.

Disamping ngadulag juga oleh orang tua hari itu disuruh mandi membersihkan badan, menggosok daki yang menempel di tubuh dengan batu kali. Jangan lupa  menyikat gigi dengan serabut cangkang kelapa atau dengan pucuk ilalang yang digosok-gosok dulu dengan kedua telapak tangan biar menjadi serabut yang halus yang berfungsi sebagai sikat gigi untuk membersihkan gigi, odolnya tak perlu lagian mana terbeli odol.

Juga ini, harus keramas mencuci rambut dan seluruh kepala dengan samponya dari arang merang bahan sapu dari tangkai padi kemudian dibakar dan dipersiapkan sejak kemarin. Tua, muda, laki, perempuan, semuanya harus mandi bersih dan harus keramas mencuci rambut.

Bukan hanya badan yang dibersihkan mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki, juga perabotan makan, perabotan dapur, lantai rumah, seprai, selimut, sarung, apalagi pakaian, sampai hordeng juga ikut dicuci jauh-jauh hari. Maksudnya katanya biar memasuki bulan Ramadhan dalam keadaan bersih rohani dan bersih jasmani.

Disamping segala macam acara tetap jangan dilewatkan pergi ke pemakaman, membersihkan pusara makam orang tua atau saudara dekat yang telah mendahului kita. Serta berdoa agar mereka yang sudah di alam sana mendapat pengampunan dari Allah SWT.

Jangan lupa pula ada acara kirim mengirim penganan lengkap nasi dan lauk pauknya dikirim kepada tetangga atau kepada orang tua. Kadang lalu lintas makanan pengirim saling balas membalas, makanan ada dimana-man. Masakan ini juga dipersiapkan untuk makan sahur pertama di bulan Ramadhan biar tidak malas makan, maklum subuh-subuh jsm 03:00 harus sudah makan.

Zaman sekarang di kota-kota misalnya di Kota Bandung ada tradisi botraman yakni makan-makan bersama keluarga di restoran atau di tempat-tempat rekreasi. Disamping itu ada kebiasaan bersalaman saling memaafkan dari segala kesalahan karena mau memasuki bulan Ramadhan. Juga tradisia mengirim puisi atau mengirimkan hadist-hadist tentang keutamaan puasa lewat SMS, terus SMS-nya diforward kepada kawan, handai taulan, dikirim secara berantai, habis kalau mengarang dulu puisi atau sajak kan susah.