Pertunjukkan Hiburan

Asal mulanya begini, kakak ipar saya meminta saya untuk melakukan tembang Sunda pada saat acara nyawer di pernikahan cucunya, sejak itu saya oleh saudara dari istri saya dianggap bias nembang Sunda. Belakangan saya diminta menyanyikan lagu-lagu pupuh dalam suatu acara ulang tahun kakak ipar saya tersebut, dan tentu saja secara “apa adanya” saya menyanyikannya. Continue reading

Kakek dan Nenek Jujurlah Terhadap Cucu!

Semua kakek dan nenek sayang terhadap cucunya, itu tidak bias dipungkiri. Malahan saya menyebutnya sebagai naluriah, insting, cenderungnya, dan lumrahnya. Jadi jika ada nenek dan kakek tidak merasa sayang atau kasih kepada cucunya adalah patut untuk dipertanyakan status kenenekkan dan kekakekannya. Di mana-mana kalau seorang nenek atu kakek berjalan atau jalan-jalan dengan seseorang yang tidak pantas sebagai anaknya kebanyakan pasti dengan cucunya. Continue reading

Kasih Sayang orang Tua

Kasih sayang dimaksud adalah, kasih sayang orang tua kepada anak dan cucunya. Karena kasih sayang terhadap anak sudah terlalu lumrah bahwa orang tua pasti sayang kepada anak-anaknya. Maka saya akan membicarakan kasih sayang orang tua atau kakek nenek kepada cucu-cucunya saja. Juga seharusnya termasuk membicarakan kasih sayang kepada cicitnya karena itulah sebabnya saya menyebutkan keturunan. Tapi juga saat ini saya tidak akan membicarakan kasih sayang terhadap cicit, karena jangkauannya terlalu luas. Continue reading

Hubungan Kakek dan Cucu

Selesai membesarkan anak, menyekolahkan, bahkan menikahkannya telah saya lakukan. Memang iya anak saya satu lagi belum menikah tapi sudah selesai dan tamat di sekolahkan selesai S1. Menunjukkan kewajiban mengurus anak sudah selesai, selanjutnya masing-masing anak mengurus sendiri-sendiri akan kehidupannya, termasuk biaya hidupnya ditanggung masing-masing. Continue reading

Hubungan Kekeluargaan

Ini juga masalah berat atau sulit untuk diceritakan dan ditulis. Kalau mau diinventaris atau dibuatkan daftar bahwa akan banyak hal-hal yang sulit untuk diterangkan, dinyatakan, diperjelas, bahkan diceritakan dan apalagi ditulis. Saya kadang-kadang suka berpikir mengapa ada hal yang sukar untuk diperkatakan apakah mungkin karena msalah tersebut tidak kita dalami? Atau barangkali kita tidak mendapatkan pendidikan formal yang menyangkut masalah yang sukar diterangkan atau sukar ditulis tersebut. Mungkin bidang-bidang yang saya maksud adalah bidang psikologi, bidang ilmu sosial, sejarah, antropologi, budaya, seni, dan masih banyak lagi ilmu atau bidang yang tidak pernah kita pelajari secara husus. Continue reading

Foto Peninggalan Orang Tua

Saya ingin mencoba menulis apa yang berada di benak saya, dimana rasanya sulit untuk diucapkan sekali pun. Mencoba diceritakan ke istri saya juga nampaknya saya tidak mampu mencurahkan apa yang ada dalam pikiran saya. Akibatnya mungkin istri saya tidak menangkap esensinya, kemudian tidak ditanggapi dengan mencukupi. Begitulah cara saya berpikir sesuatu, terlalu detil dan tidak penting, terlalu dicari-cari. Mungkin orang lain akan berpendapat, “yang begitu saja dipikirkan”. Continue reading

Kekecewaan dan Kekesalan Selalu Datang

Kekecewaan dan kekesalan selalu datang menimpa diri, mungkin kesalahannya terletak pada diri sendiri. Saya yang sudah tua bangka ini ternyata tidak bisa mengendalikan diri. Dan membiarkan kekecewaan dan kekesalan selalu datang. Hal tersebut terjadi penyebabnya adalah dari sejak kemarin hari Rabu tanggal 22 Desember 2009 di sore hari ketika saya menyambungkan computer dengan internet tidak berhasil alias selalu tidak menyambung. Makanya kekecewaan dan kekesalan datang menimpa diri. Continue reading

Luna Maya Vs Infotainmen

Luna Maya adalah seorang aktris yang terkenal berwajah indo nan cantik, memang dia keturunan bapak Bali dan Ibu seorang Prancis kalau tidak salah. Dia sering kelihatan memandu pegelaran musik yang digemari anak muda di salah satu stasiun TV. Tentu saja sebagai seorang selebriti Luna Maya banyak diincar juru kamera para pekerja Infotainmen. Dan gosip mengenai dirinya pun nampaknya menaikkan rating pemirsa TV dan kalau dimuat di koran konon bisa menaikkan tiras. Wajarlah itu.

Infotainmen adalah pertunjukkan tentang pesohor itu sendiri yang diliput, tentu saja ada wartawannya bahkan belakangan disebut wartawan infotainmen. Tentu saja mereka juga wartawan makanya mereka boleh bergabung dengan organisasi profesi PWI dan AJI. Dan kalau profesinya dihinakan bahkan individu si wartawan infotainmennya, andai kata saja, dilecehkan sangat boleh untuk mengadukannya ke Polisi.

Acara mempertunjukkan aktris di TV telah banyak penggemarnya bahkan banyak ditunggu-tunggu, tentu saja dengan berbagai nama acara sesuai dengan selera pemilik TV, juga dengan berbagai kemasan agar menarik. Bukan itu saja bahkan dilengkapi dengan komentar dan narasi yang “menarik” dibacakan atau diucapkan oleh pembawa acara. Tidak tahu secara persis apakah ada etika profesi dalam hal mewartakan seorang artis. Mungkin dan pasti ada akan tetapi mewartakan aktris saat ini sudah berlebihan bahkan kebablasan. Aib dan lekuk liku tubuh si artis di close up secara berlebihan. Sambil tentunya tidak meminta izin kepada si artis sebagaimana kebablasan pers lainnya.

Si artis yang diwartakan, meskipun dipertunjukkan dengan pengeditan bagaimana tentu terserah saja, bahkan sudah diberitakan pun sudah banyak artis yang bersyukur. Mengapa artis tidak banyak yang protes dengan cara penayangan dirinya, bahkan kadang-kadang dengan komentar miring, bahkan dengan setengah mentertawakan ucapan dan gerak gerik si aktris? Karena aktris sudah beruntung dipopulerkan oleh infotainment. Inilah senjata para juru warta infotainment dalam “memeras” si artis, agar tidak banyak berulah atau jual mahal. Bahkan ada yang tersenggol kamera pun juru kamera hanya cukup meminta maaf.

Padahal artis juga manusia kalau sudah keterlaluan bisa meledak juga, bisa marah juga, minimum bisa cemberut juga. Akan hal Luna Maya untung kemarahannya tidak meledak saat itu. Akan tetapi sempat ditahan dan dilanjutkan di jaring komunikasi sosial twitter.

Padahal sekali lagi, baik pihak aktor/aktris maupun pihak infotainmen sama-sama diuntungkan, bukankah segala berita mengenai seorang artis apalagi artis cantik dan menarik  sungguh mempunyai nilai jual yang besar untuk keuntungan fihak infotainmen. Andai saja bisa saling menghargai dam menghormati, tentu semuanya bisa mengambil keuntungan.

Menulis Dari Lubuk Hati Terdalam

Menulis dimaksud adalah menyatakan sesuatu dalam bentuk utuk diketahui orang lain. Pendapat tentang sesuatu tidak akan diketahui orang lain andaikata tidak dilahirkan dalam bentuk tulisan. Memang iya bias diketahui orang lain andaikata juga kita ceritakan, tapi cerita tidak abadi, dan mudah dilupakan orang. Tidak sebagaimana tulisan yang bias panjang usianya. Saya terpaksa memakai istilah panjang usianya karena di dunia ini tidak ada yang abadi.

Sedangkan pengertian lubuk hati terdalam adalah dalam pikiran sebetulnya. Begini, jika kita melakukan pengamatan sesuatu dengan panca indra selalu ada pertanyaan-pertanyaan yang tidak lazim, bahkan juga berlawanan dengan kaidah atau hokum-hukum yang dianut oleh masyarakat umumnya. Lubuk hati terdalam kadang-kadang tidak bias diucapkan karena sesuatu dan lain hal. Nah, yang susah diucapkan dan kepada siapa mengucapkannya itulah yang akan saya upayakan untuk menulisnya.

Tentu saja dalam menuliskan sesuatu dari dalam lubuk hati terdalam terkadang tidak bias dipungkiri akan menyangkut orang lain. Bahkan bukan hanya kadang-kadang tapi seseringnya menyangkut pihak ke dua atau ke tiga, sekali lagi menyangkut orang lain selain diri sendiri. Iya memang paling sering adalah menyangkut diri sendiri. Cerita tentang diri sendiri. Tapi bagaimana suatu tulisan yang menceritakan tentang isi lubuk hati terdalam mengenai orang lain tanpa orang lain itu tersinggung atau nggak enak jika tulisan tersebut terbaca oleh orang yang jadi pusat tulisan? Nampaknya disinilah kemampuan menulis yang tidak menyinggung perasaan orang lain. Bagaimana mengemasnya agar enak dicerna oleh pembaca.

Mengapa sesuatu yang ada didalam lubuk hati harus ditulis? Karena sekali lagi untuk beberapa alas an. Pertama barangkali untuk agar apa yang terdapat di dalam lubuk hati terdalam bias dicerna dan diketahui orang lain. Kedua juga bias dikaji nantinya oleh siapa saja yang membacanya, kalau tidak ada yang membaca, maksudnya orang lain, ya suatu saat dibaca lagi oleh diri sendiri. Ketiganya berlatih menulis sesuatu yang sukar untuk “ditulis” juga sukar untuk diucapkan. Sekali lagi mengapa jadi serba sukar? Karena sekali lagi jalan pikiran yang mengendap dalam lubuk hati terdalam kadang tidak lazim untuk diucapkan, bahkan apalagi akan sulit untuk ditulis.

Tulisan ini juga semata-mata mulai belajar mengemukakan pendapat yang ada dalam lubuk hati terdalam yang mungkin bagi orang lain tidak ada gunanya, tidak ada manfaatnya, bahkan buat apa yang “begitu” sampai ditulis. Sebetulnya atau sesungguhnya saya ingin beberapa tulisan tidak usah dibaca orang lain, karena apa? Karena belum tentu betul ceritanya kan baru perkiraan sendiri bukannya hasil penyelidikan bahkan penelitian. Jadi pendapat daro dalam lubuk hati belum seluruhnya betul.

Ya itulah kadang saya tidak tahu bagaimana sebuah tulisan agar tidak dibaca orang lain adakah passwordnya ya? Rasanya pernah membaca ada passwordnya.