Demikian Banyak Dosa dan Kesalahan Kita

Sholat lima waktu adalah terminal-terminal tempat kita istirahat sejenak, saat untuk bertafakur, saat bagi introspeksi diri, tentang apa-apa yang telah dilakukan terhadap sesama, terhadap makhluk lain, bahkan terhadap alam ini. Kalau tidak mampu melihat apa yang telah kita lakukan dari waktu sholat ke waktu sholat yang lain, cobalah merenungkan apa yang kita lakukan dari antara waktu sholat shubuh ke sholat maghrib, terus sekali lagi apa yang telah kita perbuat diantara sholat maghrib sampai ke sholat shubuh.

Ternyata kalau mau dirinci ketika memutar kembali film perilaku kita selama sehari atau semalam itu banyak yang menyalahi atau melanggar ajaran agama yang baik dan melanggar norma-norma kebaikan yang ada dalam masyarakat dan budaya kita.

Ada beberapa contoh kesalahan atau dosa yang baik disengaja maupun tidak, atau berpura-pura tidak tahu, telah dilakukan oleh kita umpamanya saja dalam berbicara dengan orang lain agar cerita kita dipercaya, agar dongeng pengalaman kita didengar secara menarik lalu kita tambahi dengan membumbuinya dengan kebohongan. Contoh lain yang jelas kesalahan masal adalah jika mengemudi kendaraan baik roda dua maupun roda empat, kendaraan kita mengeluarkan karbon monoksida yang meracuni orang lain. Itu artinya tanpa sengaja dalam memenuhi kebutuhan hidup kitatelah  mengotori lingkungan, jelasnya polusi udara.

Contoh tadi barangkali agak ringan, tapi coba merenung lagi misalnya menyuap petugas lalu lintas karena kesalahan kita melanggar aturan. Terus tafakur kita mengembara barangkali telah mengajak anggota keluarga lain ke undangan resepsi pernikahan, bukankah itu artinya ikut makan tanpa membayar? Atau misal menyulap kuitansi obat seolah-olah untuk keperluan sendiri padahal untuk keperluan anggota keluarga yang tidak ditanggung oleh asuransi jaminan kesehatan tersebut. Lagi misal telah memalsu tanda identitas kita agar dapat potongan tariff tiket kereta api untuk lansia. Lagi, menghardik pejalan kaki karena menghalangi perjalanan anda yang tergesa-gesa dalam mengemudi kendaraan. Atau bahkan terkadang karena asyiknya bercanda dengan teman tak terasa mengolok-olok syariat-syariat bahkan mempermainkan ayat-ayat Allah. Kalau mau jujur saat bertafakur, demikian banyak dosa dan kesalahan yang kita perbuat dari waktu ke waktu.

Jika hal-hal tersebut sudah merasa biasa saja maka selanjutnya yang harus kita pebuat adalah memohon ampunan kepadaNya atas kesalahan-kesalahan tersebut,  dan kemudian ini yang paling penting, berjanji dihadapanNya untuk tidak akan mengulanginya lagi.

Saya menganggapnya itulah gunanya bertafakur sehabis sholat, berzikir akan tetapi juga berfikir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s