Terlampau PD

Umur saya dengan dia jauh, kemungkinan beda 20 tahun, jadi dia baru sekitar usia 40-an. Dia merencanakan menikahkan putrinya, seperti sudah lajimnya pada setiap acara pernikahan, para ex pegawai PTB termasuk pensiunannya yang berada di Bandung selalu diundang. Semakin dekat ke hari pernikahan saya merasa heran mengapa saya belum juga dikirim undangan, padahal saya cukup “dekat” dengannya.

Dengan gaya saya yang agak “kurang ajar” disaat kesempatan bertemu dengannya bertanya atau menyatakan bahwa saya belum menerima undangan. “Belum, nanti diantar” katanya. Betul, 3 hari menjelang acara pernikahan saya menerima undangan. Saya merasa biasa saja karena undangan begitu sudah sering kali, jadi saya dan istri merencanakan untuk hadir karena saya merasa PD bahwa saya “dekat” dengannya. Continue reading

Advertisements

Mengantri Untuk Diceragem

Sebenarnya, apa sih terapi ceragem itu? Ceragem adalah sebuah terapi pengobatan yang berasal dari Korea Selatan. Alat terapi kesehatan ini diklaim sebagai perpaduan pengobatan alamiah Timur dan Barat.  Dengan menggunakan pancaran sinar infra merah jauh (far infrared rays), alat ceragem akan bekerja pada titik-titik tubuh tertentu.

Sumber: Kompas.com

Antri Untuk Diceragem

Sejak pagi buta, antrian sudah panjang, mereka akan diceragem. Saya belum pernah melihat alatnya apalagi mencobanya. Itu tidak begitu menarik bagi saya (boleh bukan?). Yang menjadi perhatian saya adalah antrian tersebut di Kota Bandung bukan hanya satu tempat, yang saya tahu saja ada di dua tempat yakni pusat pertokoan MTC dan jalan Kiaracondong di bawah jembatan.

Mereka para pengantri kebanyakan ibu-ibu dan sebagian kecil bapak-bapak yang rata-rata sudah berumur. Saya mengira ini semacam sedang promosi alat ceragem jadi masih tidak membayar alias gratis. Mereka mengantri sampai siang tidak menghiraukan panas terik.  Kadang para nenek dan kakek sebangsa saya ini sambil mengantri supaya tidak bosan diisi dengan barnyanyi-nyanyi dan meneriakkan yel-yel semangat untuk sehat. Bahkan ada yang mengantri sambil senam.

Harapan ke depan semoga pemerintah lebih menaruh perhatian terhadap kesehatan manula, sehingga banyak alternatif  berobat sebab tidak semua penyakit sembuh dengan ceragem bukan?

Dari Jembatan Penyebrangan Kota Bandung

Jl Asia Afrika Bandung

Ini di Kota Bandung, naiklah ke jembatan penyebrangan persis di depan Kantor Pos Bandung. Terus anda menghadap ke bagian timur kelihatan jalan yang padaaat dengan kendaraan bermotor, jangan heran di Bandung itu biasa. Itu adalah jalan Asia Afrika di sanaaa agak jauh kelihatan gedung Merdeka, gedung bersejarah tempat diselenggarakannya konferensi Asia Afrika pada tahun 1955. Dan lihat ke bawah jembatan tepat di sudut simpangan jalan Anda bakal melihat bangunan lama. Saya harus mencari dulu di google ini bekas bangunan apa ya? Tapi saya senang ini masih tetap dipertahankan orisinil walaupun sekarang dipergunakan oleh Bank Mandiri.

Bangunan Lama di Sudut Alun-alun Bandung

Kalau anda ingin tahu bagian dalamnya, masuk saja dari pintu sudut itu, pintunya masih asli. Biasanya ada petugas satpam, lalu Anda bilang saja mau ke ATM atau pura-pura akan ke ATM yang kebetulan letaknya ada didalam ruangan itu. Di bagian dalam juga dibiarkan apa adanya. Hanya memang ruangannya disekat- sekat tempat pegawai bank bekerja.

Memelihara Kerukunan Rumah Tangga

Usia saya dan istri semakin lanjut, saya 64 sedang istri 58 tahun. Saya selalu berupaya untuk mencegah terjadinya perselisihan, pertengkaran, perbedaan pendapat yang diakibatkan oleh hal-hal yang sepele. Salah satu upaya saya yaitu, yaitu saya dan istri harus tahu rencana pada hari itu yang akan dilakukan, baik oleh saya maupun istri saya. Keduanya bagaimana menentukan sikap berdua terhadap sesuatu masalah atau hal, nanti akan saya beri contoh.

Cara untuk mengetahui rencana masing-masing adalah dengan  membicarakannya atau bertanya, umumnya saya yang bertanya, apa rencana hari ini, biasanya dilakukan sehabis sholat shubuh berjamaah. Tidak usah setiap hari, terutam yang sudah rutin dan masing-masing merasa nyaman sudah tidak usah dibicarakan lagi. Yang ditanyakan atau dibicarakan adalah rencana  yang belum tahu saja.

Semisal yang paling sederhana saja yaitu disetiap hari Minggu di komplek perumahan tempat saya tinggal ada digelar pasar dadakan. Nah istri saya hampir selalu setiap Minggu belanja berbagai keperluan. Saya selalu bertanya apa rencananya dan bagaimana saya membantunya. Misal nanti istri saya menelepun dari pasar  agar saya mengambilkan belanjaan yang relatif berat. Maka akan saya lakukan itu karena sudah ada kesepakatan sebelumnya. Continue reading

Tenggorokan Menelan Air Mata

Salah satu anggota keluarga sedang mendapatkan cobaan dalam pekerjaannya yaitu sudah hampir setahun tempat bekerjanya berhenti beroperasi karena ditimpa berbagai masalah. Masuk ke kantor memang setiap hari akan tetapi tidak ada yang dikerjakan, selama beberapa bulan, bukan beberapa bahkan sembilan atau sepuluh bulan masih tetap mendapatkan gaji bulanan meskipun sekali lagi tidak bekerja apa-apa.

Tentu saja bagi seorang pegawai hal tersebut bukannya menyenangkan, bahkan dibeberapa hal menjadikan kondisi ini membawa tekanan atau stress. Perkembangan terakhir berikutnya adalah sudah 2 bulan tidak lagi mendapatkan gaji bulanannya. Tentu ini menambah kesedihan dan stress karena kebutuhan hidup jadi tidak terpenuhi. Saat ini sebagian dikirim dari orang tua dengan jumlah terbatas karena memang saya sendiri sudah pensiun dengan pendapatan yang sangat kecil.

Kebetulan dia rajin melamar ke sana ke mari sehingga kalau dihitung sudah ada barangkali 9 atau sepuluh kali tes masuk tes pekerjaan sampai PNS pun juga banyak yang diikuti testingnya. Ternyata sampai saat ini belum ada yang nyangkut, beberapa perusahaan sebetulnya ada yang sampai tahap wawancara akan tetapi nampaknya dewi fortuna belum memihak.

Baru-baru ini malahan dia ditimpa sakit flu berat, padahal harus pulang ke rumah orang tuanya untuk temu kangen dengan keluarga, tepaksa datang sendiri karena sudah mepet waktu untuk kalau dijemput, saya hanya bisa menjemputnya dari tempat pool kendaraan travel. Dia masih dalam kondisi sakit flu berat.

Ketika sampai di rumah nampaknya dia tidak kuat menahan kesedihan, dan berpelukan dengan Ibunya, menangis dan langsung masuk kamar tidur meneruskan menguras air mata. Disinilah saatnya saya menahan tangis, memikirkan nasib dia saat ini. Meski disadari, memang masih menunggu nasib, tapi tak urung tangis saya yang ditahan supaya jangan larut pada kesedihan. Terpaksa tenggorokan menelan air mata. Sedih memang.

Kepongahan

Rumah saya sekarang ditempeli nomor rumah lengkap dengan RT dan RW-nya, sampai disitu saya tidak masalah oke-oke saja. Akan tetapi ada yang mengganggu dari tempelan nomor tersebut adalah kata-kata yang tidak manusiawi yaitu: TIDAK MELAYANI SUMBANGAN APAPUN TANPA SEIJIN RT/RW SETEMPAT. jadi mereka yang memerlukan pertolongan telah terusir dengan sendirinya.

Kehidupan semakin jauh dengan ajaran moral juga ajaran agama yang baik. Perintah untuk menghormati tamu, dan menolong mereka yang kekurangan telah hilang dengan pernyataan tersebut. Merasa kurang tegas simak kata-kata berikutnya: 1 X 24 JAM TAMU WAJIB LAPOR, Musafir yang tersesat dan kekurangan biaya untuk ikut menginap – barangkali pelaksanaannya hanya ada tertulis di hadist – sudah lebih sengsara lagi  dan terlunta-lunta tidur di pinggir jalan.

Kalau ingin menyimak coba lihat di masjid-masjid yang menjauh dari umat yang miskin: Dilarang tiduran di dalam masjid – meski maksudnya hanya untuk sholat dan zikir – mereka yang ingin istirahat sekali lagi terusir. Sudah cukup? belum, sebab ada tradisi baru masjidnya selain untuk sholat selebihnya dikunci, dipagar besi dan digembok. Rumah Tuhan juga sudah menjadi angker, Pemiliknya Allah SWT mengizinkan,  tapi penjaganya demikian menyeramkan dan pongah.

Individualisasi (?) telah demikian banyak merasuk kedalam rumah manusia dan rumah Tuhan. Kita tengah berlomba-lomba mengusir kaum papa yang seyogianya dibela dan disantuni, padahal pemerintah tidak mampu mengatasi kesejahteraan warganya. Sudah semikian jauhnya kita berjalan.

Gereja Tua Nan Antik

Bagian Menara Gereja Tua

Saya selalu tertarik akan bangunan tua nan antik, apalagi gereja ini telah dibiarkan berdiri sesuai dengan aslinya tidak pernah direnovasi. Mungkin karena kebutuhan jemaah nya sudah mencukupi luasnya hanya sebesar itu saja.

Sebesar itu maksudnya jika dibandingkan dengan bangunan rumah sakitnya saat ini sudah mencapai 6 lantai. Jadi gerejanya kelihatan kecil dibandingkan dengan bangunan disampingnya yang demikian menjulang  tinggi. Foto ini diambil dari lantai 2 RSB tersebut, jadi hanya bagian puncak atau menaranya saja.

Rumah Tuhan – kata mereka – dibiarkan apa adanya sederhana dan antik tidak pongah dan angker dan buat apa ikut-ikutan menjulang tinggi tapi jamaahnya tidak ada, ini misal saja dari saya.