Keramas Menjelang Puasa Ramadhan

Ketika saya masih kecil usia sekolah SR (SD) di kampung sana pada tahun 50-an, kedatangan bulan Ramadhan atau bulan Puasa sangat dinanti-nanti. Mengapa dinanti-nanti? karena pertama sebulan penuh bahkan lebih sekolah libur, jadi tidak ada belajar, tidak ada menghapal untuk ulangan. Keduanya pada malam hari bebas keluar rumah, sebetulnya untuk sholat taraweh dan he he he malah banyak mainnya. Ketiganya kakak dan saudara yang sekolah di kota bakalan pulang,  senang bisa main bersama. Keempatnya karena berpuasa maka orang tua membebaskan dari beberapa tugas. Belum lagi lebarannya nanti kalau orang tua punya uang biasanya dibelikan baju baru. Pokoknya mulai dari setelah sahur sampai buka puasa pada waktu maghrib, bahkan malamnya kerjaannya main terus.

Ada lagi tambahan kesenangannya yaitu sekolah agama sore hari juga diliburkan, karena katanya diganti dengan sholat tarawih berjamaah setiap malam. Meskipun sholat tarawih sampai 23 rakaat tapi tetap dijalani melawan rasa malas.

Menjelang esok hari puasa pertama di bulan Ramadhan adalah hari yang sangat ramai dan sibuk di kampung itu. Kakak yang kos dan sekolah di kota Kabupaten sudah pada berkumpul di rumah sejak kemarin. Jadi khususnya kakak selalu datang berkumpul dengan anak-anak untuk mendongeng, ceritanya keadaan di kota dan tentu yang jangan kelewat adalah cerita wayang Mahabrata, yang kadang ceritanya tidak tamat-tamat dan dilanjutkan esok harinya.

Hari ini sehari menjelang puasa, di masjid sejak pagi sudah diperbolehkan memukul beduk dengan pukulan dulug dug dag, dulug dug dag, baertalu-talu berbalasan dengan suara dulag (suara beduk dipukul) di kampung tetangga, di kampung cara memukul beduk yang ritmenya demikian disebutnya ngadulag. Tentu saja tidak hanya orang dewasa yang ngadulag akan tetapi anak-anak pun dipersilakan memukul beduk sepuasnya kalau beduknya ketinggian, ya pakai kursi pendek alias dingklik.

Disamping ngadulag juga oleh orang tua hari itu disuruh mandi membersihkan badan, menggosok daki yang menempel di tubuh dengan batu kali. Jangan lupa  menyikat gigi dengan serabut cangkang kelapa atau dengan pucuk ilalang yang digosok-gosok dulu dengan kedua telapak tangan biar menjadi serabut yang halus yang berfungsi sebagai sikat gigi untuk membersihkan gigi, odolnya tak perlu lagian mana terbeli odol.

Juga ini, harus keramas mencuci rambut dan seluruh kepala dengan samponya dari arang merang bahan sapu dari tangkai padi kemudian dibakar dan dipersiapkan sejak kemarin. Tua, muda, laki, perempuan, semuanya harus mandi bersih dan harus keramas mencuci rambut.

Bukan hanya badan yang dibersihkan mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki, juga perabotan makan, perabotan dapur, lantai rumah, seprai, selimut, sarung, apalagi pakaian, sampai hordeng juga ikut dicuci jauh-jauh hari. Maksudnya katanya biar memasuki bulan Ramadhan dalam keadaan bersih rohani dan bersih jasmani.

Disamping segala macam acara tetap jangan dilewatkan pergi ke pemakaman, membersihkan pusara makam orang tua atau saudara dekat yang telah mendahului kita. Serta berdoa agar mereka yang sudah di alam sana mendapat pengampunan dari Allah SWT.

Jangan lupa pula ada acara kirim mengirim penganan lengkap nasi dan lauk pauknya dikirim kepada tetangga atau kepada orang tua. Kadang lalu lintas makanan pengirim saling balas membalas, makanan ada dimana-man. Masakan ini juga dipersiapkan untuk makan sahur pertama di bulan Ramadhan biar tidak malas makan, maklum subuh-subuh jsm 03:00 harus sudah makan.

Zaman sekarang di kota-kota misalnya di Kota Bandung ada tradisi botraman yakni makan-makan bersama keluarga di restoran atau di tempat-tempat rekreasi. Disamping itu ada kebiasaan bersalaman saling memaafkan dari segala kesalahan karena mau memasuki bulan Ramadhan. Juga tradisia mengirim puisi atau mengirimkan hadist-hadist tentang keutamaan puasa lewat SMS, terus SMS-nya diforward kepada kawan, handai taulan, dikirim secara berantai, habis kalau mengarang dulu puisi atau sajak kan susah.

2 thoughts on “Keramas Menjelang Puasa Ramadhan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s