Buku: Petualangan Huckleberry Finn

Umur saya sudah tujuh puluh dua tahun, barangkali sudah tidak pantas lagi membaca buku yang diperuntukkan anak-anak dan remaja ini. Akan tetapi ketika masa kecil saya, tidak menemukan buku karya Mark Twain ini. Oleh karena itu meskipun terlambat tetap akan saya baca, agar terhapus rasa penasaran itu.

Ketika di satu toko buku saya menemukannya langsung saja dibeli dan mulai dibaca. Sebetulnya bukan untuk pertama kali membaca buku petualangan Huckleberry Finn ini, akan tetapi karena buku ini kelihatan lebih lengkap dan cetakannya berasal dari Pustaka Jaya maka saya sangat penasaran untuk membeli dan membacanya.

Penerjemah adalah Djoko Lelono seperti juga buku terjemahan lain yang dicetak awal oleh Pustaka Jaya. Saya juga ingin tahu buku asli cetakan ke-1, mudah-mudahan bisa ketemu.

Tertulis di halaman belakang buku:

Karya klasik Amerika karangan Mark Twain ini merupakan sekuel buku petualangan Tom Sawyer. Huckleberry Finn si gelandangan ini diangkat anak oleh Nyonya Janda dan dididik menjadi orang terhormat. Tapi Huck tidak betah dengan segala tata krama yang dianggapnya terlalu kaku ditambah dengan kedatangan kembali ayahnya yang pemabuk. Huck memutuskan untuk kabur, di mulailah petualangan Huck bersama Jim seorang budak negro yang juga sedang melarikan diri, mereka berlayar menyusuri sungai Mississippi bertemu dengan orang-orang baru dan berkali-kali lolos dari maut.

Saat ini saya sedang asyik membacanya halaman demi halaman, jika anda seumuran saya dan sangat penasaran untuk membaca buku ini dipersilakan untuk membeli dan membacanya.

Advertisements

Membaca Buku “Tiga Tahun”

Buku ini dibeli dan dibaca karena saya tertarik pengarangnya Anton Chekov dan penerjemahnya Sapardi Djoko Damono. Disamping itu bukunya tipis hanya 155 halaman jadi tidak wegah membacanya.
Sebagaimana ditulis di jilid belakang buku:

Jatuh cinta kepada Yulia, Alexei atau Laptev tak mau lama-lama menunggu melamarnya. Yulia sendiri meski tak terbesit cinta sedikit pun merasa sayang jika harus melewatkan lamaran pria kaya begini dan pernikahan tanpa cinta itu pun berjalan tertatih di tahun-tahun pertama.

Buku ini ditulis pada 1885, “Tiga Tahun” menyorot perkembangan masyarakat Rusia pada masa itu. Dedikasi Chekov dalam dunia sastra bukan hanya menghadiahkan Pushkin Prize, penghargaan sastra bergengsi di Rusia saat itu. Dunia pun mengakuinya sebagai salah seorang sastrawan realis Rusia abad ke-19 yang patut disegani.

Diterjemahkan oleh Sapardi Djoko Damono sastrawan legendaris Indonesia, novel ini semakin mendapatkan gaungnya sebagai karya sastra yang harus dibaca untuk memahami dinamika relasi antar manusia.

Sebagai pembaca awam, saya merasa berempati terhadap Alexei atau Laptev. Pertama Laptev menyadari dirinya tidak menarik dan tidak tampan, dan dia hampir yakin tentang keadaan tersebut. Dia agak pendek dan kecil, pipinya merah muda dan rambutnya mulai menipis di bagian atas sehingga kalau hawa sedang dingin dia bisa langsung merasakannya di kulit kepala. Wajahnya tidak memiliki daya tarik yang paling sederhana sekalipun yang bisa membuat wajah tampak menyenangkan. Kepada perempuan dia bersikap kaku terlalu banyak omong dan suka asyik dengan dirinya sendiri.

Keduanya ungkapan cintanya dengan serta merta ditolak oleh Yulia, seperti ditulis di buku itu: “Kalau kau setuju menjadi istriku aku akan siap memberikan segalanya untukmu, segalanya milikku … apa saja akan aku laksanakan dan korbankan untukmu. Gadis itu terkejut dan menatapnya dengan rasa takut dan kaget.

“Oh jangan” kata gadis itu mukanya memucat, “tu tidak mungkin. Yakinlah. Maaf”. Gadis itu berlari cepat ke atas gaunnya berdesik-desik, dan menghilang di balik pintu.

Ketiganya, meskipun akhirnya pernikahan telah berlangsung tapi tetap Yulia Sergeyevna tidak mencintainya. Dia semakin yakin dan merasakan bahwa dirinya kurang menarik bagi Yulia. Dan dia merasakan bahwa Yulia sama sekali tidak mencintainya. Inilah curahan Alexei yang disuatu saat berbicara mencurahkan segala perasaan hati kepada Yulia, sebagai berikut: Hampir pukul 04.00 pagi ketika dia akhirnya sampai di rumah, Yulia sudah berada di tempat tidur, tahu bahwa istrinya belum tidur lelap mendekatinya dan berkata tajam.

“Aku memahami kemuakanmu, kebencianmu, tetapi seharusnya kau mengerti perasaanku di depan orang banyak”.

Istrinya duduk dan menurunkan kakinya, matanya tampak besar dan hitam dalam cahaya lampu patung suci.

“Maafkan aku,” katanya.

Laptev berdiri bisu, terlalu marah untuk mengucapkan sesuatu, Yulia juga gemetar duduk di depannya dengan rasa bersalah.

“Ini neraka namanya. Aku tak tahan lagi”. Laptev mencengkeram kepalanya sendiri. “Kukira aku bisa gila”…

Demikian anda bisa melanjutkannya membaca sendiri.

Simsalabim Bahasa Lisan Menjadi Tulisan

Seminggu belakangan ini saya sedang senang melakukan perekaman suara di smartphone yang kemudian diterjemahkan menjadi teks. Atas kecanggihan ini saya harus mengucapkan terima kasih kepada orang yang menciptakannya.

Mengapa saya demikian terpesona dengan kemampuan smartphone ini karena saya mempunyai hobi atau kegemaran menulis teks atau apa apa yang ada di pikiran (meskipun memang hasil tulisannya karya saya tidak selalu baik). Yang ada di otak itu biarkan jadi tulisan dulu. Atau apa yang terpikir asal tertuang dulu dalam bentuk tulisan.

Memang kendalanya banyak terutama tidak seenaknya ngomong sendiri direkam di smartphone ini. Tapi, kalau ingat bahwa dalam kehidupan ini tidak semua kemauan bisa terlaksana, kadang sering sekali mendapatkan hambatan dan halangan dari pihak kita sendiri atau dari orang lain.

Subuh ini jam 03.00 setelah sholat saya langsung melakukan perekaman suara yang dengan lancar oleh smartphone diterjemahkan kedalam bentuk tulisan, saya juga sengaja sembunyi di kamar anak saya yang kosong sehingga tidak mengganggu kesepian subuh ini terutama mengganggu orang lain yang sedang tidur, yang sedang sholat, yang sedang berzikir, dan yang sedang berdoa.

Di kamar anak, saya melakukan perekaman sambil tiduran di atas tempat tidur yang kosong kemudian segala kelihatan langit-langit yang sudah agak kusam dimakan usia dan lampu yang kurang terang dan debu di atas lemari, lalu di atas lemari itu kelihatan ada dua gitar yang tidak pernah disentuh karena saya tidak bisa memainkannya. Gitar itu adalah peninggalan anak saya. Dulu masa selagi SMA dan kuliah, mereka senang main gitar tersebut. Di sebelah kiri saya, artinya sebelah kiri tempat tidur, ada meja rias dan di sebelahnya adalah pintu keluar yang selalu terkunci kalau malam. Kenapa harus terlalu selalu terkunci karena saya merasa bahwa pintu keluar yaitu ke arah balkon kuncinya tidak terlalu baik bisa dirusak oleh orang yang berniat jahat, sebegitu saja rekamannya dulu. (ini bahasa lisan yang diterjemahkan menjadi tulisan dengan sedikit editan).

Penulis Buku Nonfiksi Indonesia

Masih seputar Frankfurt Book Fair 2015, bukan hanya sastrawan penulis sastra fiksi yang akan dibawa ke sana tapi juga komikus, buku anak, buku non fiksi, digital, juru masak, tokoh kuliner, aktivis literasi, nara sumber seminar, arsitek, dan pembawa acara. Untuk mengurangi kebingungan anda jika memilih buku di toko buku, pesta buku, atau obralan, nama-nama dibawah ini patut untuk diperhitungkan.
Inilah sementara penulis buku nonfiksi yang dinominasi ikut ke Frankfurt Book Fair 2015.
1. Agustinus Wibowo, salah satu bukunya: Selimut Debu
2. Dian Pelangi, salah satu bukunya: Hijab Street Style
3. Imelda Akmal, salah satu bukunya: Seri Menata Rumah Dapur
4. Julia Suryakusuma, salah satu bukunya: julia’s Jihad
5. Noor Huda Ismail, salah satu bukunya: Temanku Teroris?
6. Perucha Hutagaol, salah satu bukunya: The Naked Traveler
7. Suwati Kartiwa, salah satu bukunya: Tenun Ikat
8. Wahyu Aditya, salah satu bukunya: Kreatif Sampai Mati
9. Yoris Sebastian, salah satu bukunya: Oh My Goodness: Buku Pintar Seorang Creative Junkies

Penulis Sastra dan Fiksi Indonesia

Anda pernah kebingungan memilih buku novel yang akan dibeli pada saat ke toko buku, pameran, atau obral buku? Saya kalau memilih buku selalu melihat penulisnya, tapi harus kenal dan hapal dulu pengarang Indonesia itu. Maksudnya bukan menganggap remeh penulis baru, tapi mendahulukan penulis yang sudah terkenal dulu. Untuk mengetahui mana saja sastrawan beken itu kadang lumayan rumit, apalagi kalau tidak mengikuti terus perkembangan perbukuan di Indonesia.

Akhir-akhir ini banyak informasi tentang rencana Pameran Buku di Frankfurt Jerman 2015 waktunya dari tanggal 14 -18 Oktober 2015. Terus ada daftar nama penulis Indonesia yang dinominasi akan diundang untuk menghadiri pameran buku terkenal tersebut. Tentu saja yang akan dikirim ke sana sudah lewat seleksi dan pasti bukan sastrawan sembarangan, itu pendapat saya. Saya menganggap pengarang yang jangan dilewatkan jika memilih buku di toko buku, pameran, atau obral buku.

Inilah deretan penulis buku sastra dan fiksi Indonesia yang dinominasi tersebut:

  1. Abidah El Khalieqy, salah satu bukunya: Perempuan Berkalung Sorban
  2. Afrizal Malna, salah satu bukunya: Abad Yang Berlari
  3. Agus R Sarjono, salah satu bukunya: Kenduri Airmata
  4. Ahmad Fuadi, salah satu bukunya: Negeri 5 Menara
  5. Ahmad Tohari, salah satu bukunya: Bekisar Merah
  6. Andrea Hirata, salah satu bukunya: Laskar Pelangi
  7. AS Laksana, salah satu bukunya: Bidadari Yang Mengembara
  8. Asma Nadia, salah satu bukunya: Derai Sunyi
  9. Avianti Armand, salah satu bukunya: Perempuan Yang Dihapus
  10. Ayu Utami, salah satu bukunya: Bilangan Fu
  11. Budi Darma, salah satu bukunya: Olenka
  12. Cok Sawitri, salah satu bukunya: Janda Dari Jirah
  13. Darwis (Tere Lie), salah satu bukunya: Hafalan Salat Delisa
  14. Dewi Lestari, salah satu bukunya: Supernova
  15. Dorothea Herliany, salah satu bukunya: Blencong
  16. Eka Kurniawan, salah satu bukunya: Cantik Itu Luka
  17. Goenawan Muhamad, salah satu bukunya: Tuhan Dan Hal-Hal yang Tak Selesai
  18. Gunawan Maryanto, salah satu bukunya: Sejumlah Perkutut buat Bapak
  19. Gus tf Sakai, salah satu bukunya: Kaki yang Terhormat: Kumpulan cerita pendek
  20. Ika Natassa, salah satu bukunya: Critical Eleven
  21. Intan Paramaditha, salah satu bukunya: Sihir Perempuan
  22. John Waromi, salah satu bukunya:
  23. Joko Pinurbo, salah satu bukunya: Kekasihku
  24. Laksmi Pamuncak, salah satu bukunya: Perang Langit dan Dua Perempuan
  25. Leila S Chudori, salah satu bukunya: Pulang
  26. Lily Yulianti Farid, salah satu bukunya: Makkunrai
  27. Linda Christanty, salah satu bukunya: Rahasia Selma
  28. M Iksaka Banu, salah satu bukunya: Semua Untuk Hindia
  29. Maggie Tiojakin, salah satu bukunya: Winter Dreams: Perjalanan Semusim Ilusi
  30. N Riantiarno, salah satu bukunya: Cermin Cinta
  31. NH Dini, salah satu bukunya: Pada Sebuah Kapal
  32. Nirwan Dewanto, salah satu bukunya: Buli-Buli Lima Kaki
  33. Nukila Amal, salah satu bukunya: Cala Ibi
  34. Oka Rusmini, salah satu bukunya: Tarian Bumi (2000)
  35. Okky Madasari, salah satu bukunya: Entrok
  36. Putu Oka Sukanta, salah satu bukunya: Istana Jiwa (2012)
  37. Ratih Kumala, salah satu bukunya: Tabula Rasa
  38. Sapardi Djoko Damono, salah satu bukunya: Duka-Mu Abadi
  39. Seno Gumira Ajidarma, salah satu bukunya: Atas Nama Malam
  40. Sindhunata, salah satu bukunya: Putri Cina (2007)
  41. Taufik Ismail, salah satu bukunya: Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia
  42. Toety Herati, salah satu bukunya: Seserpih pinang Sepucuk Sirih
  43. Triyanto Triwikromo, salah satu bukunya: Ular di Mangkuk Nabi
  44. Yusi Avianto Pareanom, salah satu bukunya: Rumah Kopi Singa Tertawa
  45. Zen Hae, salah satu bukunya: Paus Merah Jambu

Inventarisasi Novel Jepang Terjemahan

Saya sedang berupaya mengumpulkan atau sekedar membuat daftar buku karya sastra Jepang yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Belum lengkap memang,  tapi karena kebiasaan buruk saya yang ingin segera memosting walaupun jauh dari lengkap, jadinya begini saja. Daftar ini akan terus-terusan disempurnakan, kerennya di-update.

Inilah daftar buku tersebut:

1. The Tokyo Zodiac Murders, Soji Shimada, Gramedia 2012

2. Kitchen, Banana Yoshimoto, KPG 2009

3. Out, Natsuo Kirino, Gramedia 2007

4. Grotesque, Natsuo Kirino, Gramedia 2003

5. Beauty and Sadness, Yasunari Kawabata, Jalasutra

6. Snow Country, Yasunari Kawabata, Gagasmedia

7. Penari Penari Jepang, Yasunari Kawabata,

Djambatan

8. Tahun 69, Ryu Murakami, Transmedia Pustaka

9. In the Miso Doup, Ryu Murakami, Transmedia Pustaka

10. Coin Locker Babies, Ryu Murakami,

Elexmedia

11. Skandal, Shusaku Endo, Gramedia

12. Silence, Shusaku Endo, Gramedia

13. An Artist of Floating world, Kazuo Ishiguro

 Elexmedia

14. Never Let Me Go, Kazuo Ishiguro,

Gramedia

15. When We Were Orphan, Kazuo Ishiguro,

Elexmedia

16. The Remains of The Day, Kazuo Ishiguro

Hikmah, Mizan group

17. Musashi, Eiji Yoshikawa, Gramedia

18. Taiko, Eiji Yoshikawa, Gramedia

19. Shin Suikoden buku 1, Eiji Yoshikawa, Kansha Books

20. Taira No Masakado, Eiji Yoshikawa, Kansha Books

21. Uesugi Kenshin, Eiji Yoshikawa, Kansha Books

22. The Heike Story, Eiji Yoshikawa, Zahir books (red line publishing)

23. Naruto Hicho, Eiji Yoshikawa, Kansha books

24. Minamoto no Yoritomo, Eiji Yoshikawa, Kansha books

25. Rashomon, Ryunosuke Akutagawa, KPG

26. Kappa, Ryunosuke Akutagawa, Interprebook (Kelompok penerbit pinus).

Kappa, Ryunosuke Akutagawa, Pustaka Jaya 1975

27. Lukisan Neraka, Ryunosuke Akutagawa, Kansha Books

28. Botchan,  Natsume Soseki, Gramedia

29. Totto Chan – gadis cilik di jendela, Tetsuko Kuroyanagi, Gramedia

30. Anak-anak Totto Chan : perjalanan kemanusiaan untuk anak anak dunia, Tetsuko Kuroyanagi, Gramedia

31. Mawar Jepang, Rei Kimura, Gramedia

32. Awa Maru : The titanic of Japan, Rei Kimura, Yayasan Obor

33. Catatan Ichiyo, Rei Kimura, Gramedia

34. Butterfly in the wind, Rei Kimura, Yayasan Obor

35. Yakuza Moon, Shoko Tendo, Gagasmedia

36. Confesion of A Yakuza, Junichi Saga, Jalasutra

37. 1 Liter of Tears, Aya Kito, Elexmedia

38. Last Letter, Aya Kito, Elexmedia

39. 1Q84, Haruki Murakami, KPG

40. Norwegian Wood, Haruki Murakami, KPG

41. Dengarlah Nyanyian Angin, Haruki Murakami, KPG

42. Kafka on the Shore, Haruki Murakami

Alvabet

43. Crying 100 Times, Nakamura Kou, Haru

44. Her Sunny Side, Koshigaya Osamu, Haru

45. Cheer Boy, Asai Ryo, Haru

46. The Hunter, Asa Nanomi, Gramedia

47. Densha Otoko, Hitori Nakano, Qanita – Mizan

48. Saga no Gabai Bachan, Yoshichi shimada, Kansha

49. Oda Nobunaga 1 & 2, Sohachi Yamaoka Mahda

50. Furin Kazan, Yasushi Inoue, Kansha books

51. Antara Ketegangan dan Hasrat, Kaori Ekuni, Yayasan Obor

52. Dear Yurichika, Akiko Terenin, Elexmedia

53. Negeri Salju, Yasunari Kawabata, Gagas Media 2009

55. Kuil Kencana, Yukio Mishima, Pustaka Jaya 1978

56. Senandung Ombak, Yukio Mishima, Pustaka Jaya 1976

57. Catatan Harian (The Key), Jun-Ichiro Tanizaki, Serambi 2012

58. Botchan Si Anak Bengal, Sooseki Natsume, Khansa Books 2012

59. Sasa no Gabai Bachan, Yoshichi Shimada, Kansha Books

60. Kuil Kencana, Yukio Mishima, terj. Asrul Sani, Jakarta 1978

61. Rahasia Hati (Kokoro), Sooseki Natsume, terj. Andangdjaja, Jakarta 1970 (?)

62. “Di dalam semak”, Ryuunosuke Akutagawa, terj. Harsja Bachtiar, dimuat dalam majalah Zenith, 1952

63. Layar Neraka, Ryuunosuke Akutagawa, terj. H. Winarta, Jakarta

64  “Kesa dan Morito” (Kesa to Morito), Ryuunosuke Akutagawa, terj. Toto S Bachtiar, dimuat dalam majalah Siasat, 1957

65. Cerpelai dan Aneka Kisah, Ryuunosuke Akutagawa, terj. Hasan Amin, Jakarta 1976

66. Rashomon dan Aneka Kisah, Ryuunosuke Akutagawa, terj. Hasan Amin, Jakarta 1976

67. Jembatan Impian (Yume no Ukihashi dan Shunkinshoo), Junichiro Tanizaki, terj. Sugiarta Sriwibawa, Pustaka Jaya Jakarta 1976

68. Negeri Salju, Yasunari Kawabata, terj. Anas Ma’ruf, Jakarta 1972

69. Daerah Salju, Yasunari Kawabata, terj. Matsuoka Kunio, Jakarta 1987

70. Bangau-Bangau Beterbangan, Yasunari Kawabata, terj. Max Arifin, Ende 1978

71. Penari-Penari Jepang (Izu no odoriko dan cerita-cerita lain tentang penari), Yasunari Kawabata, terj. Matsuoka Kunio, Jakarta 1986

72. Keindahan dan Kepiluan, Yasunari Kawabata, terj. Asrul Sani, Jakarta 1980

73. Rumah Perawan, Yasunari Kawabata, terj. Asrul Sani, Jakarta 1977

74. Senandung Ombak, Yukio Mishima, terj. Ayatrohaedi, Jakarta 1976

75. Samurai, Takashi Matsuoka

76. Shin Suikoden buku 2, Eiji Yoshikawa, Kansha Books

77. Shin Suikoden buku 3, Eiji Yoshikawa, Kansha Books

78. Shin Suikoden buku 4, Eiji Yoshikawa, Kansha Books

Sumber:

– Fyrenziialextac (nanaberuang)

– Mengenal Sastra dan Sastrawan Jepang, Ajip Rosidi, Erlangga 1989

– Dari Kasanah Sastra Dunia, Drs. Jakob Sumardjo, Alumni 1985

– Berbagai sumber

Keterangan:

KPG : Kepustakaan Populer Gramedia

Terjemahan Karya Sastrawan Jepang Sampai dengan 1990

Karya-karya para sastrawan Jepang yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tersebut seperti di bawah ini:

1. Rahasia Hati (Kokoro), Sooseki Natsume, terj. Andangdjaja, Jakarta 197

2. “Di dalam semak”, Ryuunosuke Akutagawa, terj. Harsja Bachtiar, dimuat dalam majalah Zenith, 1952

3. Layar Neraka, Ryuunosuke Akutagawa, terj. H. Winarta, Jakarta 1967

4. Kappa, Ryuunosuke Akutagawa, terj. H. Winarta, Jakarta 1972

5. “Kesa dan Morito” (Kesa to Morito), Ryuunosuke Akutagawa, terj. Toto S Bachtiar, dimuat dalam majalah Siasat, 1957

6. Cerpelai dan Aneka Kisah, Ryuunosuke Akutagawa, terj. Hasan Amin, Jakarta 1976

7. Rashomon dan Aneka Kisah, Ryuunosuke Akutagawa, terj. Hasan Amin, Jakarta 1976

8. Jembatan Impian (Yume no Ukihashi dan Shunkinshoo), Junichiro Tanizaki, terj. Sugiarta Sriwibawa, Jakarta 1976

9. Negeri Salju, Yasunari Kawabata, terj. Anas Ma’ruf, Jakarta 1972

10. Daerah Salju, Yasunari Kawabata, terj. Matsuoka Kunio, Jakarta 1987

11. Bangau-Bangau Beterbangan, Yasunari Kawabata, terj. Max Arifin, Ende 1978

12. Penari-Penari Jepang (Izu no odoriko dan cerita-cerita lain tentang penari), Yasunari Kawabata, terj. Matsuoka Kunio, Jakarta 1986

13. Keindahan dan Kepiluan, Yasunari Kawabata, terj. Asrul Sani, Jakarta 1980

14. Rumah Perawan, Yasunari Kawabata, terj. Asrul Sani, Jakarta 1977

15. Senandung Ombak, Yukio Mishima, terj. Ayatrohaedi, Jakarta 1976

16. Kuil Kencana, Yukio Mishima, terj. Asrul Sani, Jakarta 1978

Sumber:

Mengenal Sastra dan Sastrawan Jepang, Ajip Rosidi, Erlangga 1989