Membayar Lebih Mahal Untuk Air dari PAM

Saya sampai sudah lupa pelayanan air ledeng yang standar itu seperti apa, saat ini dan setidaknya sejak 10 tahun yang lalu di kompleks perumahan sekitar Bandung Timur cukup merana. Mengapa merana, karena hanya mengalirnya mulai tengah malam sampai jam 4 pagi saja. Selebihnya yaitu pagi, siang, dan sore, sama sekali setetes pun tak mengalir. Padahal kegiatan hidup kita siang hari bukan?

Kalau diceritakan ke penghuni perumahan di wilayah Bandung lain seperti daerah Cibeureum misalnya, pasti mereka menyebutkan sudah untung bisa mengalir malam, mereka lebih parah karena selamanya tidak pernah dialiri air kran dari pdam itu. Itulah yang menyebabkan saya sampai lupa pelayanan air yang baik itu yang bagaimana.

Memang sebagai contoh saya membayar relatif murah sekitar Rp 50.000 per bulan karena penghuni rumahnya juga cuma berdua, dan karena mengalirnya hanya malam terpaksa tengah malam itu harus menampung dulu, terus mengisi bak kamar mandi. Dan jika ingin mengisi bak kamar mandi di atas terpaksa harus dipompakan dulu dengan pompa air.

Sementara ini saya berpendapat bahwa kita sebetulnya membayar air ledeng itu lebih mahal dari sesungguhnya. Coba saja hitung pertama harus membuat penampung dulu karena siang hari air tidak mengalir, kedua harus memompa air ke penampungan yang lebih atas dan pompa harus dibeli dan harus dijalankan dengan menggunakan listrik, ketiga harus membeli tong penampungan lain jika rencana ada tamu yang menginap, keempat mengeluarkan tenaga karena sebagian harus diangkut menggunakan ember, kelima harus bangun tengah malam untuk menampungnya dan tidak bisa ditinggal akibatnya kita terganggu tidur. Kan kalau dirata-rata jatuhnya kita membayar langganan air lebih mahal.

Barangkali iya ada obatnya, sabar dan tawakal saja, tapi apa memang begitu pelayanan air minum yang baik?

Peribahasa Sunda: “Nginjeum sirit kanu kawin”

Saya ingin memohon maaf dulu karena harus bercerita tentang peribahasa Sunda yang ada kata jorang-nya alias vulgar yaitu sirit yang berarti alat kelamin pria. Jika diterjemahkan aslinya akan berbunyi “Minjam alat kelamin pria kepada yang kawin”.

Budaya di kampung untuk saling meminjam barang dengan tetangga adalah sudah lumrah, misal meminjam golok, sabit, tangga, bahkan ada yang meminjam teh, gula, kopi, meskipun yang terakhir tidak tepat untuk meminjam akan tetapi pasnya meminta.

Selama ini budaya pinjam meminjam barang berjalan dengan lancar saja di pedesaan itu, sementara di perkotaan sudah jarang kelihatan peristiwa tersebut, mungkin karena penghidupan yang individualis di setiap rumah memiliki sendiri kebutuhan akan perlengkapan perkakas rumah tangganya.

Nah, jika ada tetangga yang misal meminjam cangkulĀ  akan tetapi cangkulnja sedang dipakai maka peribahasa Sunda di atas sangat tepat untuk digunakan yakni: “Eta mah sarua jeung nginjeum sirit kanu kawin!”

Makan Ketoprak di Bandung

Jenis makanan di kota Bandung semakin ramai, boleh juga kalau Bandung menjadi kota kuliner. Yang menjadi semakin beragamnya makanan di Bandung adalah dengan datangnya dan disukainya makanan daerah lain yang datang ke ibukota Priangan ini.

Kalau makanan Padang, gudeg Yogya, dan pekmpek Palembang sudah dari dahulu ada di Bandung, memang enak. Kemudian juga menyusul makanan Jawa lainnya berupa pecel lele dan nasi pecel mulai dikenal di Kota Bandung, murah tetapi mmmh nyamik. Dan masih banyak lagi makanan daerah lain yang menjadi jajanan di Bandung. Barangkali asal muasalnya dari penyediaan makanan tersebut khusus untuk kaum pendatang saudara kita dari daerah lain, tapi kemudian jadi banyak orang Bandung yang menikmatinya.

Sebungkus ketoprak Bandung

Saya ingin cerita tentang makanan daerah lain yang baru saya lihat mulai muncul di Bandung. Saya yakin tidak semua orang Bandung tahu ketoprak, “ari ketoprak teh naon?” Ketoprak setahu saya populernya di Jakarta, tapi ini ada di Bandung, tidak percaye? Lihat aje!

Ketoprak terdiri dari potongan lontong, tambah toge, tambah juga bihun, terus bumbunya sambal kacang tanah, itu saja, eh lupa ditambah kecap. Terus makannya dengan kerupuk. Satu porsi ketoprak di Bandung seharga Rp 7.000.

Ketoprak Bandung

Saya melihatnya pertama kali ada di Bandung pedagang tersebut mangkal di kompleks perumahan Margahayu Raya dekat kompleks perumahan Metro.

Belakangan juga saya melihatnya lagi ada mangkal di Cikutra di depan Taman Makam Pahlawan. Di kedua tempat tersebut sudah saya coba dan saya berani bersaksi bahwa rasanya lebih enak dari pada di Jakarta. Atau karena sewaktu memakan ketoprak Bandung kebetulan ditraktir orang ya?

10 Negara yang Penduduknya Paling Bahagia

Senin, 24 Januari 2011 | 05:48 WIB

Norwegia. Foto: corbisimages.com

TEMPO Interaktif, Coba pikirkan sejenak: Apa yang membuat Anda bahagia? buat sebagian orang bahagia dimulai dari memiliki uang untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Rumah yang nyaman, makanan, baju, mobil, jalan-jalan.

Tapi sejatinya, bahagia lebih dari sekadar uang. Bahagia juga berarti sehat, bisa mengurus diri sendiri dan punya waktu untuk teman juga keluarga. Lebih jauh lagi, bahagia artinya Anda bisa menyuarakan apa yang ada di pikiran tanpa rasa takut, bahagia juga merasa aman dan tentram di rumah sendiri.
Bahagia juga bisa berarti mendapat berbagai kesempatan, apakah itu pendidikan, atau kesempatan menjadi pengusaha. Dengan dasar ini, sejak lima tahun lalu, sejumlah peneliti di Legatum Institute di London membuat peringkat negara-negara yang penduduknya paling bahagia di dunia.
Baru-baru ini Legatum menyelesaikan indeks 2010 negara-negara yang penduduknya paling bahagia dan sejahtera. Legatum menggandeng Gallup sebagai kelompok yang membuat survei, juga Heritage Foundation dan Forum Ekonomi Dunia. Ada 89 variabel untuk menentukan peringkat ini. Di antaranya, ekonomi, pemerintahan, pendidikan, kesehatan, keamanan, kebebasan individu dan modal sosial.
Dari 110 negara yang disurvei, inilah 10 negara yang penduduknya paling bahagia.

Bentuk Kecerdasan dengan Mainan

Bahan bacaan di bawah ini mengenai merangsang kecerdasan dengan mainan untuk anak-anak. Ini sebagai bahan bacaan saja karena saya mempunyai cucu yang luar biasa perhatiannya kepada mainan.

 

Rangsang 8 Bentuk Kecerdasan dengan Mainan

Kamis, 26 Agustus 2010 | 14:31 WIB

Saat bayi mulai bisa berinteraksi dengan sekitarnya, maka dia sudah memiliki keinginan untuk bermain. Karena hasrat bermain ini sebenarnya adalah salah satu caranya untuk belajar mengenai diri dan sekitarnya.

Itu mengapa, permainan yang kita berikan pada anak haruslah yang dapat memicu perkembangan otak hingga membentuk kecerdasan optimal. Dan sebenarnya tak perlu permainan yang jelimet untuk merangsang kecerdasan anak. Menurut Anita Hairunnisa, dalam bukunya Kreasi Mainan Unik & Lucu Untuk Mengasah Bakat dan Kecerdasan Buah Hati, setiap anak memiliki delapan potensi kecerdasan atau multiple intelligences.

Semua kecerdasan ini pasti ada, hanya saja kadar atau tingkat dominasinya berbeda-beda pada setiap anak. Oleh karena itu, penulis yang juga seorang pendongeng ini percaya tak ada anak yang bodoh. Bahkan dari sebuah permainan, kita bisa menemukan sekaligus merangsang potensi kecerdasan anak kita. Dan permainan itu adalah :

Continue reading

Mengembangkan Kepribadian

Kadang saya ragu apakah ada gunanya posting bahan copy-paste dari tulisan di media misalnya. Yang ada dalam pikiran saya adalah tulisan ini sangat berguna untuk anak muda yang ingin mengembangkan diri, dan ingin mandiri.

Kemungkinan kesepakatan akan tulisan ini atau bahkan saya selalu berupaya mendidik anak-anak seperti apa yang tertulis ini.

Semoga!

Continue reading