Hari Raya Qurban

Hari Jumat 27 November 2009 ini adalah hari raya Iedul Qurban, mestinya saya bisa berkurban hewan ternak untuk mereka yang memerlukan, tapi ternyata saya tidak. Dengan uang pensiunan yang demikian kecil, tidak mampu untuk berqurban. Semoga dilain waktu apabila umur masih menyertai, bisa melakukannya.

Alih-alih qurban malahan saya dan keluarga berniat untuk bersilaturahmi di Wisma Kumbung Jamur, persiapan sudah matang jauh sebelum hari ini. Sengaja silaturahmi diadakan saat hari libur Iedul Adha ini, biar semuanya libur dari pekerjaannya.

Tapi tak urung hari ini dan kemarin sempat meneteskan air mata, dimana si B pulang dalam kondisi yang tidak sehat, demikian juga pekerjaannya belum menentu, sehubungan pekerjaan lamanya statusnya tidak bisa diharapkan. Air mata kesedihan ini, selalu mengalir dikala sedang menulis seperti sekarang ini. Apakah masalah anak selalu menjadi pemikiran semua orang tua ya?

Padahal saya sudah berniat untuk tahan tidak menangis, tapi bagaimana tanpa disengaja kesedihan datang menyergap. Semoga kelak saya bisa mengeluarkan air mata bahagia.

Kebaikkan Kepada Kerabat

Ketika saya sedang mengemudikan mobil, HP istri saya berbunyi, ternyata telepun dari kerabat dekat tapi jauh. Maksud saya kerabat dekat adalah keponakan, sedangkan kerabat jauh adalah lokasi tempat tinggalnya jauh di Salatiga. Pendek cerita Si Keponakan ini minta tolong, karena dia dalam kesulitan keuangan yaitu meminta tolong dari istri saya atau jelasnya saya, meminjam uang sebanyak Rp 3 juta untuk menebus kendaraan roda dua yang tergadaikan.

Istri saya langsung menjawab, ini juga ringkasan cerita, menolak alias tidak sedang punya uang untuk memberikan pinjaman tersebut. Namun nanti akan diceritakan kepada kakaknya, tentang kebutuhan tersebut, kebetulan saat itu pun saya sedang menuju ke rumahnya. Kebetulan kakak istri saya tersebut sedang mempunyai uang hasil dari penjualan tanah, saya ingin menyebutkan bahwa uangnya tidak besar-besar amat yaitu sekitar Rp 60 Jutaan. Continue reading

Menuliskan Jalan Pikiran

Saya ingin menuliskan sesuatu yaitu apa yang ada di dalam pikiran tentang atau mengenai sesuatu hal. Akan tetapi ternyata terkadang sulit untuk dijadikan atau dilahirkan menjadi sebuah tulisan. Saya hanya ingin sederhana saja sekali lagi pikiran saya tentang sesuatu menjadi tulisan.

Mengapa demikian sulit untuk ditulis, apakah kendalanya? Menurut saya kemungkinan besar yang ada dalam pikiran itu belum tentu benar, jadi sulit untuk ditulis. Atau merasa bahwa tidak pantas untuk ditulis. Di bawah ini saya ingin menceritaka suatu peristiwa yang menjadikan saya berpikir tentang hal itu atau peristiwa itu. Cerita ini awalnya tidak akan diberi dulu muatan oleh pendapat pribadi, melulu hanya cerita. Hanya diahir cerita pendapat pribadi mulai dimasukkan. Continue reading

Satu..!

Susno Resmi Dicopot

Selasa, 24 November 2009 | 21:10 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Komjen Susno Duadji resmi dicopot dari jabatan Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri. Hal tersebut disampaikan dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (24/11) malam.

“Susno sekarang Pati Mabes Polri,” ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Nanan Sukarna.

Continue reading

Saliwang Sarerea*)

*) Tak nyambung

Mau kemana Pak?

Senin, 09/11/2009 22:30 WIB
Pimpinan Komisi III DPR Protes Rekomendasi Tim 8
Elvan Dany Sutrisno – detikNews

Jakarta – Pimpinan Komisi III DPR kecewa berat. Setelah dikecam rakyat karena tidak kritis saat rapat kerja dengan Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri, kini pimpinan Komisi Hukum itu mengecam Tim 8. Para politisi yang terhormat ini memprotes rekomendasi yang telah dikeluarkan Tim 8 dalam kasus Bibit-Chandra. Continue reading

Menghindari Macet? Berangkatlah Jam 05:45

Jika Anda tinggal di bagian agak timur Kota Bandung, sekitar Margahayu Raya samapi Cibiru, dan akan melewati perempatan jalan Kiaracondong dengan jalan Soekarno Hatta, dan jika tidak ingin terjebak macet di perempatan tersebut, maka berangkatlah dari rumah jam 05:45 pagi hari. Saya kemarin pada jam tersebut melewati perempatan sumber macet itu, melenggang, atau tancap gas dengan leluasa.

Ikutilah rute saya jika tujuannya sama mulai Cibiru, terus jalan Soekarno Hatta, terus perempatan pikasebeleun jalan Kiaracondong, terus ke jembatan layang Kiaracondong, kemudian jalan Jakarta, berikut jala Supratman, lalu Gasibu, berikut jembatan Pasupati, terus ke jalan Junjunan atau terusan Pasteur, jangan ke toll Pasteur, langsung saja ke jalan Gunung batu, memang pasukan pengemudi motor sudah mulai menyemut, akan tetapi kita berlawanan arah dengan mereka.

Akhirnya masuk ke jalan Raya Cimahi dan terus ikuti dan akan sampai di Masjid Agung kota Cimahi, Belok saja jalan Kolonel Masturi, berekah memakan waktu tak sampai satu jam, pasnya 50 menit, jarak tempuh sekitar 20 Km. Kalau arah jalan anda lain, maaf saja.

Menunggu Realisasi

Meskipun penegasan Presiden SBY masih jauh panggang dari api, tapi lumayan walau cukup menggemaskan bagi mereka yang tidak sabaran. Biarpun sangat standar dan minimalis, tapi dibanding dengan, misalnya, malah membuat pernyataan yang berlawanan dengan kemauan publik? Bisa berabe bukan! Oleh karena itu diucapkan terimakasih kepada Bapak Presiden RI SBY atas pernyataannya tersebut.
Kami tinggal menunggu realisasi di lapangan, seperti apa. Continue reading