Menyanyikan Lagu Pupuh

Adika berumur 5 1/2 bulan

Lagu pupuh adalah lagu Sunda, setidaknya yang dimaknakan pupuh dalam pengertian orang Sunda. Dan itu kata anak muda orang Sunda jaman sekarang adalah lagu jadul. Karena memang lagunya lagu dahulu, jadi mana ada anak muda yang suka.

Kemungkinan besar lagu pupuh yang diakui sebagai lagu Sunda adalah berasal dari bagian timur tanah Jawa. Saya menemui di perpustakaan Provinsi Jawa Barat banyak buku yang memuat lagu pupuh dalam bahasa Jawa.

Tapi biar saja asalnya dari mana, lagu-lagu pupuh tersebut dahulu diajarkan baik di SD maupun di SMP. Sehingga banyak orang tua yang sekarang usianya diatas 50 tahun masih ingat lagu-lagu pupuh tersebut. Tapi memang ada yang sampai sekarang masih bisa menyanyikannya, atau hanya sebatas, dari dulu juga, hanya senang mendengarkan.

Saya, disamping senang mendengarkan lagu-lagu pupuh tersebut juga secara sederhana dan mungkin juga pals, masih bisa menyanyikannya, dalam bahasa Sunda disebut bisa ngahariring. Sebetulnya kenapa masih ingat lagu-lagu tersebut karena, jika di Ciamis ada pertemuan, suka bersama-sama saudara ngahariring. Dan itu penting untuk saling mengetes kemampuan ngahariring tersebut.

Saudara-saudara saya di Bandung sangat percaya bahwa saya bisa ngahariring lagu jadul tersebut, sehingga suatu saat pernah “dipaksa” untuk menyanyikan lagu-lagu sawer penganten, salah satu acara tradisi pada perkawinan dengan adat Sunda. Terakhir pernah juga didaulat pada ulang tahun salah seorang kakak untuk menyanyikan lagu pupuh yang berada di suatu buku.

Sebetulnya saya punya satu buku kumpulan pupuh sakainget ditulis oleh salah seorang kakak saya, tapi buku itu ketika dicari tidak ketemu dan untuk sementara dinyatakan hilang. Jadi ini ada satu lagu yang takut lupa mau ditulis disini

Dangdanggula

Mega beureum surupna geus burit, Ngalanglayung panas pipikiran, Cikur jangkung jahe koneng, Naha teu palay tepung, Sim abdi mah ngabeunying leutik, Ari ras cimataan, gedong tengah laut, ulah kapalang nya bela, paripaos gunting pameulahan gambir, kacipta salalamina.

Ini juga sebagai persiapan jangan-jangan nanti pada ulang tahun ke 83 kakak saya yang di Caringin Sumedang, meminta saya untuk ngahariring. Apa boleh buat, gampang asal ada kemauan.

2 thoughts on “Menyanyikan Lagu Pupuh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s