Mengukur Pernyataan SBY

Yugi, 1974

Senin petang, pidato presiden RI SBY yang ditunggu-tunggu rakyat Indonesia, sudah kita dengarkan. Seperti dugaan semula bahwa pernyataan dan sikap presiden SBY akan memakai jalan tengah, normatif, dan sangat standar, alias biasa-biasa saja. Sikap yang penuh hati-hati, menggunakan kata santun, dan itu  kita nilai “tidak ada tindakan tegas”.

Padahal kalau melihat masalah besar negara ini, khususnya mengenai korupsi yang merajalela dan telah mengurat dan mengakar, hukum yang carut marut telah menjadikan negara ini susah untuk bangkit memberikan kesejahteraan kepada rakyatnya. Pekerjaan besar untuk memberantas korupsi dan menanamkan rasa keadilan hukum, ternyata pada momentum yang baik ini tidak dimanfaatkan dan dilewatkan oleh presiden SBY.

Sebagai rakyat yang menantikan akan terjadi “kejutan” untuk gebrakan pertama membersihkan oknum-oknum yang nyata-nyata telah melakukan kecurangan terutama di Kepolisian dan Kejaksaan, kita hanya bisa  gigit jari. Revolusi, memang yang pantas, tapi akan terlalu banyak memakan korban. Sepantasnya reformasi bidang hukum menjadikan saat ini untuk menancapkan tonggak pertama secara serius dimulainya.

Apa mau dikata, tinggal menunggu, apa yang akan terjadi mudah-mudahan akan ada kelanjutan yang lebih baik dari pernyataan SBY tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s