Pucung

Disalin dari: Kumpulan Tembang Pupuh Sakainget, disusun oleh: H. Iding Suwardi

  1. Moal aya nu bedas siga si jalu, mo aya tandingna, najan loba deui munding, moal aya anu sarua bedasna
  2. Unggal isuk sok dipake ngawuluku, ti barang  bray beurang, nepika mletek srangenge, getol pisan nang sababaraha kotak.

Ikan Bakar & Bandeng Isi RM Mbok Sarikah

Makan di kebun

Sepulang dari sedikit refreshing yang mendadak di Anyer, saya diajak mantu untuk mencoba ikan bakar di rumah makan Mbok Sarikah. Tempatnya sih di lapangan kebun kelapa, hanya memang dibangun beberapa saung lesehan tempat makan sambil slonjoran.

Anak dan mantu ini penggemar ikan bakar, jadi promosinya, di tempat ini ikan bakarnya tidak terlalu girinyih (lemak banget), maklum kami sudah mulai mengurangi asupan lemak.

Ternyata ikan bakarnya memang original tidak terlalu banyak olesan bumbu dan mentega, terasa cukup garam dan asamnya sebagai bumbu dasar ikan bakar. Karena membakar ikan tanpa olesan minyak atau mentega kulit ikannya cenderung lengket di pembakaran, makanya Mbok Sarikah sengaja sewaktu membakarnya ditilami daun pisang, sekaligus aroma daun pisangnya tercium segar. Cocolannya jelas sambal yang pedaaas sekali.

Karena cuma sehari semalam berkunjung ke Anyer, saya tidak sempat mencicipi sate bandeng oleh-oleh kuliner khas Banten itu.

Malahan jujur saja saya lupa apakah sudah pernah merasakan bagaimana lezatnya sate Banten itu.

Padahal selagi muda dulu saya pemangsa ikan dimasak apapun termasuk segala macam sea food. Tapi tak mengapa lah sate bandeng biar sekali itu dilewat saja, masa iya saya kemudian saat iru mau lagi sate ikan bandeng, kan masih banyak waktu. Mungkin dilain kali.

Agar tidak penasaran biar saya hanya memajang gambarnya saja di sini.

Bandeng isi

Tapi saya kebetulan beruntung ternyata di RM Mbok Sarikah,  dimana saya mampir untuk makan siang itu, mendapatkan bandeng isi dalam bentuk dibungkus dengan daun pisang seperti gambar di samping ini yang sempat saja jepret. Seperti halnya otak-otak ini juga dibakar di atas bara api.

Bandeng isi bungkus daun pisang tersebut sepertinya mirip saja dengan sate bandeng biasa hanya dibakarnya dengan dibungkus dulu seperti pepes ikan begitu.

Bandeng isi bungkus tersebut bisa disimpan cukup lama di lemari es apalagi kalau disimpan di freezer bisa lebih lama lagi, bisa tahan 2 mingguan.

Potongan Bandeng isi

Istri saya menghidangkan kembali bandeng isi bungkus tersebut setelah dua minggu ternyata rasanya tidak berubah, dihidangkan setelah dibakar kembali dan kemudian dipotong-potong. Rasanya enak juga.

Magatru

Disalin dari: Kumpulan Tembang Pupuh Sakainget, disusun oleh: H. Iding Suwardi

  1. Peuyeum sampeu dagangan ti Rancapurut, dijual dua saduit, dibungkusan daun waru, dituruban daun jati, katuangan anu ompong
  2. Emang Emang eta naon ditatanggung, ti tukang wadahna cai, ti hareup dasaran lumur, keleneng panarik duit, mangga ujang ngarot sirop
  3. Nya mangsana ayeuna bela tumutur, ngingetkeun urang sagetih, bongan kasebutna dulur, buruk-buruk papan jati, ku urang kudu diboro.

Mijil

Disalin dari: Kumpulan Tembang Pupuh Sakainget, susunan: H. Iding Suwardi

  1. Mesat ngapung Raden Pringgadani, jeung mega geus awor, beuki lila beuki luhur bae, larak-lirik milari ka bumi, milari sang rai Pangeran Bimanyu
  2. Panon poe bijilna ti hilir, cahyana moncorong, matak caang ka alam dunya kabeh, bulan bentang bijilna ti peuting, bentang ting karetip, cahya bulan mancur
  3. Dewi Amba nyaur melas melis, ka Salwa ngawalon, abdi henteu terus kana hate, indit soteh ka Astinapuri, wirehna dipaling, reuwas sareng gugup.

Bukan Hanya Kewajiban Ibu

Menurut Meidya Derni, penulis buku “Jilbab Di Pelukan Uncle Sam” (Salamadani) dan “Princess Adila dan Karcis Sirkus” (DAR Mizan), bahwa kewajiban mengasuh dan mendidik anak bukan hanya kewajiban para Ibu akan tetapi juga kaum Bapak.

Saya tidak akan berupaya untuk merubah agar Ibu jadi merasa tidak bertanggung jawab atas anak-anaknya akan tetapi kata Ibu Meyda  kewajiban mengasuh dan mendidik juga adalah terletak pada Bapaknya.

Ini barangkali menyangkut jaman sekarang dimana Ibu rumah tangga banyak yang berkarir di luar rumah, sementara anak-anak ditinggal. Nah, barangkali dalam kasus ini diharapkan tidak saling melempar tanggung jawab, terutama Bapaknya yang juga harus memikirkan bagaimana nasib mengasuh mendidik dan membesarkan anak-anaknya.

Ibu Meyda yang tinggal di Amerika itu merujuk kepada Alquran surat Luqman, bahwa dalam ayat tersebut percakapan anak tidak dengan Ibunya akan tetapi dengan Bapaknya. Menunjukan bahwa Bapak Luqman juga mendidik anaknya.

Meskipun tidak menyebut ayatnya tapi saya mencarinya di Alquran on line kalu mau lebih lengkap klik di sini dua ayat adalah sebagai berikut:

Surat Luqman ayat 13: Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.

Surat Luqman ayat 16: (Luqman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus [1182] lagi Maha Mengetahui.

Jika Anda penasaran ingin membaca tulisan lengkapnya yang berada di majalah Hidayatullah dot com itu, klik di sini

Durma

Disalin dari: Kumpulan Tembang Pupuh Sakainget, disusun oleh: H. Iding Suwardi

  1. Ngirng bingah ka sadayana tentara, anu nembe sarumping, ti medan pangperangan, mulih ngabela nagara, nagara Republik urang, Indonesia, ngajagi ibu pertiwi
  2. Hey sakabeh pamuda Indonesia, geus nitih kana wanci, ninggang kana mangsa, ngabela nusa bangsa, nandonkeun raga jeung pati, iklas tur mulya, kawajiban lalaki
  3. Gede hate ningal lega pasawahan, tanah subur lohjinawi, digarap babarengan, hasilna matak sugema, nu matak sing jadi misil sing sauyunan, enggoning jadi patani
  4. Matak gila ningal ketakna pandawa, lir nu kalap badis, atuh Suyudana, rada ngaraos rentag, marentah baladna gasik, mundur salengkah, ulah ngarangseg teuing.

Watuk dan Watek

Sengaja saya memakai permainan kata yaitu watuk dan watek maksudnya biar mudah diingat, bukankah kita punya cara-cara sendiri untuk mengingat sesuatu agar tidak cepat lepas dari otak? Nah, watuk bhs Jawa artinya batuk, sementara watek dari bhs Jawa dan Sunda artinya watak atau karakter. Batuk hampir semua orang tahu, ada guyonan orang yang naik haji karena beda iklim dengan di Indonesia maka hampir semua jamaah mengalami batuk itu, katanya hanya unta yang tidak kena batuk.

Kalau watak atau karakter ini yang rada panjang keterangannya, Karakter dalam KBBI, wa·tak n sifat batin manusia yg mempengaruhi segenap pikiran dan tingkah laku; budi pekerti; tabiat: dasar — pencuri, meskipun telah beberapa kali masuk penjara, ia tetap mencuri lagi.

Asal karakter, ada dua teori mengenai asal-mula karakter ini. Teori yang pertama mengatakan bahwa karakter itu seperti gen kita, sudah dibawa sejak lahir, seperti warna rambut dan golongan darah. Artinya, kalau saat ini kita mempunyai sifat judes itu karena kita sudah mempunyai sejak dilahirkan. Sedangkan teori lainnya mengatakan bahwa karakter manusia itu terbentuk melalui proses seumur hidup melalui interaksi dengan orang lain dan lingkungan.

Kembali kepada watuk dan watek , ternyata kalau batuk bisa diobati atau disembuhkan relatif lebih cepat, sedangkan watak memerlukan waktu yang lama berubahnya. Kata orang menghilangkan karakter buruk itu bisa berubah dengan bertambahnya umur, dengan pengalaman hidup, dengan pendidikan, oleh lingkungan, oleh keadaan, ajaran agama, saling belajar dari pasangan hidup watak-watak yang baik. Juga penting bahwa segera menyadari bahwa diri mempunyai karakter yang tidak baik lalu berusaha keras untuk untuk menghilangkannya.

Selanjutnya tak usah dibaca kalau tak berkenan…

Untuk mengenal watak manusia  Eneagram menggambarkan tipe energi alam yang melambangkan cara orang dalam menentukan pilihan, bertingkah laku, dan sifat-sifat asli atau watak manusia dalam kehidupan sehari-hari.

Ke-9 sifat itu adalah :

  1. Perfeksionis
    Orang dengan watak ini cenderung realistis, memiliki suara hati yang peka dan memiliki prinsip yang amat kuat. Umumnya memiliki idealisme yang tinggi
  2. Helper
    Tipe ini memiliki kecenderungan orang yang peduli dengan lingkungannya, suka menolong, peka terhadap kebutuhan orang lain, dan amat bersahabat
  3. Achiever
    Ciri-ciri tipe achiever adalah penuh semangat, selalu hidup optimis, punya kepercayaan diri yang kuat, dan memiliki visi atau arah yang akan dicapai. Umumnya orang-orang ini adalah motivator bagi orang lain di lingkungannya
  4. Romantis
    Penuh pengertian, peka terhadap perasaan dan pergaulan penuh kehangatan adalah ciri-ciri orang romantis.
  5. Observer
    Memiliki keingintahuan yang tinggi akan ilmu pengetahuan
  6. Questioner
    Penuh tanggung jawab, setia pada keluarga atau kelompok, biasa kita sebut loyalis, orangnya dapat dipercaya
  7. Adventurer
    Penuh semangat, lincah, dan optimis. Punya ambisi untuk menghasilkan sesuatu di dunia
  8. Asserter
    Suka terus terang, langsung apa adanya, percaya diri yang tinggi
  9. Peacemaker
    Baik hati, mudah menerima, suka mendukung dan suka menyatu dengan lingkungan sekitarnya

Hartman membaginya menjadi empat motif utama, yaitu : kekuasaan, keintiman, kesenangan, dan kedamaian. Dalam bukunya yang berjudul The Color Code, motif kekuasaan dilambangkan dengan warna merah, keintiman dengan biru, kedamaian dengan putih, dan kesenangan dengan warna kuning.

Mau coba ikut tes kepribadian Hartman ? Gratis kok, silahkan klik di sini pilih Personality Test 

Dari berbagai sumber