Saling Menzalimi…

Pedagang kaki lima adalah pencari nafkah hidup untuk diri dan keluarganya adalah pekerjaan halal yang tentu saja baik. Akan tetapi jika tempat memasang lapaknya atau ngampar dagangannya di trotoar dimana trotoar adalah haknya pejalan kaki, maka pkl tersebut telah merebut hak orang lain, dan merebut hak orang lain adalah zalim, atau menzalimi orang lain. Dalam KBBI disebutkan menzalimi adalah menindas; menganiaya; berbuat sewenang-wenang terhadap… Berbuat zalim adalah perbuatan tercela dan ajaran agama melarang keras perbuatan itu.

Bukan hanya di trotoar haknya pejalan kaki yang pkl tidak boleh berjualan akan tetapi di tepi jalanan yang bahkan tidak dibuatkan trotoarnya, pkl tetap tidak boleh berjualan. Berjualan di jalanan kompleks perumahan juga tidak boleh, ini bukan hanya hak kendaraan yang lewat akan tetapi juga warga ketiban pulung, lingkungan yang tadinya asri dan nyaman menjadi kumuh, ramai, macet lalu lintas, bahkan untuk lewat hanya membawa badan sekali pun harus berdesakan. Dan meskipun warga sudah menolaknya, pkl tetap berjualan bahkan semakin panjang, semakin ramai, dan warga tanpa bisa berbuat apa-apa merasa dizalimi sudah lebih dari 15 tahun.

Menzalimi hak pejalan kaki bukan hanya pkl akan tetapi juga trotoar dijadikan tempat parkir liar. Ada lagi karena jalan haknya kendaraan penuh sesak alias macet yang disebabkan oleh kaum pkl yang berjualan di sembarang tempat maka kendaraan motor roda dua loncat ke trotoar. Artinya pengendara sepeda motor telah terzalimi pkl kemudian menzalimi hak pejalan kaki.

Akibat dari pkl yang berjualan di tempat yang bukan peruntukannya semisal di tepi jalan itu, yang paling terasa adalah kemacetan lalu lintas. Hak pengendara mobil dan motor telah terzalimi karena terampas oleh kaum pkl dan pembelinya. Akibat dari kemacetan lalu lintas berbagai dampak terjadi, yang sederhana pengguna kendaraan menjadi stres karena berbagai jadwal tidak terpenuhi. Walikota Bandung menyebutkan ada 600.000 orang warga yang menderita stres. Katanya tandanya stres yang paling kelihatan adalah tidak lagi menaruh perhatian atau simpati kepada orang lain, apalagi merasa empati.

Saya belum puas soal pkl ini di Bandung ada contoh abadi penzaliman terjadi akibat pkl ini. Lihat di kawasan Cicadas Bandung daerah paling kumuh dimana pkl mendominasi jalan trotoar dan yang terzalimi hak pejalan kaki dan pemilik toko, dan itu terjadi sudah 20 tahunan. Kalau masih kurang ada satu lagi penzaliman yang terjadi lebih dari 20 tahunan kemacetan lalu lintas akibat pkl dan pekerja yang keluar masuk di wilayah Rancaekek Bandung.

Perdanya untuk memberi hak penertiban oleh aparat sudah ada. Tapi mengapa kita saling menzalimi, dan mengapa melihat semua itu kita menjadi banyak yang impoten.

Advertisements

Pengalaman Memperpanjang STNK di Samsat Bandung Timur

Berurusan administrasi dengan suatu institusi pemerintahan adalah kesannya ruwet dan sangat birokratis, itu dalam benak saya. Seharusnya urusan kendaraan bermotor yang notabene membayar pajak (pemasukan uang bagi negara) seyogianya dipermudah, disederhanakan, dan pembayar pajak di-happy-kan, hehehe itu juga pemikiran dan harapan saya.

Karena pemikirannya begitu, secara psikologis saya sudah kalah duluan, pasrah, nrimo, apapun yang akan terjadi maka terjadilah. Itulah yang ada dalam benak saya sebelum mengurus perpanjangan STNK sekaligus mengganti plat nomor dengan yang baru. Padahal saya seharusny lebih PD karena tidak ada “kesalahan” yang saya perbuat, karena pemilik mobil adalah saya sendiri sesuai dengan nama yang tertera dalam KTP, kemudian masa kadaluwarsa STNK dan nomor plat masih 10 hari lagi, KTP punya BPKB punya, ayo dong PD saja! Cuek saja!

Kalau membayar STNK tahunan tidak disertai dengan penggantian nomor plat kendaraan sudah rutin saya lakukan setiap tahun dengan datang ke drive thru Samsat Bandung Timur, sudah dilayani dengan memuaskan prosesnya hanya beberapa menit saja, pelayanan yang very very good!

Hanya kenapa kali ini saya jadi tidak PD, karena kali ini penggantian STNK dengan disertai penggantian nomor plat mobil yang dipebaharui 5 tahun sekali, tentunya prosedurnya tidak sepeti di drive thru, akan tetapi harus masuk ke dalam kantor Samsat itu mengikuti tahap-tahap (birokrasi) yang telah ditentukan. Dan urutan-urutan itu yang membuat saya keder maklum, sekali lagi, lima tahun sekali.

Inilah urutan yang saya lakukan, jangan lupa membawa KTP, kendaraan, STNK, dan membawa BPKB:

  1. Pertama-tama datanglah ke bagian formulir untuk mendapatkan formulir untuk menggesek nomor mesin dan nomor kendaraan
  2. Lalu pergi ke halaman Samsat untuk pengecekan fisik kendaraan yaitu dengan menggesek nomor mesin dan nomor chasis, itu dilakukan oleh petugas lalu ditandatangani oleh petugas lain di tenda
  3. Masuk ke dalam kantor Samsat lagi untuk persetujuan ke dua, lokasinya di bagian belakang tempat duduk hadirin
  4. Pergi ke gudang file yang lokasinya tersembunyi di belakang masjid, istilahnya cabut file
  5. Datang lagi ke bagian formulir dan formulir akan dilengkapi dengan beberapa formulir terutama untuk diisi nama dan alamat yang sesuai dengan yang ada di KTP
  6. Datang ke bagian pengesahan untuk pembayaran
  7. Melakukan pembayaran di bank bjb di samping tempat itu juga sebesar sesuai yang ditentukan
  8. Setelah membayar lalu tunggu di tempat pengambilan STNK baru, akan tetapi ternyata STNK baru saat itu belum selesai karena kata petugasnya sedang tidak ada material, harus datang tiga hari lagi
  9. Pada hari yang sudah ditentukan datang lagi dan seperti yang dijanjikan STNK baru keluar dan selesai
  10. Datang ke bagian pengambilan plat nomor ternyata untuk plat nomor baru itu harus menunggu satu bulan lagi, akan tetapi di bagian belakang resi STNK baru tersebut, dicap oleh petugas suatu pernyataan bahwa nomor platnya akan selesai sebulan lagi sehingga apabila ada razia tinggal menunjukan pernyataan tersebut.

Begitulah pengalaman saya memperpanjang STNK kendaraan roda empat pada bulan Mei 2011 di Samsat (Sistem Administrasi Satu Atap) Bandung Timur dengan penggantian nomor plat.

Meski harus menunggu satu bulan lagi untuk plat nomor kendaraan namun saya merasa puas dengan pelayanan yang cukup ramah dan satu ini yang penting tidak ada pungli dan tidak ada percaloan.

Bravo Samsat Bandung Timur!

Lihat peta Samsat Bandung Timur


Kompleks Instansi Militer, Bersih dan Asri

Kompleks Instansi Militer yang Bersih dan Asri

Saat ini di Kota Bandung beberapa aula atau ruang pertemuan milik instansi militer sering disewakan untuk keperluan umum khususnya dalam mengadakan resepsi pernikahan. Bahkan acara akad nikahnya sendiri sering dilakukan di masjid kompleks militer tersebut.

Karena agak sering hadir di acara resepsi pernikahan di kompleks militer itu, saya jadi memperhatikan kebersihan dan keasrian kompleksnya.

Dibanding dengan instansi atau Kantor-kantor Dinas Departemen lain yang maaf banyak yang kumuh, instansi militer ternyata cukup bersih dan asri.

Tadinya saya mengira hanya di sekitar gedung atau aula yang disewakan saja akan tetapi di tempat lain pun cukup bersih dengan rumput hijau dan pohon yang rindang.

Bukan hanya di Kota Bandung demikian juga di Kota Cimahi, saya kebetulan sering lewat Kota Cimahi, dimana di Kota Cimahi paling banyak kompleks militernya,  meskipun kelihatan dari luar tapi cukup bersih dan asri, apalagi gedung yang ditempati banyak bangunan lama masih tetap terpelihara keasliannya.

Belum melihat bagian dalamnya memang.

Pembuatan SIM Bandung di Mobil Keliling

Unit Mobil Pelayanan SIM Keliling

Jika Anda penduduk kota Bandung, kemudian ingin memperpanjang waktu penggunaan SIM, cobalah di unit Pelayanan Mobil Keliling. Sesuai dengan namanya Pelayanan Mobil Keliling maka tempatnya pun berpindah-pindah, misalnya:

dari informasi http://tmcbandung.com/ (TMC Polrestabes Bandung), bahwa

Informasi SIM Keliling

Kamis, 27 Januari 2011 – ITC Kebon Kelapa
Jum’at, 28 Januari 2011 – MIKO Mall Kopo
Sabtu, 29 Januari 2011 – Lucky Square Jl. Jakarta
Minggu, 30 Januari 2011 – Car Free Day Dago

tapi itu contoh yang lewat.

Untuk informasi sedang dimana hari ini Pelayanan Mobil Keliling berada, buka saja Tribune Jabar dan Pikiran rakyat, pasti ada disebutkan lihat saja di koran onlinenya.

Pelayanan di meja pembuatan SIM

Ini adalah hanya untuk memperpanjang bukan membuat SIM baru, SIM baru tetap di jalan Jawa Bandung. Kategori memperpanjang SIM adalah  umur SIM yang daluwarsanya masa penggunaan belum satu tahun.

Inilah pengalaman saya mengantar anak membuat perpanjangan SIM C dan SIM A pada akhir bulan Januari 2011. Urutannya:

  1. Pastikan dimana lokasi Pelayanan Mobil Keliling berada
  2. Siapkan KTP dan foto copynya
  3. Siapkan SIM yang akan diperpanjang waktu pemakaiannya
  4. Serahkan berkas tersebut ke meja pelayanan di luar Unit Mobil Pelayanan SIM Keliling
  5. Isi formulir  yang diberikan, jika sudah terisi serahkan lagi ke petugas
  6. Kemudian membuat tanda tangan di kotak yang telah disediakan
  7. Menunggu untuk dipanggil difoto di dalam Mobil Untit tersebut
  8. Menunggu lagi, dan akhirnya SIM selesai
  9. Jika ingin dilaminating saat itu juga bisa, itu diluar pembiayaan pembuatan SIM

Lama waktu pembuatan  SIM saat itu yaitu ketika anak saya memperpanjang SIM A dan SIM C selama sekira 2 jam, tapi datang ke lokasinya sekitar jam 10.00. Biaya yang dikeluarkan adalah SIM A  Rp 140.000 dan SIM C Rp 135.000.

Ada baiknya sudah berada di lokasi sekitar jam 07.00 pagi, prosesnya bisa lebih cepat.

Membayar Lebih Mahal Untuk Air dari PAM

Saya sampai sudah lupa pelayanan air ledeng yang standar itu seperti apa, saat ini dan setidaknya sejak 10 tahun yang lalu di kompleks perumahan sekitar Bandung Timur cukup merana. Mengapa merana, karena hanya mengalirnya mulai tengah malam sampai jam 4 pagi saja. Selebihnya yaitu pagi, siang, dan sore, sama sekali setetes pun tak mengalir. Padahal kegiatan hidup kita siang hari bukan?

Kalau diceritakan ke penghuni perumahan di wilayah Bandung lain seperti daerah Cibeureum misalnya, pasti mereka menyebutkan sudah untung bisa mengalir malam, mereka lebih parah karena selamanya tidak pernah dialiri air kran dari pdam itu. Itulah yang menyebabkan saya sampai lupa pelayanan air yang baik itu yang bagaimana.

Memang sebagai contoh saya membayar relatif murah sekitar Rp 50.000 per bulan karena penghuni rumahnya juga cuma berdua, dan karena mengalirnya hanya malam terpaksa tengah malam itu harus menampung dulu, terus mengisi bak kamar mandi. Dan jika ingin mengisi bak kamar mandi di atas terpaksa harus dipompakan dulu dengan pompa air.

Sementara ini saya berpendapat bahwa kita sebetulnya membayar air ledeng itu lebih mahal dari sesungguhnya. Coba saja hitung pertama harus membuat penampung dulu karena siang hari air tidak mengalir, kedua harus memompa air ke penampungan yang lebih atas dan pompa harus dibeli dan harus dijalankan dengan menggunakan listrik, ketiga harus membeli tong penampungan lain jika rencana ada tamu yang menginap, keempat mengeluarkan tenaga karena sebagian harus diangkut menggunakan ember, kelima harus bangun tengah malam untuk menampungnya dan tidak bisa ditinggal akibatnya kita terganggu tidur. Kan kalau dirata-rata jatuhnya kita membayar langganan air lebih mahal.

Barangkali iya ada obatnya, sabar dan tawakal saja, tapi apa memang begitu pelayanan air minum yang baik?

PLN Usulkan Listrik Untuk Masyarakat Miskin Gratis

Antara – Minggu, 13 Juni

Jakarta (ANTARA) – Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara Persero (PLN), Dahlan Iskan, mengusulkan agar listrik untuk masyarakat miskin digratiskan, sementara untuk yang lain disesuaikan tarifnya dengan harga pasar.

“Saya serius. Yang miskin gratis saja, sudah kita cetuskan di DPR kemarin. Pemerintah belum ada tanggapan, dikira saya guyon. Saya serius,” katanya dalam acara diskusi TDL yang diselenggarakan Forkem dengan Kementrian Koordinatao Perekonomian di Pulau Bidadari, Jakarts, Sabtu. Continue reading