Selamat Kang Dada!

Peristiwanya sudah basi yaitu pada hari Minggu tanggal 10 Agustus 2008 warga kota Bandung mengadakan pesta demokrasi, yaitu pesta pilkada. Tapi karena seringnya pilkada di berbagai daerah, jadi tidak serasa pesta lagi, tidak istimewa lagi, apalagi sengaja menunggu saatnya pilkada tidak sama sekali tidak. Baru saja pilkada untuk Gubernur Jabar, sekarang pilkada lagi untuk memilih walikota. Jadi jika ada himbauan untuk menjadi warga yang baik ikut memilih, sudah bosan rasanya.

Hari itu setelah “nyoblos” saya dan istri langsung pergi ke luar kota, dan seolah soal pilkada terlupakan. Jadi pada hari pertamabelum tahu hasilnya, padahal biasanya pada sore hari pemilihan lewat Quick count, sudah bisa diperkirakan hasilnya.

Pada hari kedua yaitu hari Senin saya baru tahu bahwa yang menang adalah Dada Rosada incumbent. Dada Rosada hampir menang mutlak karena mendapatkan angka 60% lebih.

Pada hari keempat yaitu hari Rabu baru saya bisa membaca Koran PR tanggal 13 Agustus 2008 dimana tertulis bahwa:

1.Dada Rosada dan Ayi Vivananda 64,96%

2.Taufikurahman dan Abu Syauqi 25,72%

3.Hudaya Prawira dan Nahadi 9,32%

Dijelaskan disana bahwa suara masuk: 965.210 suara, jumlah pemilih: 1.537.074 orang. Sumber KPU Kota Bandung Selasa 12 Agustus 2008 pukul 20.00 WIB. Wah angka yang tidak nyoblos: 571.864 orang

Kang Dada jadi walikota Bandung lagi untuk periode tahun 2008 – 20013, yah meski belum tahu program-programnya, selamat deh Kang Dada!.

Pemilu Caleg

Tanggal 9 April adalah hari bersejarah bagi bangsa Indonesia karena pada hari itu dilaksanakan Pemilu Caleg. Berita pemilu terebut telah cukup dari koran dan TV saja jadi saya tidak akan membahasnya di sini. Tapi harus ada yang saya tulis di blog ini, yaitu alasannya karena hari bersejarah siapa tahu lima tahun kedepan saya tidak mengalaminya lagi. Sedikit saja, adapun hasil sementara – ketika saya terbangun malam dan langsung melihat TV jam 1:30 AM dini hari tanggal 10-Apr-09 tadi – hampir dapat dipastikan bahwa urutannya adalah

    1. Partai Demokrat 20%
  • Partai Golkar 14,5%
  • Partai PDI Perjuangan 14,0%

Dengan catatan quick count sudah masuk 98%, nanti partai yang paling banyak anggota DPRnya adalah partai Demokrat. Ini tentu saja memuluskan pencalonan SBY pada pemilu presiden sebentar lagi.

Saya dan dua lagi anggota keluarga datang ke TPS sekitar jam sembilan pagi, karena relatif sepi maka tidak sampai 10 menit pencontrengan sudah selesai. Seperti juga dikeluhkan oleh pemilih lain saya juga tidak kenal dengan caleg yang akan dicontreng. Terus terang daripada memilih asal-asalan dan tidak memakai hati nurani, saya ahirnya menentukan mencontreng caleg perempuan dari partai tertentu.

Kalau ada yang bertanya mengapa memilih partai tertentu, karena saya hapal agenda dari partai tersebut. Mengapa memilih perempuan, karena kasihan perempuan sedang mengejar target untuk anggota dewan 30%. Dan lagi rasanya anggota dewan perempuan belum ada yang korupsi. Itulah yang saya definisikan dari kalimat “memilih dengan hati nurani”.

Hanya barangkali untuk agar para caleg dikenal oleh pemilihnya kedepan pada pemilu berikutnya lima tahun lagi harus ada upaya-upaya. Maksudnya upaya-upaya adalah agar para caleg dikenal oleh para pemilih karena reputasinya misal dalam membela dan memperjuangkan hak-hak rakyat pemilih. Karena bagi yang berhati nurani dan tidak ingin sembarang pilih dengan asal contreng saja, jelas lebih baik golput.

Selanjutnya malah kami terus jalan-jalan keliling kota Bandung. Jalan-jalan di Bandung seperti saat hari raya lebaran hampir kosong, tidak banyak kendaraan dan tentu saja tidak ada kemacetan lalu lintas sebagaimana rutinitas kota Bandung.