Pengobatan Alternatif

Belakangan ini, terutama siaran di TV, banyak sekali membahas pengobatan alternative. Pengobatan alternative dimaksud adalah pilihan lain pengobatan penyakit selain pengobatan medis rumah sakit atau klinik praktek dokter. Pengobatan alternative tersebut menjanjikan kesembuhan yang paripurna juga penyembuhan berbagai penyakit dari mulai penyakit ringan sampai penyakit yang berat seperti kanker. Tindakannya bisa dengan dipijat, akupresur, transfer energy, penyakitnya dipindah ke medium lain umpama binatang seperti kambing, bahkan si pasien tidak disentuh sama sekali diobati dari jarak jauh.

Tentu saja pilihan ini atau alternative pengobatan ini sepenuhnya atas pilihan si penderita, apalagi misalnya dengan pengobatan medis terasa sangat  mahal, pengobatan non medis merupakan pilihan atau alternative yang siapa tahu memang bisa menyembuhkan.

Tapi namanya penyakit kadang-kadang tidak bisa dipandang enteng begitu saja, saya sengaja meng-copy paste ulasan dari kompas.com, siapa tahu jadi referensi kita.

10 Penyakit Paling Misterius

Senin, 22 November 2010 | 11:11 WIB

Kompas.com — Ada begitu banyak penyakit yang bisa disembuhkan oleh dokter hanya dengan menuliskan resep obat. Namun, di luar sana masih banyak penyakit yang, jangankan ada obat yang cespleng, penyebab timbulnya penyakit ini saja masih jadi misteri. Berikut adalah 10 penyakit yang hingga saat ini masih terus diteliti oleh para ilmuwan.

10. AIDS
Sudah 25 tahun sejak penyakit ini pertama kali diidentifikasi, tetapi tetap belum ada obat untuk penyakit yang lengkapnya bernama acquired immune deficiency  syndrome ini. AIDS termasuk dalam pembunuh utama di dunia, terutama di negara berkembang. Virus human immunideficiendy virus (HIV) diketahui pertama kali menjangkiti simpanse sebelum akhirnya virusnya bermutasi dan menginfeksi manusia. Para ilmuwan menyatakan, simpanse dan manusia tertular virus itu melalui cara sama dengan monyet terinfeksi, yaitu melalui aktivitas seksual.

9. Alzheimer
Penyakit alzheimer atau lebih dikenal sebagai kepikunan sering dianggap sebagai hal yang wajar diderita golongan usia lanjut. Namun, sebenarnya alzheimer adalah penyakit yang diakibatkan oleh degenerasi otak. Riset menunjukkan, massa otak penderita berkurang karena sel-sel saraf mengalami kematian secara cepat. Akibatnya, transmisi antarsel otak pun terganggu karena asetilkolin (zat yang berfungsi sebagai sarana komunikasi antarsel otak) jumlahnya turun.

Sampai saat ini para ahli belum mengetahui penyebab pasti penyakit yang menjadi penyebab kematian keempat di Amerika Serikat dan Eropa setelah kanker, penyakit jantung, dan stroke ini.

8. Salesma (“common cold”)
Meski penyakit ini tiap tahunnya menyerang jutaan orang di AS, belum banyak pengetahuan yang dimiliki para dokter mengenai penyakit salesma ini. Pada umumnya penyakit ini akan sembuh hanya dengan istirahat dan sup panas, bukan antibiotika.

7. Flu burung
Tubuh manusia tidak memiliki kekebalan terhadap virus flu yang dibawa oleh unggas. Para ahli juga mengkhawatirkan mutasi virus ini menjadi jenis baru yang bisa menular antarmanusia. Risiko kematian pada orang yang terinfeksi flu burung mencapai 50 persen karena virus ini tergolong sangat ganas.  Melalui tindakan stamping out, yakni membunuh semua ayam pada peternakan terserang, disertai desinfeksi kandang, maka penyakit tersebut dapat diberantas.

6. Pica
Orang yang terdiagnosa menderita Pica memiliki ciri khas suka memakan benda-benda yang tidak wajar, seperti kertas, lem, tanah, bahkan meminum minyak. Meski kondisi ini sering dikaitkan dengan faktor kekurangan mineral dalam tubuh, tetapi para ahli belum menemukan pemicu pasti kondisi ini. Karena itu, terapi dan konseling sering dipakai sebagai cara untuk menghilangkan kebiasaan yang tidak normal ini.

5. Penyakit autoimun
Penyakit ini terjadi manakala sistem imunitas tubuh berlebihan sehingga tidak bisa membedakan virus atau kuman dengan sel tubuh manusia. Ia menyerang tubuh sendiri. Sebagai perbandingan, jika penderita AIDS kekurangan daya imun tubuh, penderita autoimun justru kelebihan.

Sampai saat ini belum diketahui penyebab penyakit yang salah satunya adalah penyakit lupus ini. Anehnya, penyakit lupus sering ditemukan pada perempuan yang sangat aktif atau perempuan amat pendiam.

4. Skizofrenia
Orang dianggap menderita skizofrenia jika selama satu bulan mengalami gejala psikotik, seperti berhalusinasi dan mengalami waham. Akibatnya, telinga penderita, misalnya, mendengar bisikan-bisikan aneh yang sebenarnya tidak ada. Waham adalah kondisi ketika pikiran penderita tidak realistis. Dia, misalnya, merasa dikejar-kejar pembunuh.

Untuk mengatasi gejala psikotik itu, dokter biasanya memberikan obat antipsikotik. Pengobatan berlangsung lama, bahkan sebagian penderita harus minum obat sepanjang hidupnya.

3. Creutzfeldt-Jakob
Ini adalah gangguan otak yang langka dan fatal. Diperkirakan disebabkan oleh prions, yaitu zat-zat penyebab infeksi yang dapat mengubah molekul protein normal menjadi protein yang dapat menyebar dan bersifat mematikan.

Gejala paling dini dari penyakit ini berupa gangguan pada memori serta perubahan perilaku. Penyakit ini berkembang dengan cepat disertai entakan otot, lemas pada tangan dan tungkai kaki, kebutaan, dan akhirnya koma. Penyakit ini sering disebut juga sebagai penyakit sapi gila.

2. Penyakit lelah kronik
Ini termasuk dalam penyakit dengan gejala fisik yang tidak bisa dijelaskan secara medis. Penderita penyakit ini sering mengalami rasa lelah yang berlebihan hingga tidak dapat melakukan apa pun dan cuma bisa berbaring di tempat tidur selama berhari-hari.

1. Penyakit morgellons
Penyakit ini termasuk dalam jenis penyakit kulit yang misterius. Penderita penyakit morgellons mengeluhkan adanya parasit di bawah kulitnya yang membuatnya ingin terus menggaruk hingga seluruh kulitnya terluka dan memiliki luka terbuka. Sebagian ahli menyebut penyakit ini lebih disebabkan oleh faktor delusi, tetapi sebagaian berpendapat penyebabnya nyata.

Advertisements

Inilah Anggota DPR yang ke Rusia

JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah sebelumnya simpang siur, Kompas.com mendapatkan kepastian 12 dari 13 nama anggota DPR  yang melakukan studi banding rumah susun ke Rusia. Daftar nama ini disampaikan Ketua Tim Delegasi tim studi banding ke Rusia Mulyadi dari Fraksi Partai Demokrat.

Berikut nama-namanya:
1. IR. H. Mulyadi dari Fraksi Partai Demokrat
2. Drs. Yoseph Umarhadi M.Si, MA dari Fraksi PDI-P
3. Agus Bastian SE.MM dari Fraksi Partai Demokrat
4. Etha Bulo dari Fraksi Partai Demokrat
5. Sonny Waplau dari Frasi Partai Demokrat
6. Drs Umar Arsal dari Fraksi Partai Demokrat
7. Ir Ali Wongso Halomoan Sinaga dari Fraksi Partai Golkar
8. IR Sudjadi dari Fraksi PDI-P
9. KH Abdul Hakim MM dari Fraksi PKS
10. KH Asep Ahmad Maoshul Affandy dari Fraksi PPP
11. Nur Iswanto SH, MM dari Fraksi Gerindra
12. Saleh Husin SE, M.Si dari Fraksi Hanura

Sebelumnya, Kompas.com memuat nama-nama Panja RUU Rumah Susun lainnya. Nama-nama yang dimuat sebelumnya mengikuti studi banding ke Italia (Baca:Saya dari Moskow, Tugas Negara).

Tim studi banding rumah susun ke Rusia ini menjadi pemberitaan setelah adanya laporan bahwa mereka tidak menunjukkan kepedulian terhadap seratusan TKW yang kebingungan di Dubai.

Seperti diberitakan, rombongan anggota DPR dari Moskwa, Rusia, transit bersama rombongan tenaga kerja wanita Indonesia di Dubai. Penerbangan mereka ke Jakarta ditunda karena lalu lintas udara tidak aman akibat debu letusan Gunung Merapi.

Diberitakan, akibat penundaan itu, para TKW bingung karena tidak tahu harus berbuat apa. Mereka kemudian dibantu  sejumlah “relawan” Indonesia. Rombongan anggota DPR dilaporkan bersikap acuh tak acuh terhadap seratusan lebih TKW yang kebingungan (Baca:Rombongan DPR “Telantarkan” TKW di Dubai).

Wakil Ketua Komisi V Mulyadi yang juga Ketua Tim Studi Banding ke Rusia, membantah bahwa dirinya beserta rombongan mengabaikan para TKW yang terdampar di Dubai, beberapa waktu lalu.

Catatan: Copy paste dulu ah, komentarnya nanti saja, kalau sekarang bisa keluar sumpah serapah yang tidak pantas.

 

Tukang Becak

KH Abdurrahman Wahid sangat-sangat tidak setuju dengan adanya tukang becak. Kalau Gus Dur minta dukungan dalam hal ini, saya termasuk yang juga ikut angkat tangan, setuju banget Gus! Tapi Gus satu ini sudah tiada, tidak ada lagi yang membela kaum lemah dan terpinggirkan seperti tukang becak. Dimata saya paling menghinakan nilai kemanusiaan adalah menjadi tukang becak, bayangkan demi sesuap nasi harus menggenjot pedal untuk mengantarkan pelanggan, dengan tenaga manusianya. Bukankah ini pembinatangan manusia! (Istri saya kalau mendengar saya ngomong begini yang sedikit meledak-ledak akan berkomentar: “Sabar Pak, sabar!”). Iya dong, kalau saja mereka punya kesempatan lain yang lebih manusiawi pasti amit-amit jadi tukang beca.

Saya berangkat merantau ke seberang pulau Jawa tahun 1977, di daerah Cicadas Bandung banyak kaum lemah tukang becak ini dengan kondisi yang menyedihkan. Dan 24 tahun kemudian tahun 2001 saya sudah menjadi “laskar tak berguna” kembali ke kota Bandung, berubahkah tukang becak? Tidaaaak, sekali lagi tidaaak!!! Tetap sengsaranya tetap tukan becaknya, tetap menyedihkannya. Saya dengan kedunguan yang sama dengan…….., tidak bisa berbuat apa-apa, cuma mengelus dada!

Keberanian Menulis Tak Pernah Muncul

Lihat saja blog ini! Saya tidak menulis apa-apa di sini hampir telah lima bulan. Mengapa? Karena keberanian untuk menulis sesuatu tak pernah muncul. Menulis apa coba? menulis cerpen, tak pernah dan tidak ada ide untuk itu. Oke, misal soal politik, wah sudah banyak ditulis oleh para pakar dengan bahasa yang demikian bagus dan menariknya di koran-koran. Rasanya sudah tidak ada yang bisa saya tulis lagi akhirnya keberanian menulis sederhana hanya di catatan harian saja, tersembunyi untuk dinikmati sendiri.

Tapi dorongan untuk menulis terus menggebu, masalahnya umur saya jauh dari muda bahkan sudah lansia, sudah 64 tahun lebih. Jika nanti hasil pemikiran atau hasil renungan saya tidak terungkap, jelasnya dibawa mati, komplitlah saya menjadi orang yang tidak berguna! Tapi sekali lagi menulis apa coba? Dan buat apa, meskipun menulis toh juga tidak akan merubah apa-apa. Bahkan barangkali tidak ada yang berniat untuk membacanya.

Apa menulis sembarang saja ya, biar tidak ada beban, tidak ada utang, plong!