Orang- Orang yang Malang

image
Judul : Orang-Orang yang Malang
Penulis: Victor Hugo
Alih bahasa: A. Haryono
Penerbit: PT Gramedia, 1977
Sampul: Soft cover, kertas koran, 175 hal.
Ukuran: 18 x 12 cm
Judul asli: Les Miserables (The McMillan Company of India Ltd 1971)
Diceritakan kembali oleh: Beatric Conway

Umur buku ini sudah 37 tahun, saya mandapatkannya dari pedagang buku bekas di Cikapundung Bandung. Harga buku ini seperti tertera di cover belakang Rp 750,- Lembaran bukunya sudah menguning, sama dengan buku-buku terbitan tahun 70-an lain seperti buku-buku Winnetou terbitan Pradnja Paramita 1972.

Novel ini adalah genre fiksi sejarah, peristiwa terjadi tahun 1815 di Perancis, roman tersebut menceritakan tentang kehidupan dan interaksi dari beberapa karakter yang tajam dan jelas. Les Miserables bahasa Perancis diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia menjadi “Orang-Orang yang Malang”, “Orang-Orang Celaka”, atau “Korban”.

Hugo menggambarkan karakter Valjean sebagai seorang pria yang berjuang selama 19 tahun menghadapi hukuman karena mencuri sebongkah roti agar dia bisa memberi makan anak saudarinya. Pidana dijatuhkan untuk Valjean adalah penjara 5 tahun untuk tuduhan pencurian, 12 tahun karena empat kali berusaha melarikan diri, dan 2 tahun karena melawan dalam salah satu upaya pelarian.

Dalam perjalanan pelarian inlah Jean Valjean, seorang baik hati yang dengan iklas menolong sesama yang tertimpa kemalangan. Namun upaya-upaya menolong orang-orang yang malang ini selalu mendapatkan halangan rintangan dan nasib sial yaitu dikuntit terus oleh musuh bebuyutannya yaitu Inspektur Polisi Javert, yang tanpa henti berusaha menangkap Valejan untuk dijebloskan ke dalam penjara.

Dalam perjalanan pelariannya Valejan sampai di kota Digne dimana penduduknya sudah mengetahui bahwa dia adalah narapidana buronan, jadi tidak ada satu pun hotel atau rumah makan yang menerimanya. Akhirnya setelah demikian lama berjalan dalam kelelahan dan lapar, kepada Valejan ditunjukan seseorang sebuah rumah yang pasti akan menerimanya. Rumah tersebut diisi seorang uskup baik dan ramah bernama Myreal. Selanjutnya diceritakan bahwa Valejan berbuat salah lagi dan entah pertimbangan apa dia menjadi pencuri yaitu mengambil piring, peralatan makan lainnya, beserta penyangga lilin, yang kesemuanya terbuat dari perak yang murni tentu kalau dijual harganya mahal. Kemudian pagi hari buta dia lari ke kebun, melemparkan keranjang bawaannya, melompat dinding seperti seekor harimau dan lari.

Nasib sial tertangkap polisi kemudian dibawa ke rumah sang Uskup. Tapi Uskup yang baik itu mengatakan bahwa barang tersebut adalah pemberiannya. Dari sinilah Valejan mendapatkan goncangan dalam jiwanya dan berjanji akan menjadi orang yang baik.

Tersebutlah seorang perempuan cantik bernama Fantin dimana ia telah menyerahkan diri kepada kekasihnya sebagaimana seorang istri kepada suaminya. Dan dari buah cinta ini lahirlah seorang bayi perempuan yang diberi nama Cozette. Karena Fantin harus bekerja, dia menitipkan anaknya kepada keluarga Thenardier. Dengan segala daya upaya sampai menjual rambutnya yang indah dan giginya yang putih bersih kemudian uangnya dikirimkan untuk biaya pengobatan yang dikabarkan anaknya sakit. Namun keluarga Thenadier yang dititipi amanah telah hianat dengan memperlakukan anak balita yang cantik ini dengan penuh kebengisan, tidak manusiawi, jauh dari kasih sayang, malahan memperlakukannya sebagai pembantu rumah tangga.

Selanjutnya dalam perjalanan hidup Jean Valejean yang semakin tua membesarkan Cozette yang telah tumbuh menjadi gadis yang cantik nan menawan kemudian ada pemuda tampan bernama Marius.

Buku berukuran hampir buku saku ini jika dibandingkan dengan terbitan baru dari penerbit Bentang Pustaka cetakan II, 2006 ukuran buku normal berisi 692 halaman. Tentu dibandingkan dengan edisi ringkas yang hanya 175 halaman telah dilakukan peringkasan besar-besaran.

Justru dengan edisi ringkas ini tentunya banyak hal-hal yang sengaja dilewatkan tidak sebagaimana apalagi dibanding dengan terbitan pertamanya dalam bahasa Perancis. Maksud dijadikan edisi ringkas adalah agar cerita tersebut bisa dinikmati oleh masyarakat umum dengan harga murah. Meski begitu buku ini sangat enak untuk dibaca, alur cerita sambung menyamvung dengan jelas.

Buku asal berjudul “Les Miserables” ini adalah buku bermutu yang jangan sampai tidak membacanya. Meski terjadi di zaman klasik dan di negeri asing pula akan tetapi contoh-contoh kebaikan, kejujuran, kasih sayang yang tulus, dan juga menolong sesama yang dalam kesusahan akan menginspirasi kita untuk menjadi manusia berguna bagi sesama. Semoga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s