Pengalaman Membaca “Si Cantik dari Notre Dame”

image

Judul: Si Cantik dari Notre Dame
Judul dalam bahasa Inggris: The Hunchback of Notre Dame
Penerbit: Serambi Ilmu Semesta
Cetakan: I, 2010
Jumlah halaman: 570

Buku novel ini dipinjam dari Perpustakaan Daerah Jabar di Bandung dimana saya sudah lama menjadi anggotanya. Sekali peminjaman diperbolehkan sejumlah tiga buah buku dan diberi waktu 3 minggu. Dalam rangka memupuk hobi baru membaca novel klasik dunia, maka saya memulainya dengan meminjam buku ini. Setelah satu minggu ada di tangan ternyata baru selesai setengahnya dari jumlah halaman 570 baru sampai ke halaman 282, jadi baru setengahnya. Kemampuan membaca seorang yang sudah berumur seperti saya hanya 35 halaman per jamnya, sepertinya kalau terus-terusan membaca perlu waktu sekitar 17 jam. Sebetulnya kalau konsisten membaca dalam sehari menyisihkan waktu 3 jam maka dalam 6 hari buku ini akan tamat dibaca. Tapi biarkan saja masih punya waktu 2 minggu lagi.

Sebetulnya saya iseng banget belum tamat membaca sudah menulis tentang buku tersebut, tapi dalam upaya memotivasi diri untuk terus membaca, sampai buku ini selesai. Maksud lain juga untuk evaluasi hasil membaca, biar banyak yang nempel di otak, dan biar lebih berkesan di hati.

Kalau melihat fisik bukunya dari luar cukup tebal sepertinya ada perasaan wegah untuk membacanya, tapi kalau memperhatikan huruf-hurufnya lumayan besar terus spacenya juga tidak berdesakan menyebabkan dalam membaca nyaman di mata apalagi matanya harus dibantu kacamata plus.

Isi singkat buku ini adalah berkisah tentang seorang gadis gipsi yang cantik Esmeralda yang diperebutkan oleh 4 orang lelaki yakni Frollo wakil uskup, Phoebus seorang kapten, Gringoire si penyair, dan Quasimodo si bungkuk yang mengerikan tetapi sebagai sang penyelamat. Ini adalaj kisah cinta dan kepahlawanan.

Membaca novel ini menyenangkan tidak berkerut dahi dan konsentrasi tidak mudah buyar, tidak harus mengulang paragraf yang baru saja dibaca. Ceritanya mengalir sambung menyambung menjadi satu, tidak banyak flashback juga tidak harus menghapalkan tokoh karena sering disebut si anu itu adalah tokoh anu yang telah disebutkan.

Penulis buku termashur ini adalah Victor Marie Hugo dari Paris hidup 1802-1885 umur beliau 83 tahun. Penulis adalah seorang penyair, dramawan, novelis, seniman visual, negarawan, aktivis hak asasi manusia. Beliau mempunyai kata bijak “Kebaikan adalah harta langka dalam sejarah dan orang baik adalah agung”.

Di novel ini penulis tak segan-segan untuk berhumor, misalnya di halaman 140 yang mengisahkan jalannya sidang pengadilan. Disebutkan bahwa hakimnya adalah seseorang yang sok berwibawa namun tuli, dan kebetulan terdakwanya bernama Quasimodo yang juga tuli. Adapun tuduhan buat terdakwa adalah: Pertama, melakukan kekacauan pada malam hari; kedua, melawan hukum dengan menyerang seorang perempuan secara tak senonoh; ketiga, melawan pasukan panah kerajaan.

Untungnya si hakim tamat membaca dakwaan singkatnya sehingga pertanyaan-pertanyaan yang diajukan hanyalah formalitas belaka:

Hakim: “Nama?”
Quasimodo (terdakwa) tidak menjawab karena tuli itu. Hakim yang juga tuli pura-pura mendengar nama terdakwa disebut, lalu melanjutkan pertanyaannya
“Baiklah, Umur?”
Terdakwa hening
“Pekerjaan?”
Tak ada jawaban
“Cukup” kata hakim yang tidak pernah bimbang.
Selanjutnya yang memutuskan hukuman yang dijatuhkan adalah Walikota yang kebetulan baru datang ke ruangan sidang, perlu diketahui bahwa Walikota ini tidak tuli.

“Apa yang kamu perbuat sampai kamu dibawa ke mari?” tanya Walikota dengan lantang. Quasimodo menyangka Walikota bertanya nama, dan menjawab dengan suara menggeram “Quasimodo”.
“Apa? kamu kurang ajar telah memperolok-olokan kami” Hardik Walikota.
“Pemukul lonceng gereja Notre Dame” sahut Quasimodo karena disangka hakim bertanya pekerjaannya.
“Pemukul lonceng gereja!” sambil menahan amarahnya “Aku akan menyuruh orang meletakkan batang besi yang dibunyikan di punggungmu melalui semua jalanan kota Paris!”
“Kalau Anda ingin mengetahui usia saya, kata Quasimodo, “saya akan berusia 20 tahun pada hari Santo Martin nanti”
“Aku akan menghajarmu lantaran memperolok Walikota Paris!” teriak Walikota.

Begitu saja dari saya, saya akan melanjutkan membaca kisah selanjutnya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s