Hujan Turun Di Bandung

Seingat saya dahulu tahun 50-an di salah satu tempat di Ciamis bagian utara jika datang kemarau panjang, dan hujan sangat diharapkan datang, ada tradisi memandikan kucing. Kucing yang cadu alias pantang mandi, beberapa ekor diarak oleh warga dibawa ke sungai kemudian dimandikan, meski kucing meronta, tetap saja harus mandi. Upacara ritual memandikan kucing dilaksanakan sederhana saja asal kucing mandi basah. Konon itu akan menyebabkan turun hujan yang diharapkan. Meski hujan datang karena sudah waktunya, tapi warga merasa puas karena telah berusaha dan berupaya.

Ternyata di daerah perkotaan, yang mata pencaharian warganya bukan hanya bercocok tanam, cuek saja akan datangnya musim penghujan. Bahkan pedagang kaki lima sangat berharap hujan tidak turun, bagaimana mungkin barang dagangan sudah ditebar, meski menghalangi yang lewat, kemudian cur hujan turun. Memandikan kucing peliharaan sering dilakukan tapi sama sekali tidak ada hubungannya dengan hujan, jadi meski sedang hujan besar jika mau memandikan kucing ya lakukan saja.

Tidak usah mengadakan ritual memandikan kucing, kemarin Kota Bandung yang sedang panas hareudang alias gerah diguyur hujan besar dan cukup lama, terasa udara kota lumayan sejuk. Breg hujan sing gede, tapi peupeujeuh ulah jadi mamala banjir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s