Roti Walanda…

image

Zaman dahulu zaman serba susah makanan dan pakaian. Memang bagi yang berduit masalah pangan sandang tidak menjadi persoalan. Tahun 50-an khususnya masyarakat Jawa Barat keamanannya diganggu oleh gerombolan DI/TII pimpinan Kartosuwiryo. Terus tahun 1965 terjadi peristiwa g-30-s, jadi selain dihajar oleh kolonial Belanda juga gangguan oleh sebagian dari bangsa kita sendiri. Sudah dikatakan bahwa kekurangan kebutuhan hidup paling utama yakni makanan terjadi di mana-mana, bahkan wabah kelaparan.

Mulai tahun 70-an khususnya di Bandung mulai kelihatan berbagai kemajuan, pakaian mulai mampu dibeli oleh rakyat kebanyakan. Juga, yang akan diceritakan adalah masalah makanan, misalnya mulai kelihatan atau dirasakan sektor pangan adalah melimpahnya telur dan daging ayam. Masyarakat kebanyakan mampu mengkonsumsi protein yang relatif terjangkau. Di Pasar malam Cicadas misalnya banyak ditemukan penjual goreng ayam dan roti bumbu. Jadi oleh-oleh yang dibawa ke rumah bisa agak berkualitas.

Roti dahulu tahun sebelum 60-an tidak begitu populer di masyarakat kebanyakan, Hanya golongan atas dan mampu yang biasa mengenyamnya. Nah, di tahun 70-an mulainya wong cilik makan roti. Roti yang paling populer adalah roti bumbu. Roti tawar biasa atau roti “kasino” diiris dibelah memanjang terus dibumbui mentega, kacang pindekas, selai nanas, dan ditaburi serbuk coklat, rasanya apalagi dibakar saat itu enaaaak sekali. Penjualnya pun ada yang mangkal tepi jalan atau didorong dengan memakai roda keliling.

Lama kelamaan roti bumbu seperti kehilangan pamor tak begitu kelihatan di kota Bandung, kalau mencari yang seperti dahulu agak susah. Biasa popularitas roti bumbu menurun. Makanan lain yang serentak datang dan juga menghilang di kota Bandung adalah goreng singkong kiju, saat ini jarang ditemukan, tidak seperti ketika muli banyak penggemarnya awal tahun 200-an.

Sesekali ingin rasanya makanan jang rasanya zadul yaitu roti bumbu, baru-baru ini saya masih menemukan ada di Pasar Kosambi Bandung yaitu toko roti bernama “Cari Rasa”. Rasanya memang tidak mengecewakan, enak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s