Yang Menarik Dari Berbahasa Daerah

Meskipun bahasa daerah terancam punah, tapi jangan pernah menyerah, selagi masih bisa terus pertahankan, dan berbicaralah dengan bahasa ibu dengan yang mengerti, dengan urang lembur, dan jika kita datang ke lembur. Budaya dan bahasa sangat besar ikatannya, jadi kalau bahasa ibu tak pernah lagi ada yang menuturkan, akan hilang juga berbagai kearifan lokal, contoh-contoh kebajikan, kebijakan, kebaikan, peninggalan karuhun. Salah satu lagu berbahasa Sunda dari Bimbo yang di haleuangkeun oleh Iin Parlina dalam sebaris sairnya yang saya ingat disebutkan bahwa bahasa daerah adalah induknya perasaan yang mendalam, dan maka dari itu jangan malu untuk berbahasa daerah.

Di Bandung, apalagi di daerah yang komunikasi sehari-hari berbahasa Sunda dalam acara pernikahan umpamanya, selalu menggunakan bahasa daerah sebagai bahasa pengantar. Apalagi saat-saat upacara adat nyawer, nincak endog, buka panto, meuleum harupat, sungkeman, selalu narasinya bahasa Sunda. Hadirin yang mengerti bahasa Sunda akan ikut meneteskan air mata saat kedua pengantin berpamitan dan kedua orang tua melepas mereka untuk memulai hidup baru.

Penggunaan bahasa daerah di acara-acara budaya sangat lajim di kita, meskipun ada sebagian hadirin yang tidak mengerti maka biasanya mereka memakluminya. Karena di beberapa daerah lain pun jika melibatkan upacara adat selalu menggunakan bahasa ibu. Misal yang pernah saya alami ketika menghadiri acara pernikahan suku Banjar, Minang, Bugis, dan Jawa.

Ada kejadian yang cukup menarik, teman saya suku Bugis akan menikahkan keponakannya dengan mojang Priangan dari daerah Garut. Dia ngotot ingin sambutan “menyerahkan calon mempelai pria” dibawakan dengan menggunakan bahasa Sunda. Saya membuatkan teks pidato dalam bahasa Sunda, dan ada terjemahan dalam bahasa Indonesia biar dia sendiri yang akan membacakannya mengerti juga artinya. Dia teman saya itu tidak main-main, betul-betul membacakannya, dan mendapat tepuk tangan aplaus dari fihak tuan rumah.

Ternyata meskipun banyak dan warna warni bahasa daerah di Indonesia ini, penuturnya atau pendengarnya dari penutur bahasa lain sangat-sangat saling memaklumi. Kerukunan lewat bahasa mengagumkan bukan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s