Bukit-Bukit di Bukittinggi

Memberi nama suatu wilayah tentu tidak sembarangan. Bukit yang tinggi beda dengan dataran yang rendah. Ini sudah bukit ditambah tinggi lagi, kenyataan geografisnya memang begitu. Kata-kata yang sepadan dengan itu yang membicarakan suatu wilayah dataran tinggi adalah lembah, tebing, curam, ngarai, air terjun, telaga, sejuk, embun, lereng, miring, tanjakan, turunan, kelokan, dan tangga atau jenjang atau janjang.

Dan bro, istimewanya di Bukittnggi kota dengan letak geografis yang jauh dari dataran atau pedataran, kota itu sim salabim didirikan atau berdiri. Satu lagi sobat, Kota Bukittinggi yang tidak begitu luas letak kawasan wisatanya salieuk breh kata orang Sunda, maksudnya melihat ke kanan nampak Ngarai Sianok, melirik ke kiri berdiri Jam Gadang, lurus ke tengah ada Benteng Fort De Kock. Misal saja ketika saya olah raga lari pagi, tidak sampai satu jam ketiga lokasi sudah bisa dikunjungi.

Dahulu ata zaman baheula, zaman Walanda, Bukittinggi digelari Paris van Sumatera, yang bergelar seperti itu juga Medan. Paris van Java adalah sebutan untuk kota Bandung. Kota Bandung dan Kota Bukittinggi sama-sama dataran tinggi jadi sama-sama kota sejuk. Bedanya Bandung adalah cekungan bekas danau purba sedangkan Bukittinggi sudah disebut dataran tinggi yang berbukit-bukit.

Cerita orang kata “bukit” berasal dari bahasa Polinesia “puke”, menjadi “phuket” sesampai di Thailand, dan menjadi “buket” di Malysia, he he he yang enak tetap “bukit” yang menjadi bahasa Indonesia.

Saya ingin memperlihatkan foto-foto yang mendukung bahwa di Bukittinggi banyak jalan naik dan turun, banyak tangga atau janjang. bahkan Pasar Lereng dibiarkan apa adanya miring, biar kalau menuju ke RM Kapau cepat sampai, tapi balik setelah makan berat oleh tanjakan, sudah itu perut kekenyangan lagi.

Ini jalan yang lumayan curam, he he he teknik memotonya payah..

Ini jalan yang lumayan curam, he he he teknik memotonya payah..

Foto di atas itu menunjukkan turunan jalan yang cukup tajam, dan jam 07:30 pagi masih kelihatan halimun, dan ini ditengah kota. Kalau terus berjalan akan sampai di Ngarai Sianok.

Banyak ditemukan janjang atau tangga

Ini gapura ke Janjang Pesanggrahan

Ini gapura ke Janjang Pesanggrahan

Di bawah ini ke Janjang Gudang

Ke Janjang Gudang

Ke Janjang Gudang

Jangan tertukar ada Janjang Gudang dan ada Janjang Empat Puluh seperti di bawah ini:

Janjang Gadang

Janjang Gadang ampe puluah

Mau mencoba menghitung 40 tangga?

Jumlah tangga betul 40

Jumlah tangga betul 40

Di bawah sana ada kelok menuju Ngarai Sianok, kelokan adalah lumrah jika membuat jalan kendaraan di pegunungan

Nun di bawah kelokan ke arah Ngarai Sianok

Nun di bawah kelokan ke arah Ngarai Sianok

Sekian dahulu

Bahan Bacaan: Buku Toponimi Kota Bandung oleh T Bachtiar dkk.

2 thoughts on “Bukit-Bukit di Bukittinggi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s