Makan-Makan Makanan Minang

Cerita tentang makanan Padang tidak akan ada selesainya, demikian juga di dunia maya banyak telah ditulis orang tentang makanan yang sedap nian ini. Saya ingin menulis pengalaman sendiri dan pandangan saya sendiri dalam hal menikmati kuliner Tanah Minang ini.

Kami datang ke Tanah Minang dalam rangka meresmikan tali kasih anak kami dalam sebuah pernikahan di Bukittinggi. Pengantin putra dari Jawa Barat sedang anak daronya dari Sumatra Barat asli Bukittinggi.

Datang ke Bukittinggi termasuk sambil menyelam minum air, yang fardunya menikahkan tambahannya wisata ke tempat-tempat yang menarik dan juga jangan lupa menikmati hidangan makanan Padang. Khusus mengenai kuliner makanan Sumatra Barat dari beberapa informasi dalam hal ini Bukittinggi adalah juaranya.

Kami rombongan dari Bandung mula-mula berjumlah 15 orang kemudian karena berdatangan sanak saudara akhirnya berjumlah 25 orang. Karena kami juga berada disana selama 5 hari jadi so pasti ukuran perut menjadi masalah yang diutamakan he he he. Jika di Bandung paling-paling datang ke rumah makan Padang tidak sampai sebulan sekali, tapi pada lawatan ke Bukittinggi pada bulan Agustus 2013 ini makan hidangan Padang hampir setiap hari.

Pemanasan makan makanan Padang

Pemanasan makan makanan Padang

Mendarat di Bandara Internasional Minangkabau dari Jakarta pada jam 13.00 tentu saja perut sudah menagih untuk diisi, tapi seperti tidak ada kesempatan karena kendaraan sudah siap untuk membawa kami ke Bukittinggi, jadi perjalanan belum lama sepakat untuk berhenti di Padang Panjang langsung masuk rumah makan, dan sikaaat makanan Padang pemanasan.

Pemanasan makan di sini lumayan lama, makanan yang saya nikmati adalah gulai kepala ikan tapi nampaknya kepala ikan tongkol besar. Karena ikannya masih segar jadi dagingnya yang putih dan bumbunya yang meresap, cukup membuat saya lupa daratan.

Perjalanan dilanjutkan dengan guyuran hujan, dan biasa terjadi iring-iringan mobil sehingga perjalanan terpaksa merayap, sehingga air terjun lembah Anai hanya dilihat dari mobil saja. Dengan perut kenyang mobil terus meluncur, sekitar jam 17.00 sampailah ke kota tujuan Bukittinggi.

Hidangan ditata di tempat duduk lesehan

Hidangan ditata di tempat duduk lesehan

Malam hari kami diundang makan oleh calon besan, dan yang luar biasa cara menghidangkan lauk pauk yang dimasak ala Bukittinggi sebagaimana umumnya masakan Padang. Puluhan piring berisi lauk pauk dan teman nasi lainnya ditata diatas karpet dimana kami duduk lesehan. Setelah beberapa patah kata selamat datang kami dipersilakan makan. Dan.. masya allah nikmatnya makan dengan lauk pauk yang sangat mengundang selera. Dan malam itu setelah mengucapkan terima kasih kami pulang ke hotel dengan perut kenyang. Undangan makan serupa masih kami terima yaitu saat selesai akad nikah dan sewaktu pamitan kala segala acara telah selesai.

Ikan bilis dalam karung Jangan menangis dan jangan bingung

Ikan bilis dalam karung
Jangan menangis dan jangan bingung

Jangan lupa garingnya goreng ikan bilis atau bilih, ikan kecil ini didapat dari danau. Ketika saya jalan-jalan pagi saya pertama menemukannya di pasar pagi dadakan di jalan ke arah Ngarai Sianok, dipajang begitu saja dalam karung plastik harga perkilonya Rp 60.000,- Ternyata banyak yang sudah dikemas dan tinggal dimakan ditambul bisa, dengan nasi hangat apalagi enak. Ada berita bahwa ikan bilis ini hanya hidup di Danau Singkarak akan tetapi ada juga di Danau Maninjau, bahkan katanya dibudidayakan di Danau Toba.

Ikan bilis dalam kemasan Jangan menangis kan ada yang merindukan

Ikan bilis dalam kemasan
Jangan menangis kan ada yang merindukan

Ikan bilis dijual juga dalam kemasan plastic, demikian juga daging rendang dijual dalam kemasan yang tahan lama, sangat cocok untuk oleh-oleh.

Tidak cukup hanya itu, kami mencoba hidangan nasi kapau di Pasar Lereng dekat Jam Gadang, mencoba sate mak Sakur sewaktu pulang dari Bukittinggi ke Padang, makan ikan bakar di Rumah makan Fujo di kota Padang.

 

Hidangan nasi kapau di Pasar Lereng

Hidangan nasi kapau di Pasar Lereng

Sate Mak Syakur, uih enaknya

Sate Mak Syakur, uih enaknya

 

Gulai kepala ikan kakap, enak sekali, dihangatkan sesampai di bandung

Gulai kepala ikan kakap, enak sekali, dihangatkan sesampai di bandung

Dan oleh seorang kawan anak saya yang sangat baik karena demikian perhatian terhadap kami selama kami di Sumbar, bahkan sebelum naik pesawat dioleh-olehi gulai kepala ikan kakap, yang ketika sampai di Bandung dihangatkan betul-betul lamak bana.

Nuhun ka Kang Gungun dan istri.

Sekian dahulu….

2 thoughts on “Makan-Makan Makanan Minang

  1. tahun kemarin saya juga ke padang, dan memang betul sepanjang hari dari sarapan pagi sampai makan malam menunya ya nasi padang. walhasil perut panas😀
    memang nasi padang itu enak di mulut ga enak di perut hehehe

  2. kang ope, kebetulan perut saya rada tahan banting, latihannya juga cengek beureum dicetrokan atuda he he he

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s