Induk dan Anak Ayam

Ayam adalah ayam, meskipun dagingnya enak untuk digoreng, dipanggang, dikari, digulai, bahkan dikalio dan diayam pop dengan cara sebagimana orang Padang memasak, dan jelas puenak… ya begitu tetap saja ayam. Jaman saya kecil usia SD dan SMP ayam sangat-sangat tidak aneh. Pagi-pagi kandang ayam dibuka terus puluhan ayam keluar dan dengan bebasnya kesana kemari, tetangga tidak protes meskipun ayam milik saya berak diemperan rumahnya,  sebab tetangga pun sama memelihara ayam yang dibebaskan mencari dan mengais rezekinya, biarpun nyakar jemuran padi saya di halaman. Yang agak aneh saat itu saya jarang sekali makan daging ayam, kecuali kalau mauludan atau lebaran. Ada peribahasa Sunda yang menyebutkan “kokoro manggih mulud, puasa manggih lebaran” Jadi makan enak daging ayam pada saat perayaan maulid Nabi dan saat lebaran saja.

Adapun mengapa ayam kampung yang dagingnya lebih enak tidak pernah disembelih untuk dikonsumsi sendiri adalah wallohu alam. Mungkin saja dijual satu demi satu untuk biaya kelangsungan hidup, maklum segala serba susah, sudah ada beras alhamdulillah.

Ketika maghrib tiba ayam-ayam tersebut digiring lagi ke kandangnya, dan ndilalahnya, jarang sekali terjadi ayam tetangga ikut nginap, mereka sudah maklum akan kandangnya masing-masing.

Ini sambungannya, ketika saya sudah tua dan ceritanya tinggal di kota, jarang sekali menemukan orang yang memelihara ayam kemudian dibiarkan lepas nyakar mencari makanan seenaknya, kalau berani memelihara ayam seperti begitu alamat dimusuhi tetangga dan dilaporkan ke ketua RT, berabe kan? Kalau demikian rindunya memelihara ayam harap dikandang atau dikurung seumur-umur.

Saya punya sebidang tanah yang tidak begitu luas di luar kota Bandung, ya termasuk di kampung. Nah orang yang dititipi menjaga tanah dan rumah di desa itu memelihara ayam, dan oleh dia sama dengan jaman dahulu di kampung saya ayam dibiarkan bebas berkeliaran, barkan saja nyakar di kebun kesana kemari.

Ibu & Anak Ayam 1Ada induk dan anak ayam yang baru menetas sedang lucu-lucunya, karena ayam itu demikian lincah dan cekatan sehingga cucu saya kebingungan menghitung jumlah anaknya, maklum anak ayam bergerak kesana kemari mengikuti ibunya.

Ibu & Anak Ayam 2Mungkin harus dipotret biar bisa santai menghitungnya, eh meski begitu susah juga mengambil gambarnya, mungkin yang ini tahu berapa jumlah anaknya.

Ibu & Anak Ayam 4Atau bangaimana yang ini? tapi awas ibunya sangat melindungi anak-anaknya, kalau terlalu dekat memotretnya, ibunya bisa berjibaku menyambar kita

Ibu & Anak Ayam 5Induk ayam betul-betul sangat sayang akan anak-anaknya, jika malam tiba sebelum masuk kandang seluruh anaknya berlindung dibawah sayapnya biar biar merasakan hangatnya kasih sayang seorang eh seekor ibu.

Kalau induk ayam demikian sayang terhadap anak-anaknya apalagi manusia harus menjaga anaknya dengan kasih sayang membesarkan dan mendidik dengan ahlak yang baik agar bisa hidup damai dengan sesama manusia.

Anda sudah menghitung jumlahnya? Betul jumlahnya 10 ekor anak ayam. Anak-anak TK akan belajar nyanyian: “Tek kotek kotek kotek anak ayam turun sepuluh, anak ayam turun sepuluh mati satu tinggal sembilan”. Terus diurut agar sekalian belajar berhitung, nanti, anak ayam tutunlah satu mati satu tinggal ibunya…. kasihan ya.

Jaman baheula saat jika masuk jadi mahasiswa harus dipelonco, para senior paling suka menyuruh cama cami menyanyikan “tek kotek kotek” ini. Tapi anak ayamnya tidak turun sepuluh akan tetapi harus dimulai dengan turun sejuta, bayangkan lamanya kan mati satu tinggal 999.999.

Tapi calon mahasiswa harus pintar: “Tek kotek kotek kotek anak ayam turun sejuta, anak ayam turun sejuta mati semua tinggal ibunya”, he he he, sekedar iseng.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s