Buku Yang Ditinggalkan Pemiliknya

Buku-buku yang ada di perpustakaan kecilku di rumah, hampir semua hapal sejarahnya mengenai kapan membelinya, mengapa dibeli, dari mana didapat. Dan buku-buku tersebut “aku banget”, memang tidak semua buku bagus, masih banyak buku-buku lain yang bagus tapi tak dimiliki dengan alasan tertentu, yang utama karena tidak punya uang untuk membelinya.

Dahulu teman kuliah anak bungsu saya adalah penggemar membaca buku, karena sering diajak ke rumah, ternyata ada sejumlah bukunya yang ditinggalkan, tetu saja buku tersebut adalah buku kesukaannya, buku novel fiksi, yang menurut saya, adalah buku-buku bermutu. Disamping gemar membaca buku, dia juga termasuk anak yang cerdas, lulus S1 dengan predikat cum laude.

Pada setiap bukunya itu dicantumkan nama, tanda tangan, dan tanggal pembelian, kalau melihat tanggal pembelian tertulis pembelian tahun 2003 dan 2005. Jadi buku-buku tersebut ditinggalkan begitu saja di rumah setidaknya sudah 8-tahunan. Setelah lulus kuliah tak pernah lagi muncul ke rumah apalagi untuk mengambil bukunya. Maklum sibuk bekerja dan tinggal di lain kota. Buku-buku tersebut muncul ketika saya membongkar dan membersihkannya dari debu.

Inilah buku-buku novel yang ditinggalkan tersebut:

  1. The Adventures Of Sherlock Holmes Oleh Sir Arthur Conan Doyle, Vardhman Offset, Delhi 2003
  2. Black Beauty By Anna Sewell. Published by Priory Books, Bridlington.
  3. Lembah Ketakutan Sherlock Holmes Oleh Sir Arthur Conan Doyle, PT Gramedia Pustaka Utama  2002
  4. The  Suitcase Kid Oleh Jacqueline Wilson PT Gramedia Pustaka Utama  2003
  5. Pergilah Ke Mana Hati Membawamu Oleh Susanna Tamaro PT Gramedia Pustaka Utama  2005
  6. Keponakan Penyihir Oleh C.S. Lewis PT Gramedia Pustaka Utama  2005
  7. The Horse and His Boy C.S. Lewis PT Gramedia Pustaka Utama  2005
  8. Hallowe’en Party Oleh Agatha Christy PT Gramedia Pustaka Utama  2002
  9. Bertahan dari Siksaan Masa Kecil Oleh Richard B. Pelzer PT Gramedia Pustaka Utama  2005

Dari Kesembilan buku ini ternyata baru satu yang selesai kubaca yakni buku “The  Suitcase Kid” Oleh Jacqueline Wilson, tentang kesengsaraan dan kepiluan sekaligus buku yang mengharukan menceritakan seorang anak dari keluarga yang pecah berantakan. Akhirnya anak itu tidak punya rumah, malahan kesana kemari sambil menenteng kopor pakaiannya, sekali ke rumah ibunya, lain kali ke rumah bapaknya, atau di rumah yang lainnya berpindah-pindah.

Mumpung saya lagi senang dan banyak waktu untuk membaca, lalu saya bismilah untuk merencanakan buku tersebut satu persatu akan saya taklukan artinya berniat untuk membacanya. Syukur buku-buku tersebut ditinggalkan untuk melengkapi perpustakaan kecilku, alhamdulillah dan terima kasih kalau diberikan, jika tidak pun masih tetap aku simpan dengan aman, sesekali diambil mangga saja.

2 thoughts on “Buku Yang Ditinggalkan Pemiliknya

  1. Terima kasih Bu Evi, saya sampai belum sempat berkunjung ke blognya Bu Evi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s