Penulis Buku Favorit

Perpustakaan kecilku sesekali dibongkar dengan maksud dibersihkan dari debu yang menempel, juga diatur letaknya agar mudah jika mencarinya, letaknya tidak beraturan seperti di perpustakaan besar apalagi dengan memakai kode nomor segala. Jika diperhatikan ternyata buku-buku tersebut tidak sembarangan buku, akan tetapi berdasarkan kegemaranku mengumpulkan buku dari pengarang yang aku sukai atau sebutlah penulis favoritku.

Dalam perjalanan pengumpulan buku perpustakaan kecilku sejak tahun 1990-an, ternyata kalau “dibongkar” buku-bukunya itu, jika meminjam istilah anak muda zaman sekarang buku yang modelnya “gue banget”, mungkin juga sehubungan dengan jalan pikiranku, pengetahuan terbatasku, sedikit pendidikanku, bahkan minatnya aku kepada pengarang atau penulis favoritku, meski begitu sederhana akan tetapi ada beberapa hal yang menarik.

Kegemaran membaca seperti membaca koran, tabloid, majalah, dan buku, ternyata tidak asal baca akan tetapi cukup  selektif. Selektif dalam artian tidak sembarangan membaca asal koran saja atau asal buku saja. Sepertinya setiap orang berbeda kesukaannya, kegemarannya, dan sebutlah berbeda favoritnya dalam memilih bacaannya tersebut. Bukan hanya medianya yang berbeda dalam memilih,  akan tetapi juga siapa dahulu pengarangnya atau penulisnya pasti memilih penulis atau pengarang favoritnya.

Karena berbeda kesukaan dan kegemaran terhadap penulisnya aku jadi teringat tentang hal yang berhubungan dengan membaca. Misal ketika aku mendapatkan pemberian buku dari seseorang, kata pemberinya bahwa buku tersebut buku bagus. Akan tetapi setelah dilihat penulisnya, pengantarnya, daftar isinya, dan mulai membacanya, jika buku tersebut tidak srek – ini yang ingin dijelaskan – bahwa membaca itu harus srek dengan pikiran, keinginan, pilihan, dan bahkan kefavoritan terhadap penulisnya. Jadi membaca buku yang tidak srek di hati akan lama selesai dibacanya. Tapi memang seyogianya kita harus mendengar pula tanggapan orang lain atas suatu buku.

Aku dengan istri termasuk suka membaca akan tetapi yang dibacanya sebagian berbeda keinginan dan berbeda kegemaran. Sebagian lagi  ada juga persamaannya semisal kami sama-sama gemar membaca cerita atau cerpen berbahasa Sunda, sama gemar majalah Sunda. Itu sekedar contoh paling sederhana dan paling dekat dengan kegemaran membaca. Misal juga dalam mengumpulkan buku antara aku dan istri berbeda contohnya saja dalam memilih buku agama, istriku banyak memilih buku-buku kumpulan doa, buku tafsir, buku kumpulan hadist, dan buku-buku tentang pujian. Kalau aku misal mulai dengan buku tafsir Hamka, buku-buku agama terbitan Mizan, dan sebagainya.

Kemungkinan setiap orang akan berbeda juga dalam mengumpulkan buku, maksud aku akan berbeda buku perpustakaan pribadinya yaitu sesuai dengan selera masing-masing akan penulis favoritnya. Contohnya tidak usah jauh-jauh aku, perpustakaan kecil yang jumlah bukunya tidak seberapa banyak, ternyata buku-buku yang dikumpulkan itu cukup selektif dalam artian tidak tiba-tiba ada buku yang antah berantah dari mana datangnya. Dan jika pun ada buku lain pasti segera ketahuan bahwa buku tersebut “bukan bukuku”.

Penulis-penulis favoritku adalah: Jalaludin Rakhmat, Emha Ainun Najib, Ajip Rosidi, Ahmad Bakri, Pramoedya Ananta Toer, dan Ahmad Tohari, serta masih banyak lagi yang lain.

Misalkan saja untuk buku dengan nama penulis favorit Jalaludin Rakhmat bukunya yang ada di perpustakaanku: “ Islam dan Pluralisme,  Akhlak Quran Menyikapi Perbedaan”, “Islam Alternatif”, “Islam Aktual”, “Psikologi Agama”, “Khotbah-Khotbah di Amerika”, “Catatan Kang Jalal Visi Media Politik dan Pendidikan”, “Renungan-Renungan Sufistik”, “Dahulukan Akhlak di Atas Fikih”, “Meraih Kebahagiaan”, “Tafsir Bil Ma’tsu”r, “Al-Mustafa”, “Pengantar Studi Kritis Tarikh Nabi SAW”, “Tafsir Kebahagiaan Pesan Al-Quran Menyikapi Kesulitan Hidup”. “Rekayasa Sosial”, “Rintihan Suci Ahli Bait Nabi”

Tahun 90-an aku sangat menyukai tulisan-tulisan Emha Ainun Najib bukunya yang dimiliki adalah: “Secangkir Kopi Jon Pakir”, “Kiai Sudrun Guga”t, “Slilit Sang Kiai”, “Dari Pojok Sejarah”, “Markesot Bertutur”, dan ” Kafir Liberal”.

Terus buku-buku berbahasa Sundanya  Ajip Rosidi:  “Jante Arkidam”, “Pancakaki”, “Beber Layar”, “Hurip Waras”, “Cupumanik Astagina”, “Eundeuk-Eundeukan”, “Trang-trang Kolentrang”, dan “Ucang-Ucang Angge”. Buku berbahasa Indonesianya ada “Korupsi dan Kebudayaan”, “Manusia Sunda”, dan “Kearifan Lokal”.

Terus ada 6 buku karya penulis favorit Ahmad Bakri berbahasa Sunda yaitu: “Kabandang Ku Kuda Lumping”, “Ki Merebot”, “Juru Tulis Malingping”, “Dina Kalangkang Panjara”, “Asmaramurka jeung Bedog Si Rajapati”, dan “Mapag Perang Barata”

Pramoedya Ananta Toer ada tiga buku yakni: “Cerita Calon Arang”,  “Jalan Raya Pos Jalan Daendels”, dan “Bukan Pasar Malam” (bukunya memilih yang ukuran tipis saja, habis yang tebal agak mahal).

Beberapa buku karangan Karl May cerita menarik tentang Winnetou: “Suku Kiowa”, “Winnetou Ketua Suku Apache”, “Wasiat Winnetou”, dan “Putera-Putera Suku Mimbrenjo”

Didapat juga tiga buku tulisan pengarang terkenal  Ahmad Tohari yaitu: “Kubah”, “Senyum Karyamin”, dan “Jantera Bianglala”

Demikian tentang Penulis buku favoritku, memang iya masih banyak lagi penulis-penulis yang aku sukai akan tetapi ternyata bukunya hanya satu-satu, tidak seperti yang aku tulis di atas

2 thoughts on “Penulis Buku Favorit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s