Aki-Aki Piknik Ke Bali, Cita-Cita Terlaksana

Karena Anda masih muda, dan tentu belum merasakan seperti pengalamanku, saat ini usiaku 67, istri 60, jadi sudah menjadi kakek dan nenek dari empat cucu. Aku ingin bercerita tentang penantian untuk melakukan wisata keluarga bersama ke Bali . Karena meskipun sudah aki-aki kalau ada yang mengajak piknik selalu mau saja. Alasannya sederhana sesuai dengan hak azasi kakek untuk ikut atau tidak ikut berwisata, keduanya kakek-kakek juga mausia…, maksa ya.

Liburan di Bali Tahun 1987, anak sulungku masih 14 tahun

Liburan di Bali Tahun 1987, anak sulungku masih 14 tahun

Dahulu ketika masih muda usia sekitar 40 tahunan, ketika saat-saat mendidik dan membesarkan anak-anak, kalau mendapatkan cuti dari pekerjaan dan biasanya cutinya disamakan dengan liburan anak-anak aku selalu mengajak keluarga pulang kampung dari Kalimantan Timur ke Bandung. Nah biasanya sebelum sampai ke tujuan, kami berwisata dulu, kala itu tahun 1987 kami pergi ke Bali. Waktu itu di Bali hanya 3 hari, jadi baik aku maupun anak-anak sepakat bahwa suatu saat ingin kembali mengunjungi Bali, terus terang belum puas.

Tapi rencana tinggal rencana, cita-cita hanya mimpi belaka, pergi ke Bali hanya sampai dijanji, lamaaaa belum juga terlaksana. Banyak alasan mengapa piknik ke Bali tidak terjadi, misal masalah waktu, diantara anggota keluarga tidak selalu mempunyai libur  yang bersamaan, terus dana juga kadang memprioritaskan  yang penting dulu, dan berikutnya dengan rentang waktu yang demikian panjang anak-anak setamat SD terus ke SMP terus ke SMA lanjut ke PT, dan itu sudah pada melanjutkan sekolah di Bandung sementara aku dan istri tetap tinggal di Kalimantan Timur menyelesaikan tugas sampai usia pensiun datang.

Kesempatan untuk berdarmawisata bersama ke Bali ada titik terang ketika aku sudah pension dari pekerjaan dan kembali bertempat tinggal di Bandung. Tetapi anak-anak sudah semakin dewasa, sudah selesai sekolah, dan sudah muai bekerja,  dan bahkan akhirnya satu demi satu mulai membina hidup berumah tangga. Ya itulah, dari dua anak masing-masing sudah memberikan cucu kepada diriku.

Harapan untuk piknik bersama ke Bali semakin menipis karena melihat kondisi keuangan dimana aku sudah pensiun. Tapi di hati kecil masih ada harapan untuk melaksanakan itu. Hingga suatu saat anak sulungku merceritakan bahwa ada rencana akan mengikuti semacam kursus atas biaya perusahaan tempatnya bekerja, tempatnya di Bali. Dan satu lagi anak sulungku itu mengajak untuk sekalian aku dan istri untuk piknik ke Bali bersama dengan keluarganya. Belum apa-apa istriku sudah mau dan menyetujuinya.

Anak sulungku dan dua orang anaknya saat piknik ke Bali 2013

Anak sulungku dan dua orang anaknya saat piknik ke Bali 2013

Maka kalau Tuhan menghendaki meski 26 tahun kemudian sejak ke Bali tahun 1987 itu, akhirnya aku menginjakan kaki  kembali di Pulau Bali. Pada pelaksanaannya karena aku dan istri tinggal di Bandung sementara keluarga anakku di Jakarta, jadi agar gabung bersama aku harus ke Jakarta dahulu. Meskipun saat itu Jakarta sedang kebanjiran dan untuk sampai ke Bandara Cengkareng penuh was-was akhirnya tembus juga dan betul-betul aku jadi terbang ke Bali. Memang iya tidak pergi se keluarga besar anak-anakku akan tetapi hanya keluarga anak sulungku empat orang kemudian aku dan istri jadi kami berwisata berenam.

Dalam pesawat citilink dari Bandara Soekarno Hatta Jakarta menuju  Bandara Ngurah Rai Denpasar, pertama aku baru merasakan lagi naik pesawat setelah 11 tahun absen, kemudian aku melihat anakku sibuk mengurus segalanya disamping mengurus keluarganya juga ditambah menjaga dua manula yang tentu merepotkanya. Aku teringat 26 tahun yang lalu saat itu aku yang mengurus anak-anak ketika anak sulungku masih ber umur 14 tahun kemudian dua adiknya usia 12 dan 3 tahun.

Demikian dengan perasaan lega dan puas aku dan istri pulang duluan ke Jakarta dan anakku masih melanjutkan training sampai satu minggu. Masih ada cerita mengenai wisata di pulau seribu pura ini, nanti disambung tapi aku bersyukur kepada Tuhan masih diberi kesempatan untuk melakukan wisata keluarga ke pulau dewata itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s