Heureuy Bandung (Guyon Bandung)

Dalam Kamus Umum Basa Sunda disebutkan heureuy, banyol, kalakuan pangangguran pikeun karesepan sorangan, ngarah gumbira nu nenjo, nungadenge  (kelakuan iseng untuk kesenangan sendiri supaya gembira yang melihat, mendengar). Atau dalam KBBI, sama dengan banyol, lucu, jenaka; berkata atau berbuat sesuatu yang lucu; berjenaka; melucu; melawak.

Orang Bandung atau urang Bandung konon suka guyon yang bahasa Sundanya heureuy,  malah populernya disebut  heureuy Bandung. Adanya ungkapan heureuy Bandung diwakili oleh pantun atau sisindiran yang kerap dijadikan nyanyian (dalam degung klasik oleh Ida Widawati) pantunnya seperti di bawah ini:

Sisindiran (Pantun) heureuy Bandung

Ari reumbeuy reumbeuy reumbeuy Bandung (Kalau campur-campur-campur Bandung)
ngareumbeuy dina jambangan
(Mencampur dalam jembangan)
ari heureuy heureuy heureuy Bandung
(Kalau-guyon-guyon-guyon Bandung)
heureuy ge jeung kasopanan.
(Guyon dengan kesopanan)

Ari lilin lilin lilin Bandung, (Kalau lilin-lilin-lilin Bandung)
geus hurung sok poek deui,
(Sudah nyala gelap lagi)
ari ulin ulin ulin Bandung
(Kalau main-main-main Bandung)
geus embung sok hayang deui
. (Sudah nolak mau lagi)

Banyak orang Bandung ketika berbicara sering menyelipkan kata atau kalimat humor, guyonan, dan perilaku yang lucu, yang disebut heureuy Bandung. Jadi harap dimaklumi jika ada sekumpulan orang Bandung atau umumnya orang Sunda sedang ger-geran atau akey-akeyan ramai tertawa, itu bukan mentertawakan Anda, tapi sedang mentertawakan diri sendiri atau kekonyolan mereka sendiri.

Heureuy Bandung nampaknya dimulai sejak dari masa kanak-kanak dengan kaulinan urang lembur (permainan anak-anak desa atau kampung, jawa dolanan) baik nyanyian maupun gerakan disampaikan dengan guyonan sekaligus lucu.

Heureuy Bandung juga diceritakan oleh penulis zaman baheula Sjarif Amin dalam bukunya “Keur Kuring Di Bandung”  menceritakan bagaimana isengnya masa kecilnya di masjid Bandung, mempermainkan merebot (Peugas pemukul beduk), dan iseng menukar-nukarkan sandal jamaah sholat masjid di Alun-alun Bandung tersebut.

Haryoto Kunto mempraktekan heureuy Bandung dalam penulisan bukunya “Wajah Bandoeng Tempo Doeloe” dalam bab Pembukaannya kuncen Bandung ini mengatakan: “Bahasa yang sulit, tidak selalu mewakili pikiran yang bermutu, kata penulis Belanda Edgar du Perron. Agaknya sebuah tulisan yang ingin mengungkap wajah kota Bandung, belum dapat dikatakan berhasil tanpa dibumbui heureuy Bandung”. Gaya humor orang Bandung yang segar, namun tetap dalam batas kesopanan! Humor ala Bandung inilah yang banyak mewarnai gaya penulisan buku ini”.

Heureuy Bandung juga dipertunjukkan oleh pelawak zaman lawas dalam grup lawak “4 S” beranggotakan Sup Yusup, Sam, Sofyan, dan Suryana Fatah. Berikut juga tahun 70-an sangat terkenal obrolan malam di radio Mara yang dibawakan oleh Kang Ibing Kusmayatna betul-betul matak seeleun (terpingkal-pingkal) karena kata banyolan dan ucapan heureuynya yang terang-terangan dan lugas menceritakan diri sendiri, zamannya, dan kekonyolan teman-temannya. Belakangan juga heureuy Bandung sering dibawakan Aom Kusman.

Iseng-iseng search di google, kata “heureuy” akan ditemukan sekira 137.000 hasil pencarian,. Demikian juga searching di google kata “heureuy bandung” akan ditemukan sekira 46.000 hasil pencarian. jadi cukup banyak yang nulis kata “heureuy” di internet.

Juga majalah bulanan berbahasa Sunda “Cupumanik” mempunyai pojok guyon “Landong Baeud” (Obat Cemberut). Majalah “Mangle” punya kolom jenaka “Barakatak”. Ada majalah khusus humor berbahasa Sunda bernama “Cakakak” (Mengakak),

Pencipta lagu dan pembuat liriknya banyak yang iseng memasukan heureuy Bandung, seperti Mang Koko, Nano S, Bimbo, Doel Sumbang, dan beberapa yang lainnya.

Lain kali disambung…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s