Buku Musashi

Buku MusashiBuku ini terletak di jajaran buku novel lainnya di Perpustakaan Daerah Jawa Barat, Bandung. Setiap kali datang ke perpustakaan ini aku selalu berharap suatu saat bisa membacanya. Kenapa aku tidak langsung saja mengambilnya dan meminjamnya untuk dibaca? Pertama karena masih banyak buku-buku lain yang lebih “diprioritaskan”, keduanya buku ini demikian tebal dan berat, jadi merasa wegah untk membacanya.

Buku Musashi oleh Eiji Yoshikawa, Copyright Kodansha International Ltd. adalah sekali lagi buku tebal yang tentu saja ketika membacanya harus diletakkan di meja atau di lantai, tidak bisa dibaca sambil tiduran terlentang. Tidak bisa dibawa kesana kemari sebagaimana buku saku atau buku novel lainnya dan tidak bisa dibaca sambil menunggu istri belanja. Nanti dikira orang lagi membaca kitab suci atau buku hadits. Buku ini tebalnya 1.248 halaman; 23 cm, cetakan ketujuh: Oktober 2008. Alih bahasa Tim Kompas.

Singkatan novel ini seperti ditulis dalam kata pengantarnya diawali ketika Takezo (kemudian mengganti namanya menjadi Musashi) dan sahabatnya bangkit dari pingsannya di padang perang Sekigahara. Selanjutnya Takezo kembali ke kampungnya dan juga kembali menjadi perusuh. Si Perusuh ini akhirnya menjadi jinak setelah dkurung selama 3 tahun Oleh Pendeta Takuan.

Setelah mendapatkan pencerahan selanjutnya berkelana mengembara menjadi samurai dan berpetualang panjang dimulai dariKyoto kota pertama yang dikunjunginya, terus dia mengembara mematangkan teknik pedangnya dan juga filsafatnya. Kemudian ia sadar bahwa “pejuang terbaik tidak lagi berkelahi” dan ia pun beralih mencari seni damai: membantu petani mengolah tanah, mengorganisir mereka melawan bandit-bandit. Cerita diakhiri dengan duel melawan musuh setaranya bernama Sasaki Kojiro.

Aku paling tidak suka kalau membaca buku terus telah diketahui akhirnya, jadi disengaja tidak cepat-cepat melihat halaman akhirnya. Karena buku ini pinjaman dan satu kali periode perpanjangan selama 10 hari maka pembacaan buku ini memakan waktu hampir satu bulan mulai akhir Juni sampai akhir Juli 2012, dan sampai 3 kali memperpanjang waktu peminjaman.

Jika membaca buku menarik, merasa sayang kalau ingin segera tamat dengan dilewati halaman yang tidak menariknya, Aku membacanya halaman demi halaman. Ketika buku ini tamat dibaca aku sampai mengucapkan alhamdulillah, karena pertama merasa terpenuhi kepenasaran dan keingintahuan akan ahir cerita, kedua merasa bangga bisa menaklukan membaca satu buku demikian tebal, seperti merasa bangga ketika telah khatam membaca Al Quran. Atau ketika usia senjaku berhasil mendaki ke bagian atas candi Borobudur baru-baru ini.

Aku kagum akan cerita atau novel ini dimana banyak sekali pelajaran kebaikan, kejujuran, kesetiaan, menghormati orang lain, menjunjung dan menghargai orang tua, membela yang lemah dan membasmi kejahatan dalam bahasa agamanya amal ma’ruf nahi munkar. Yang juga bisa terus-terusan bertahan membaca buku ini karena sepanjang cerita juga terus-terusan adanya konflik dimana selalu dipertententangkan antara si jahat dan si baik.

Kalaua juga ingin menyebutkan kelemahan buku ini adalah seperti aku sebutkan tadi terlalu tebal dan berat membawanya, karena kalau buku referensi setebal apa pun memakluminya, ini kan novel. Keduanya karena banyak nama tokoh dan istilah Jepang, yang kadang sukar diingat kembali padahal nama-nama tersebut setelah lama akan muncul kembali.

Tentu saja penilaian terhadap buku ini adalah tiga jempol, artinya baik dan menarik.

10 thoughts on “Buku Musashi

  1. Nadia betul, merajut kebaikan dimana pun harus semangat untuk our Indonesia, salam

  2. Jaka, ayo baca dong, nanti di sejarah kehidupan kita terselip bahwa telah selesai membaca novel tebal “Musashi”, wah kebanggaan mengesankan!

  3. aya nu teu wegah ningali nu kandel teh, eta disuguhan sorabi anu munuu…

  4. Saya membacanya sampai habis, karena dipecah menjadi buku kecil-kecil.. sehingga tidak terlalu berat. kalau nggak salah sampai jilid tujuh.
    Selamat Hari raya Idul Fitri Pak Eman.. Mohon maaf lahir bathin..

  5. Oh, saya ketinggalan zaman, ada edisi jilid-jilid kecil ya? Selamat Ibu telah komplit membacanya! Terima kasih atas komen dan kunjungannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s