Sepotong Jalan Raya Pos Di Bandoeng (1)

Jalan Raya Pos (Grote Postweg) yang membentang dari Anyer di Banten sampai ke Panarukan Jawa Timur, ternyata melewati Bandung. Jalan Raya Pos ini masuk tanah Priangan  menembus ke kota-kota Cianjur – Cimahi – Bandung – dan Sumedang.

Pembuat jalan adalah Gubernur Jendral Herman Willem Daendels yang memerintah tahun 1808-1811. Sedangkan yang menjadi Bupati Bandung pada saat itu adalah R. Adipati Wiranatakusumah II (Dalem Kaum) yang menjabat Bupati tahun 1794 – 1829. Pembuatan jalan sepanjang 1.000 Km ini dalam sejarah penuh dengan kesengsaraan, kemiskinan, airmata, darah, korban jiwa pribumi yang demikian banyak, karena Daendels melakukan kerja paksa, artinya menggunakan tenaga dengan tidak diupah. Dan tenaga kerja untuk melakukan pekerjaan berat itu diambil dari warga setempat yang dilewati oleh jalan raya tersebut. Sedangkan tenaga kerja paksa itu diminta lewat para bupatinya.

Kesengsaraan nenek moyang kita itu selanjutnya dinikmati oleh cucu cicitnya dimana terbentang jalan mulus yang selanjutnya semakin diperlebar tentu mendatangkan berbagai kegiatan pertumbuhan ekonomi dan kegiatan sosial lainnya. Untuk menggambarkan hal ini Haryoto Kunto dalam bukunya “Wajah Bandoeng Tempo Doeloe” menulis bahwa sejarawan sependapat: Walaupun pemerintah Daendels ada cacadnya karena kelakuannya yang keras dan sewenang-wenang, terkadang amat kejam, beserta sifatnya yang agak loba, tetapi harus juga diakui jasanya yang besar, bahwa ia memegang pemerintahan dalam masa sulit dengan tangan kuat dan mengadakan perbaikan-perbaikan penting di berbagai lapangan ( Dr. P.C. Melhuysen dan Prof. Dr. P.J. Blok, “Neuw Nederlandsch Biografisch Woordenboek, 1911).

Jalan Raya Pos itu katanya bukan membuat jalan baru akan tetapi memperbaiki jalan yang sudah ada, barangkali kalau di Bandoeng tempo doeloe masih disebutkan jalan setapak. Nah, karena ada jalan itu kemudian dikeraskan dan dilebarkan maka berdirilah Kota Bandung yang semakin ramai.

Terus, sebagai Bupati yang berada dibawah pemerintahan Hindia Belanda tentunya sewaktu Daendels mengontrol pekerjaan pembuatan jalan tersebut, Bupati Wiranatakusumah II, tentu hadir menyambutnya. Tentu saja begitu karena pekerja yang membuat jalan adalah penduduk sekitar yang dikerahkan oleh Bupati masing-masing wilayah, seperti disebutkan tadi.

Lanjut, terjadilah saat dialog antara Gebernur Jendral Herman Willem Daendels dengan Sang Bupati Bandung yaitu kata-kata yang legendaries yakni: “Zorg, dat als ik terug kom hier een stad is gebouwed!” yang artinya: “Coba usahakan, bila aku datang kembali, di tempat ini telah dibangun sebuah kota!”

Tak ada keterangan apakah Bupati menjawab iya, iya saja, atau dalam bahasa Sundanya “mangga, mangga” saja, tapi kalimat perintah tersebut telah diikuti dengan surat Dendels pada tanggal 25 Mei 1810 maka Bupati Bandung Wiranatakusumah II memindahkan ibukota Kabupaten Bandung yang asalnya di Dayeuhkolot ke sebelah utaranya sejauh 11 Km persisnya disekitar sekarang Alun-alun Bandung.

Nah, yang akan diceritakan berikutnya adalah sepotong jalan Raya Pos tersebut yaitu yang membujur dari barat sampai ke timur dari mulai dipotong oleh jl. Otto Iskandardinata. Berikut lengkapnya jalan Grote Posweg tersebut melewati simpangan-simpangan jalan yakni jalan: Banceuy,  Alun-alun Timur, Cikapundung Barat,  Cikapundung Timur, Braga, Homann, Lengkong Besar, berakhir di Perlimaan yakni pertemuan dengan empat jalan lainnya yaitu Karapitan, Sunda, Gatot Soebroto, dan A Yani (Raya Timur).

Di sepanjang sepotong jalan Raya Pos yang disebutkan tadi satu abad kemudian berjajar bangunan yang dibuat oleh kolonial Belanda. Banguna-bangunan gedung tua yang bersejarah dan membawa cerita tentang Kota Bandung, kini menjadi penanda kota atau landmark-nya kota Bandung, agar kalau kita datang lagi ke kota ini jangan sampai linglung. Gedung kuno tersebut sebagian dibiarkan berdiri dan dipelihara dan difungsikan atau digunakan dengan baik karena telah di-perda-kan menjadi bangunan cagar budaya Kota Bandung.

“Bandung Heritage” mendaftar bangunan-bangunan tua tersebut dari mulai jalan Otto Iskandardinata sampai ke Parapatan Lima, yang kemudian hari namanya menjadi jalan Asia Afrika yang terkenal itu, adalah:

  1. No. : 22, Nama Bangunan: Kimia Farma, Lokasi: Jl Asia Afrika 9, Fungsi: Toko, Arsitek: belum diketahui,Tahun: 1910, Kelas: A
  2. No. : 23, Nama Bangunan: Apotik Kimia Farma, Lokasi: Jl Asia Afrika 34, Fungsi: Toko, Arsitek: belum diketahui,Tahun: 1930, Kelas: A
  3. No. : 24, Nama Bangunan: Dezon NV/Bdg Promotion Centre, Lokasi: Jl Asia Afrika 39, Fungsi: Toko, Arsitek: belum diketahui,Tahun: 1925, Kelas: A
  4. No. : 25, Nama Bangunan: Kantor Pos Besar, Lokasi: Jl Asia Afrika 47, Fungsi: Posten Telegraf Kantor, Arsitek: J. Van Gent, Tahun: 1928-1931, Kelas : A
  5. No. : 26, Nama Bangunan: Bank Mandiri, Lokasi: Jl Asia Afrika 51, Fungsi: Kantor Bank, Arsitek: belum diketahui,Tahun: 1915, Kelas: A
  6. No. : 27, Nama Bangunan: P.T. Asuransi Jiwasraya, Lokasi: Jl Asia Afrika 53, Fungsi: Kantor Asuransi, Arsitek: belum diketahui,Tahun: 1917-1920, Kelas: A
  7. No. : 28, Nama Bangunan: Bank Mandiri, Lokasi: Jl Asia Afrika 61, Fungsi: Kantor Bank, Arsitek: Edward Cuypers,Tahun: 1912, Kelas: A
  8. No. : 29, Nama Bangunan: Perusahaan Listrik Negara, Lokasi: Jl Asia Afrika 63, Fungsi: Gebeo, Arsitek: C.P Wolff Schoemaker, Tahun: 1933, Kelas: A
  9. No. : 30, Nama Bangunan: Gedung Merdeka, Lokasi: Jl Asia Afrika, Fungsi: Societeit Concordia, Arsitek: C.P Wolff Schoemaker, Tahun: 1902, Kelas: A
  10. No. : 31, Nama Bangunan: Kantor Pikiran Rakyat, Lokasi: Jl Asia Afrika 77, Fungsi: Kantor, Arsitek: C.P Wolff Schoemaker, Tahun: 1925, Kelas: A
  11. No. : 32, Nama Bangunan: Hotel Preanger, Lokasi: Jl Asia Afrika 81, Fungsi: Grand Hotel Preanger, Arsitek: C.P.Wolf Schoemaker,Tahun: 1929, Kelas: A
  12. No. : 33, Nama Bangunan: Gedung Punten, Lokasi: Jl Asia Afrika 90, Fungsi: Toko Lido ( Mebel Erisa), Arsitek: belum diketahui, Tahun: 1930, Kelas: A
  13. No. : 34, Nama Bangunan: Bank International Indonesia, Lokasi: Jl Asia Afrika 95-97, Fungsi: Pertokoan, Arsitek: belum diketahui,Tahun: 1940, Kelas: A
  14. No. : 35, Nama Bangunan: Toko Padang, Lokasi: Jl Asia Afrika 104,106,108,110, Fungsi: Pertokoan sewa, Arsitek: A.F. Aalbers, Tahun: 19220, Kelas: A
  15. No. : 36, Nama Bangunan: Savoy Homann Heritage Hotel, Lokasi: Jl Asia Afrika 112, Fungsi: Hotel, Arsitek: belum diketahui,Tahun: 1939, Kelas: A
  16. No. : 37, Nama Bangunan: P.D. Darawati, Lokasi: Jl Asia Afrika 132, Fungsi: Ruko, Arsitek: belum diketahui,Tahun: 1940, Kelas: A
  17. No. : 38, Nama Bangunan: Kantor, Lokasi: Jl Asia Afrika 176-178, Fungsi: Ruko, Arsitek: belum diketahui,Tahun: 1930, Kelas: A
  18. No. : 39, Nama Bangunan: Vigano, Lokasi: Jl Asia Afrika 188, Fungsi: Pertokoan, Arsitek: Edward Cuypers, Tahun: 1910, Kelas: A

Postingan berikut akan ditampilkan photo bangunan cagar budaya tersebut.

6 thoughts on “Sepotong Jalan Raya Pos Di Bandoeng (1)

  1. Mantap Sekali Kang Eman , karena blog anda ini sangatlah berguna bagi seluruh warga bandung yg awal nya tidak mengetahui asal mula nya , dan khusus nya juga bagi saya sendiri selaku anak yg terlahir di bandung tetapi besar dan mencari nafkah di perantauan negeri orang … Lanjutkan terus kang Eman di tunggu artikel2 blog yang lain nya .

    Hatur Nuhun …

  2. Oh terima kasih sudah mampir untuk membaca, apalagi berkomentar. Anda di seberang sono ya, mudah-mudahan saya bisa menulis memberikan infprmasi tanah leluhur. Wassalam.

  3. punten tos ningali ka blog kang eman……, tos ngaos…mugi teu kaabotan……tos share gambar…hapunten sateuacana……, sae pisan kang kanggo nu hoyong terang sajarah urang…,

  4. kanggo dede rachmat saleh, nuhun parantos maos sareng ngomentaran tulisan pribados, mangga share gambar, atoh nu aya malihan. wassalam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s