Bangunan Kuno Sepanjang Jalan Dago

Bangunan lama,  sebagai warisan zaman lawas, banyak ditemukan di sepanjang  jln Ir H Juanda. Jalan Ir H Juanda berada di Kawasan Dago yang ini adalah, apalagi dahulu, disebut kawasan elitenya Bandung, berada di Bandung bagian utara bagian sejuknya Kota Bandung.

Jalan Dago atau kemudian diberi nama jln Ir H Juanda pada zaman kolonial Belanda disebut Dagoweg. Dan di kawasan inilah dulu tuan-tuan tanah dan kaum terpelajar Belanda dan mungkin warga Bumiputera yang berduit tinggal. Dan itulah juga sebabnya  di jalan ini banyak didapat bangunan-bangunan kuno yang menarik, pantas dimasukkan sebagai bangunan cagar budaya Bandung yang seyogianya harus dilindungi.

Baru-baru ini, di tahun 2012,  aku berburu memoto bangunan-bangunan kuno tersebut yang berdasarkan atau sebagaimana yang diinventarisir oleh Paguyuban Bandung Heritage. Maksudku tiada lain, pertama ingin tahu dimana letak bangunan itu persisnya berada, berikutnya ingin memastikan apakah bangunan warisan Bandung tersebut masih ada dan utuh.

Dari hasil hunting foto bangunan tersebut didapatkan bahwa secara umum bangunan tersebut cukup terpelihara, Bangunan-bangunan tersebut ada yang disewakan oleh pemilik untuk dijadikan tempat belanja pakaian berupa factory outlet, distro, atau restoran. Atau juga beberapa digunakan sebagai kantor Bank. Lalu banyak rumah tinggal atau disebut juga villa yang memang dipakai  sebagai tempat tinggal. Terus beberapa bangunan juga sedang ditawarkan untuk dikontrakan, Sedang satu bangunan tempat tinggal sudah menghilang dan bekasnya menjadi semak belukar atau menghutan, nomornya masih ada tertera di pintu pagar.

Dalam postingan ini aku belum sempat mengetahui sejarah satu demi satu bangunan zaman dahulu tersebut. Karena kebanyakan dari bangunan tersebut adalah bekas rumah tinggal atau beberapa bekas villa, jadi tak terlalu banyak yang bias diceritakan.

Inilah bangunan-bangunan tua tersebut yang aku urut dari selatan ke utara sepanjang jalan Ir H Juanda, mulai dari awal yaitu jln RE Martadinata sampai setelah dipotong oleh jln Diapati Ukur.

Toko Dago no. 34. Foto koleksi Eman S

Ex Dispenda no. 37. Foto koleksi Eman S

Nama bangunan Dinas Pendapatan Daerah alamat Jl Ir. Juanda 37 fungsi Kantor, Arsitek A.F. Aalbers, Tahun 1935

Rumah Tinggal No. 45. Foto koleksi Eman S

Nama bangunan Rumah Tinggal, alamat  Jl Ir. Juanda 45, fungsi Kantor, arsitek belum diketahui, tahun 1920

Rumah Tinggal, PT BPRKS No. 63. Foto koleksi Eman S

Nama bangunan PT BPR KS, alamat Jl Ir. Juanda 63, fungsi Villa, arsitek belum diketahui, tahun 1935

Rumah Prof Dr Kustejo No. 68. Foto koleksi Eman S

Nama bangunan Rumah Prof Dr Kustejo, alamat Jl Ir. Juanda 68, fungsi Rumah, arsitek belum diketahui, tahun 1930

SMAK Dago No. 93. Foto koleksi Eman S

Bekas SMAK Dago yang saat ini masih menjadi sengketa kepemilikan

SMAN I Dago No. 93. Foto koleksi Eman S

Sekolah SMAN 1 Dago berfungsi dengan baik

Bank Muamalat no. 98 A. Foto koleksi Eman S

Nama bangunan Bank Muamalat, alamat Jl Ir Juanda 98A (Jl Hasanudin), fungsi Villa, arsitek belum diketahui, tahun 1940

Rumah Sakit Santo Borromeus. Foto koleksi Eman S

Rumah Sakit terpelihara dengan baik

Donotelo, factory outlet. Foto koleksi Eman S

Nama bangunan Donotelo, factory outlet, alamat Jl Ir. Juanda 104, fungsi Villa, arsitek belum diketahui, tahun 1925

Factory Outlet - Gossip. Foto koleksi Eman S

Nama bangunan Tiga Villa (Rumah Tinggal), alamat Jl Ir. Juanda 111, salah satu dari 3 Villa tersebut , arsitek A.F. Aalbers, tahun 1937

Toko Sepatu - Edward Forrer. Foto koleksi Eman S

Nama bangunan Tiga Villa (Rumah Tinggal), alamat Jl Ir. Juanda 113, salah satu dari 3 Villa tersebut, arsitek A.F. Aalbers, tahun 1937

Rumah Tinggal no. 115.Foto koleksi Eman S

Nama bangunan Tiga Villa (Rumah Tinggal), alamat Jl Ir. Juanda 115, salah satu dari 3 Villa tersebut, arsitek A.F. Aalbers, tahun 1937

Grande Fashion. Foto koleksi Eman S

Nama bangunan Grande Fashion, alamat Jl Ir Juanda 118, fungsi Villa, arsitek belum diketahui, tahun 1925

Rumah Tinggal no. 133. Foto koleksi Eman S

Nama bangunan Rumah Tinggal, alamat Jl Ir. Juanda 133, fungsi Villa, arsitek belum diketahui, tahun 1935

Bank Bisnis no. 137. Foto koleksi Eman S

Nama bangunan Bank Bisnis, alamat Jl Ir. Juanda 137, fungsi Rumah Tinggal, arsitek belum diketahui, tahun 1935

Rumah Tinggal No. 140. Foto koleksi Eman S

Nama bangunan Rumah Tinggal, alamat Jl Ir. Juanda 140, fungsi Villa, arsitek belum diketahui, tahun 1940

BRI Dago no. 147. Foto koleksi Eman S

Nama bangunan BRI Dago, alamat Jl Ir. Juanda 147, fungsi Villa, arsitek belum diketahui, tahun 1935

Villa No. 148. Foto koleksi Eman S

Nama bangunan Villa, alamat Jl Ir. Juanda 148, fungsi Villa, arsitek belum diketahui, tahun 1938

Rumah Tinggal No. 149. Foto koleksi Eman S

Nama bangunan Rumah Tinggal, alamat Jl Ir. Juanda 149, fungsi Villa, arsitek belum diketahui, tahun 1940

Kantor no. 151. Foto koleksi Eman S

Bangunan saat ini sedang ditawarkan untuk dikontrakan, alamat Jl Ir. Juanda 151, fungsi Villa, arsitek belum diketahui, tahun 1925

Esia no. 155. Foto koleksi Eman S

Nama bangunan Kantor Esia, alamat Jl Ir. Juanda 155, fungsi Villa, arsitek belum diketahui, tahun 1925

Rumah Tinggal no. 163. Foto koleksi Eman S

Nama bangunan Rumah Tinggal, alamat Jl Ir. Juanda 163, fungsi Villa, arsitek belum diketahui, tahun 1920

Bank Pundi No. 165. Foto koleksi Eman S

Nama bangunan Bank Pundi, alamat Jl Ir Juanda 165, fungsi Villa, arsitek belum diketahui, tahun

Jln Ir H Juanda no. 187. Foto koleksi Eman S

Nama bangunan Rumah Tinggal, alamat Jl Ir Juanda 187, fungsi Villa, arsitek belum diketahui, tahun 1932

Rumah Tinggal no. 189, tinggal bekasnya. Foto koleksi Eman S

Bekas Rumah Tinggal, alamat Jl Ir Juanda 189, fungsi Villa, arsitek belum diketahui, tahun 1932. Rumah tinggalnya sudah hilang tinggal semak belukar.

26. Bank BJB No. 191.Foto koleksi Eman S

Nama bangunan Bank BJB, alamat Jl Ir Juanda 191, fungsi Villa, arsitek belum diketahui, tahun 1932

16 thoughts on “Bangunan Kuno Sepanjang Jalan Dago

  1. bagi saya bicara ttg kota kembang bandung khususnya jl dago dan sekitarnya , seolah olah sebuah cerita yg tiada akhir, krn pada th. 92 s/d 98 sy memempuh pendidikan di sana, walaupun sy bukan asli orang bandung ..terlalu banyak kenangan yang melekat di hati sy .. ingin rasanya kembali dan tinggal di sana lg.. spt dulu lg tp bisakah ? trima kasih pak eman telah menghadirkan “kenangan” bagi sy ..

  2. pak husain, berkunjunglah sesekali ke kota Bandung, walaupun semakin padat tapi kota Bandung memang kota kenangan yang tak mudah dilupakan, terimakasih sudah berkomentar. wassalam

  3. salam, saya dari kota kuala lumpur, Malaysia and i’m a Malaysian..i’m a big fan of your blog karena blog bapak bukan sahaja padat informasi tetapi foto-fotonya juga memberi gambaran jelas tentang kota Bandung dan lifestyle penduduknya..diharap bapak tidak akan berhenti menulis karena saya kangen sekali sama kotanya..walaupun jauh dimata tetapi dekat dihati..

  4. Oh Eja, anda dari Malaysia salam kembali, kalau ada umur panjang saya akan terus menulis terutama soal Bandung. Datanglah sesekali ke Bandung biar bisa menikmati terutama bangunan tua, dan ..belanja. Terima kasih banyak sudah komentar. wassalam

  5. sebagai pecinta bangunan Belanda, saya senang sekali bisa menemukan blog Bapak.

    sekedar update:
    1. bangunan utama SMAK Dago sekarang sudah rata dgn tanah
    2. Dago 45 jadi kantor sementaranya Century 21. Cantik sekali! sayang sewanya mahal, padahal saya sedang mencari rumah Belanda untuk digunakan sbg Tea House.

  6. Iya, saya juga ikut prihatin atas SMAK Dago yang sudah rata dengan tanah, Dago 45 sewaktu saya memotretnya lagi betul-betul tak berpenghuni dan ditawarkan untuk dikontrakan. Semoga Anda segera mendapatkan bangunan yang dicita-citakan. Terima kasih sudah berkomentar.

  7. Bandung memang luar biasa…. Mudah2an selamanya bisa terjaga…. Cinta Bandung pisaaaaannnn…

  8. pak eman tiap kali sy buka blog ini, tak tertahankan lg kerinduan tuk kembali ke sana.. bandung bagi sy terlalu seih tuk dikenangkan.. terlalu indah tuk dilupakan..

  9. wah, ada rumah orang tua saya. Dulu cucu arsitek rumah tersebut sempat datang.

  10. setahu saya bangunan tahun 1925, sampai saat ini saya masih sering ke Bandung dan nginap di situ. Kusen pintu dan lantai masih asli dari jaman dahulu.

  11. Betul, saya percaya, memang nampaknya lumayan terpelihara, terima kasih

  12. Saya juga salah satu dari segelintir pecinta bangunan kuno peninggalan belanda. saya pernah tinggal di Jl GANDAPURA 24 Bandung, rumah dinas orangtua saya. saya sangat mengagumi Istana Bogor. di Bandung saya sangat mengagumi RS Halmahera. Ditunggu postingan yg lainnya ya Pak… Thx.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s