Rumah Tua di Bandung Utara, Jln Sawunggaling

Saya hampir lupa bahwa saya punya hobi baru yakni memotret bangunan tua yang ada di  kota Bandung. Sebetulnya sih mana ada orang lupa akan hobinya sendiri, tapi karena ada liburan panjang ahir tahun 2011, maksudnya liburan bagi yang bekerja, jadi tergeser tuh hobi. Dan kali ini saya ingin memperlihatkan bangunan-bangunan lama yang berada di Bandung Utara yang kalau lebih jelas lokasinnya ada di wilayah Dago.

Jangan salah kawan, jalan Sawunggaling letaknya berdekatan dengan jln Tamansari, jln Ranggamalela, jln Sulanjana. Jalan ini termasuk pendek barangkali ada 1 Km ya?, betul tidak akan lebih dari 1 Km. Tapi nanti dulu jalan ini asri sekali, apalagi bukan jalan protokol jadi termasuk tidak termasuk yang padat lalu lintasnya. Sangat ideal buat pemukiman sejuk karena Bandung utara termasuk daerah lebih tinggi, terus kawasan elit bo!

Di sini di jalan Sawunggaling Bandung itu oleh “Bandung Heritage” didaftar bangunan tuanya sebagai bangunan cagar budaya yakni 5 rumah tinggal dan dua Vila, jadi jumlahnya ada 7 . Satu vila saat ini dijadikan kantor Bank NISP, juga sebelahnya digunakan sebagai Cafe, kemudian satu vila lagi saat ini menjadi Bumi Sawunggaling yang berfungsi sebagai hotel

Bumi Sawunggaling yang menurut bumisawunggaling.com mempunyai sejarah yang agak panjang yakni

Rumah khas bergaya Art Deco ini dibangun pada tahun 1920, dihuni oleh Merv. Bossch Jacobs. Seiring dengan perjalanan sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia, rumah ini kemudian dihibahkan kepada pemerintah dan dialihfunngsikan menjadi Asrama para siswi yang sedang menimba ilmu di ITB dan selanjutnya menjadi Asrama Putra atau lebih dikenal dengan Rumah E.

Bangunan Indo Eropa ini menyimpan banyak sejarah dan kenangan bagi para alumni dari jaman Dames Internat sampai Rumah E.

Pada tanggal 6 Januari 1997, Prof. Wiranto Arismunandar, Rektor ITB pada saat itu memberi gagasan agar Rumah E dialihfungsikan menjadi WIsma Tamu ITB Sawunggaling. WIsma ini terus mengalami perkembangan sehingga pada tanggal 27 April diresmikan menjadi Bumi Sawunggaling”

Inilah bangunan-bangunan tersebut akan tetapi baru enam buah satu lagi belum ketemu, hilang kemana ya?

Jln Sawunggaling no. 2

Rumah tinggal, jln Sawunggaling no.

Rumah tinggal, jln Sawunggaling no. 10

Rumah tinggal, jln Sawunggaling no.

Rumah tinggal, Jl Sawunggaling no.

Bumi Sawunggaling (Hotel), jln Sawunggaling no. 13

Bumi Sawunggaling yang sekarang menjadi hotel pada bulan Februari 2011 mendapatkan award bersamaan dengan 25 bangunan cagar budaya di Bandung lainnya yakni Bandung Herritage Award 2011. Selamat untuk Bumi Sawunggaling.

Komentar saya mengenai bangunan antik kuno di jalan Sawunggaling pertama saya hanya memotret lokasi apakah bangunan tersebut telah dirubah oleh pemilik atau tidak, saya tidak tahu. Untuk rumah tinggal tidak saya sertakan nomornya mengingat kemungkinan perlu privasi, karena tidak semua pemilik happy jika rumahnya dijadikan bangunan cagar budaya. Ketiganya seperti biasa kualitas fotonya hanya termasuk katagori “lulumayanan“.

7 thoughts on “Rumah Tua di Bandung Utara, Jln Sawunggaling

  1. Jadi inget rumah eyang di Tulungagung. Rumahnya pada bangunan Belanda. Jadi satu jalan itu rumahnya pada besar-besar..namun sayang rumah sebelah punya tetangga sudah dibeli sama pengembang dan dijadikan perumahan.

    Di depanya juga begitu, sudah dirubuhkan dan dijadikan gedung perkantoran. Yang tersisi tinggal punya eyang, itupun sudah banyak yg nawar untuk dijadikan perumahan juga, maklum halamannya depan dan belakang yg luas.

    Kalau ingat jaman kecil dulu suka main petak umpet, gobak sodor di halaman rumah…enak rasanya. Asri….namun ya begitu, setelah generasi tuanya tiada, anak2nya pada merantau dan rumah2 kuno model bangunan Belandapun akhirnya harus rela terkubur berganti bangunan yg benar2 baru.

    Panjang juga komen saya…hahaha..jadi artikel sendiri nih harusnya😀

  2. Pak Toto, iya memang bangunan tua selalu membawa kenangan apa lagi kenangan kepada eyang sendiri yang pernah menempatinya. mestinya dipertahankan. terima kasih sudah memberi komentar panjang, untuk melengkapi tilisan saya

  3. Mau ikutan nimbrung…………….sebagai notes kenangan manis kost di jalan Sawunggaling.

    Sekitar tahun 83-an, kakak saya mulai kost di Sawunggaling 8 (deket pertigaan Sawunggaling dan Hariang, kemudian tahun 86, saya juga kost di sana. Kalau tidak salah yang punyanya waktu itu adalah N.V. Kalibaru dan dipercayakan untuk dikelola oleh seorang bapak. Waktu itu, rumah2 di jalan Sawunggaling banyak yang dijadikan tempat kost, diantaranya Sawunggaling no 2, no 8, no 10 (putra) dan no 14 (buat putri). Kawasan yang rimbun, sejuk, asri dan tenang dengan lokasi yang strategis buat mahasiswa karena dekat dengan universitas2 di bandung utara. Ada banyak rumah/warung makan yang menjamur siap menjamu mahasiswa yang lapar saat menimba ilmu di Paris van Java. Yang saya ingat: Ina Joy/Warna Sari, Warung ayam bakar Tuti dan beberapa warung lain di sekitar jalan Taman Sari. Pedagang Soto dekat pasar Balubur di depan kantor ITB. Kalau ingin hiburan murah beli kaset, ke Aquarius sebelahnya Gelael, di sana bisa mendengarkan lagu sepuasnya dan beli 1-2 kaset saja.

    Waktu itu rumahnya masih rumah asri dan megah model jaman Belanda, yang ada tulisan “‘t veilig nest”, dengan tembok yang tebal dan langit2 yang tinggi. Menurut pendapat saya, Sawunggaling 8 termasuk rumah yang paling indah dan baik perawatannya dibandingkan bangunan2 lain yang ada di jalan tersebut.

    Bangunan utamanya ada di tengah yang dibagi-bagi menjadi kamar2 kost. Ruang tamu di depan pintu masuk dan kamar2 yang tidak terlalu besar masih dipertahankan seperti semula, Sedangkan ruangan2 yang besar disekat menjadi kamar2. Ada sekitar 14 kamar di bangunan utama ini. Ada ruangan tempat makan dan nonton TV di bagian belakang bangunan.
    Kami menyewa kamar no 7, kamar orisinal yang memanjang dengan dinding yg dilapisin porselen bagian bawahnya dan jendela besar menghadap ke timur. Bunkbed, lemari, dua meja dan dua kabinet disediakan oleh pemilik rumah indekost. Saya ingat kualitasnya bagus sekali.

    Di sebelah kirinya (tidak nempel dengan bangunan utama) ada pavilion bangunan Belanda juga yang setengahan dengan rumah jalan Sawunggaling 10 (saya juga pernah kost di sini). Pavilion yang di Sawunggaling 8 juga di-bagi2 menjadi kamar2 kost sampai ke belakang (ujung tanah) bagian depannya dijadikan living room buat makan dan nonton TV. Kira2 ada sekitar 8 kamar di sayap kiri ini.

    Di sayap kanan ada garasi terbuka yang bisa nampung 4 mobil dan bangunan tambahan sampai ke belakang sehingga membentuk huruf L (kira2 8 kamar dan WC serta kamar mandi). Ada lagi bangunan tambahan yang bukan bangunan Belanda berbentuk huruf L di belakang bangunan utama seperti mess berjumlah 6 kamar. Kenangan yang indah sekali waktu tinggal di sana, kalau malam hari dingin dan gelap dengan suara jangkrik. Saya pernah melihat turis orang putih yang tertarik dengan rumah Sawunggaling 8 ini dan ambil photo dengan target tulisan ‘t veilig nest di atas pintu masuk. Sekian dulu saya lanjutkan cerita selanjutnya ketika rumah kost ini dibeli oleh pemilik pabrik tekstil untuk dirobohkan dan digantikan dengan bangunan baru sekarang yang dibuat kira2 tahun 2000-an.

  4. Terima kasih pak Eman. Ada koreksi satu lagi, bangunan baru itu dibangun tahun 1989/1990an, karena waktu itu saya harus pindah kost. Saya termasuk salah satu penyewa yang terakhir pindah.

    Cerita lanjutannya…..
    Sekitar tahun 88/89 semua penghuni rumah kos dikasih tahu bahwa Sawunggaling 8 tidak akan dijadikan rumah kost lagi. Banyak orang yang sedih dan kecewa, karena rumahnya bagus, adem, dan lokasinya di kawasan elit yg deket sekali ke ITB, Unisba, Unpas, ATB, LPKIA dan lain2. Di samping itu banyak yang sudah lama tinggal di sana dan betah, termasuk mahasiswa abadi yang tidak lulus2 karena kebanyakan maen kartu🙂. Yang kost di sana juga bukan hanya mahasiswa tapi juga ada yang sudah kerja. Saya ingat, proses pengosongannya memakan waktu cukup lama. Akhirnya saya pindah kost ke Sawunggaling 10.

    Sawunggaling 10 adalah rumah tua juga, tapi saya rasa Sawunggaling 8 lebih bagus dan asri. Beda dengan Sawunggaling 8 yang seluruh rumahnya disewakan Sawunggaling 10 hanya menyewakan kamar2 yang bukan di bangunan utama, melainkan bangunan disebelah kiri (kira2 10 kamar yg termasuk sekitar 3 kamar tambahan semi permanen). Kamar mandi dan toiletnya dibuat khusus untuk anak2 kost. Kualitasnya tidak terlalu bagus, hanya dari tembok dengan WC jongkok, agak semi permanen. Sedangkan waktu di Sawunggaling 8, kamar mandi dan toiletnya bagus, semuanya WC duduk dan lantain/dindingnya dilapisin porselen dan motif yang indah dan asri. Jadi saya hampir tidak pernah tahu bangunan utamanya, kecuali tahu diluarnya saja. Bangunan paviliun sebelah kanan yang sebelahan sama Sawunggaling 8 dipakai kantor. Waktu itu, bangunan utamanya ditempati oleh yang punya rumah, seorang bapak yang sudah tua dan sakit2an. Anaknya perempuan yang menikah sama lulusan ITB yang mengurus rumah kostnya.

    Saya mengontrak kamar di bagian belakang yang semi permanen. Kamar2 yang lebih bagus sudah tersewa dan sebagai penghuni baru, kebagian yg sisa🙂. Halaman belakangnya yang cukup luas memisahkan antara bangunan utama dengan bangunan di sebelah kiri dan kanan. Ada banyak pohon besar2 (durian, alpukat, dll) yang tumbuh di halaman belakang ini. Pas di depan kamar saya, ada pohon durian yang besar. Untuk menghindari kerusakan, kamar saya dan sebelah pakai atap seng. Kalau pas musim buah durian, buah durian yang sudah matang jatuh menimpa atap seng, breeeng…anak2 kost sudah tahu dan langsung keluar dari kamar mencari durian yg jatuh. Jadinya anak2 kost buat pesta durian. Kata anak2 kost, duriannya enak, sayangnya saya tidak suka durian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s