Berakhirnya Tahun Baru-an

Ketika aku membuka mata di tahun baru 2012 persis sama dengan kemarin yang tahun 2011, memang hari-hari apakah dirayakan atau tidak tetap matahari bulan dan bumi berjalan pada garis edarnya, tidak mau menunggu dan tidak bisa ditunggu.

Setiap pesta selalu ada ahirnya, demikian juga liburan anak-anak harus berakhir, saat anak-anak merencanakan pulang ke tempat masing-masing, para cucu pada protes karena liburan sekolahnya masih lama. Tapi mana mungkin liburan diperpanjang sebab orang tuanya harus segera masuk bekerja. Lewat diskusi, argumentasi, pertengkaran, malahan diiringi tangis ahirnya anak-anak alias cucuku menyerah akan tetapi dengan syarat harus puas-puas dulu main di Bandung, meski begitu karena waktu dan juga keuangan terbatas hanya bisa ke, kebetulan di Bandung sedang ada “Bandung Bersalju”, dan satu lagi, meski seperti umumnya anak-anak tidak suka, yaitu mengunjungi Museum Geologi yang ada di jln Diponegoro Bandung.

Pada saatnya melihat “Bandung bersalju” kami kakek, nenek, anak, dan cucu, pergi bersama, rencananya mau ikut melihat salju di kota Bandung. Meskipun cucu memaksa agar aku ikut masuk arena tapi terpaksa mundur teratur, setelah aku perhatikan tidak ada seoarang kakek pun yang ikut ngantri. Tapi ternyata anak-anak di dalam tidak begitu lama karena pada kedinginan, menurut promosi temperaturnya minus 15 derajat celcius, katanya hiiiiiih dingiiiin sekali, bisa dimaklumi maklum sa-umur-umur hidup di udara dan iklim tropis.

Meskipun aku tinggal di Bandung dan sering sekali melewati gedung Museum Geologi, tidak pernah terbersit untuk mengunjungi Museum tersebut, memang dahulu ketika anak-anakku masih kecil perkiraan 25 tahun yang lalu pernah masuk ke Museum Geologi ini. Saat ini, seperti 25 tahun yang lalu, aku menggiring anak-anak mereka yakni cucu-cucuku. Seperti juga dahulu ketika membawa anak-anakku aku tidak berharap banyak apakah mereka akan serius memperhatikan apa yang berada di Museum atau hanya sekedar kejar-kejaran sebagaimana kesenangan mereka. Sedikitnya kelak ada suatu kenangan masa kecil diajak kakeknya masuk ke Museum manaaaa ya? Oh, iya Museum Geologi.

Tapi, aku melihatnya dari kacamata seorang kakek, Museum Geologi ini sangat-sangat bagus. Akan sangat disesalkan kalau anak-anak belum pernah diajaknya ke sini, meski tak usah serius, sambil diajak bermain saja. Demikian banyak ilmu pengetahuan dan tentu dengan pengalaman melihat sendiri diantaranya fosil-fosil dan tulang belulang binatang-binatang purba yang pernah menghuni planit kita jutaan tahun yang lalu. Begitu banyak batu-batuan yang sangat indah dan penuh makna dipajang di etalase kaca.

Mengunjungi Museum Geologi di Bandung ini tanpa dipungut bayaran hanya dipersilakan untuk mengisi buku tamu dan kemudian dilepas. Dibanding dengan 25 tahun yang lalu Museum Geologi ini semakin lengkap dan semakin diperluas. Bahkan di luar Museum Geologi dibuatkan taman namanya “Taman Siklus Bebatuan”.

Meskipun aku yakin Anda semua sudah melihatnya dan sudah mengunjunginya, beberapa foto akan aku pajang di sini, namun karena dikejar deadline, hehehe buatan sendiri, sehingga keterangan mengenai gambar begitu terbatas.

Museum Geologi

Museum sedang padat pengunjung, berbaris menuju auditorium pemutaran film

Fosil binatang purba

Fosil binatang purba

Fosil binatang purba

Batu-batu kristal

Batu-batu kristal

Batuan juga dipajang di taman

Demikian kisah liburan anak dan cucuku di Bandung, lapangan Kurusetra tempat perang keluarga Bharata imajinasiku dari cerita pewayangan telah sepi, tidak ada celoteh, tangis bahkan teriakan anak-anak, di rumahku kembali ke “modal” semula yakni tinggal berdua seorang kakek dan seorang nenek. Tapi itu tidak masalah dalam kehidupan ini selalu silih berganti sebagaimana roda pedati yang terus berputar.

7 thoughts on “Berakhirnya Tahun Baru-an

  1. Setuju sekali Pak Eman membawa para cucu kesini. Walaupun mereka tak tertarik, suatu hari nanti, setelah mereka besar melintas disini ada kenangan bahwa kakek pernah ngajak jalan-jalan ke sini..Sangat menyentuh Pak🙂

  2. Terima kasih Bu Evi, saya kira kita sebagai orang tua harus terus dengan sabar membesarkan dan mendidik generasi berikut.

  3. Aki Eman memang patut dicontoh dalam hal mendidik anak…..
    Museum Geologi pun jadi wahana liburan yang edukatif buat cucunya.
    sudah lama saya tidak kesana (pernah kesana tapi tutup) 😦

    salam tahun baru-an
    blognoerhkmat

  4. Oh terimakasih Bud, cobalah disuatu kesempatan untuk mengunjungi Museum Geologi, rasanya sekarang beda geura

  5. wow … salut saya pak karena nggak dipungut biaya museumnya tetap tampak bersih, terawat dan cantik, belum pernah ke sana pak, pasti saya dan suami akan betah kalau punya kesempatan mengunjunginya, terima kasih banyak🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s