Hilangnya Estetika Bangunan Tua

Tentang seni dan keindahan serta tanggapan manusia terhadapnya, nah itulah kata kamus mengenai estetika. Aku tengah menulis soal bangunan cagar budaya yang ada di kota Bandung. Bandung sudah punya perda yakni “Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor: 19 Tahun 2009 Tentang Pengelolaan Kawasan Dan Bangunan Cagar Budaya”, bahkan pada perda tersebut dilampirkan 99 bangunan cagar budaya.

Demikian juga Paguyuban Pelestarian Budaya Bandung, di situs nya didapatkan “Hasil Inventarisasai Paguyuban Pelestarian Budaya bandung (Bandung Heritage) Tahun 1997” sebanyak 420 alamat atau lokasi bangunan cagar budaya. Heritage dari kamus adalah something that is passed down from preceding generations; a tradition. Juga aku dapat informasi dari internet dengan format pdf yakni “Daftar Kawasan Dan Bangunan Cagar Budaya Di Kota Bandung” di sini lengkap dengan gambarnya.

Dalam rangka mengembangkan hobiku, hah hobi? Hobi adalah kegemaran, atau kesenangan pada waktu senggang. Hobi baruku tersebut adalah menelusuri bangunan tua di Kota Bandung. Hobi baruku ini bukan pekerjaan utama karena pekerjaan utamaku adalah pensiunan, pensiunan apa pekerjaan ya? Setidaknya itulah kata untuk mengisi status pekerjaan di KTP.

Pada bulan November dan Desember 2011 hobi dadakanku yaitu menelusuri bangunan tua di Kota Bandung ini sudah dimulai yakni dengan cara mendatangi  lokasi lalu memotret satu per satu bangunan yang disebut pada inventaris itu. Ternyata bukan pekerjaan gampang, sampai dengan saat ini belum ada 50 bangunan cagar budaya yang sudah bisa dilihat dan dipotret.

Kembali ke estetika, dalam pikiran aku bangunan tua itu selain menorehkan sejarah, lamanya bangunan, arsitektur yang unik, penanda kota (landmark), juga estetika atau keindahannya, dan keindahan berhubungan dengan pemeliharaan dan yang paling klasik adalah berhubungan dengan dana dan sekali lagi maintenance bangunan harus disemangati oleh rasa keindahan khususnya dari pengelola atau pemiliknya.

Bangunan Cagar budaya di Kota Bandung memang banyak yang terpelihara dengan baik terutama yang dikelola atau dimiliki oleh instansi pemerintahan hususnya yang dimiliki oleh instansi militer, bank, atau hotel. Di lain pihak pada kenyataan banyak bangunan cagar budaya di kota Bandung tersebut yang tidak terurus bahkan rusak sama sekali.

Untuk menampilkan keindahan banguna tua, biar bisa dinikmati oleh warga atau pengunjung, setidaknya bangunan tersebut harus terbuka sederhananya bisa terlihat jelas dari jalan.

Beberapa hal yang menghalangi bahkan menutupi  pemandangan terhadap bangunan tua tersebut adalah misalnya bangunan terhalangi oleh pagar yang demikian tinggi, terhalangi oleh pemasangan billboard sehingga bangunan hampir tidak kelihatan. Terus juga pemasangan plang nama bangunan atau gedung yang terlalu besar akan menghalangi keindahannya, lalu juga terhalangi oleh terparkirnya bus-bus wisata yang diletakkan berjejer menghalangi bangunan.

Ada lagi, penanaman pepohonan yang rindang dan besar di depan bangunan otomatis menghalangi pemandangan. Selain itu juga banyaknya PKL yang berjualan di depan bangunan yang cenderung membawa kumuh lingkungan, terahir adalah padatnya lalu lintas dengan kendaraan yang lewat mau tidak mau menghalangi pemandangan terhadap bangunan tersebut.

Semoga kedepan bangunan tua tetap terpelihara agar bisa dinikmati dan dikagumi keindahannya lebih lama lagi oleh generasi-benerasi mendatang.

6 thoughts on “Hilangnya Estetika Bangunan Tua

  1. Iya tuh Pak Eman, seperti gedung sate yg selalu tertutup pintunya, jadi gak gampang di akses ke dalam oleh pengunjung. Dan pohon serta bilboard di depannya susah bikin fotonya🙂

  2. saya suka hobinya Pak Eman, karena nggak semua orang suka motret gedung tua , jadi salut sekali pak🙂 .. karena dari hobi tersebut pembaca yang lain termasuk saya bisa ikut menikmati dan mengetahu lebih banyak tentang bangunan bersejarah terutama yang ada di kota Bandung, terima kasih

  3. Seperti saya tulis di postingan bu evi mengenai gedung sate, bahwa ada jalan menerobos di pinggir museum pos, tapi ya tetap was-was takut ketemu satpam kan minimum bisa disamakan dengan niat mau nyolong jemuran

  4. Bu Ely, kita saling berbagi pengetahuan dan pengalaman, tapi kayanya banyakan dari bu Ely

  5. Tentang bangunan tua, apalagi yang mengandung nilai bersejarah, seharusnya lebih mendapat perhatian dari Pemerintah Daerah. Kalau pimpinan daerah gak peduli, ya jadinya seperti itu, mereka lebih mengutamakan profit dengan memasang baliho-baliho di sekelilingnya.

    Salut dengan hobi Aki Eman.

  6. Iya pemda harus peduli, sebetulnya saya punya foto-foto yang menggambarkan hilangnya estetika bangunan bersejarah tempo dulu, terima kasih pak Budi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s