Akad Dan Resepsi Pernikahan

Saya dan istri sengaja datang ke Kota Malang dengan menggunakan KA Malabar untuk menghadiri akad dan resepsi pernikahan salah sorang keponakan. Baik akad (ikatan) pernikahan maupun resepsinya telah berjalan dengan baik, lancar, tidak kurang satu apapun. Saat tulisan ini dibuat mereka (pengantin) sudah kembali ke Yogyakarta, berbulan madu, dan tentu sudah kembali beraktifitas sebagaimana sebelumnya.

Kalau melihat KBBI bahwa nikah itu artinya adalah ikatan (akad) perkawinan yg dilakukan sesuai dng ketentuan hukum dan ajaran agama. Tentu saja untuk menjadi sahnya perkawinan yang paling pokok adalah rukunnya yakni, bahwa rukun nikah ada lima perkara:

1.      Pengantin lelaki

2.      Pengantin perempuan

3.      Wali pengantin perempuan

4.      Dua orang saksi

5.      Ijab dan Qabul

Wali adalah yang menikahkan, yaitu orang tua yakni bapak dari pihak perempuan atau yang mewakili , pada saatnya akad nikah si Wali mengucapkan ijab kepada pengantin pria yakni kata-kata “aku nikahkan engkau dengan..dan selanjutnya”, kemudian dijawab qabul oleh si pengantin lelaki: “terima saya nikahnya dengan .. dan seterusnya”. Maka sahlah kedua pengantin itu menjadi suami istri.

Pernikahan ternyata sederhana sekali, hanya ijab qobul itu yang paling inti, jadi sederhananya siapapun bisa mengatakan ijab qobul itu, bahkan kalau hanya itu biayanya murah sekali. Adapun mengapa menjadi demikian mahal dan melelahkan adalah tambahannya yang tidak ada hubungannya dengan sahnya sebuah perkawinan.

Yang agak menarik dalam pernikahan ini adalah ketika sebelum akad nikah berlangsung, diberikan dahulu hotbah nikah dengan tema atau topik perkawinan, bahwa dasar perkawinan dalam agama Islam adalah monogami dan bukan sekali lagi bukan poligami, demikian ditegaskan secara pasti oleh Bapak Ustadz. Dan ketika acara selesai baik pengantin maupun hadirin kelihatan cerah dan sumringah.

Tapi sudahlah saya tidak akan membahas tentang perkawinan, sebab acara akad dan resepsinya sekali lagi telah berjalan dengan mulus. Jika jaman dahulu pernikahan selalu diselenggarakan di rumah pengantin perempuan, sekarang ini lebih praktis menyewa gedung. Gedung tersebut biasanya dilengkapi dengan adanya masjid untuk akad nikah, aula untuk resepsi pernikahan, dan bahkan lengkap dengan penginapan. Agar lebih praktis dan memudahkan koordinasi rombongan pengantin pria, keluarga pengantin wanita, dan panitia, dari kemarinnya sudah berada dan menginap di kompleks tempat akad dan resepsi pernikahan diselenggarakan tersebut.

Dan, setelah selesai acara saya harus segera bersiap-siap untuk pulang ke Bandung, meninggalkan Kota Malang sebetulnya kota yang sangat menarik dan kemarin ketika saya datang ke toko buku Gramedia, ternyata ada buku lengkap panduan mengunjungi Malang, tapi harusnya jangan hanya satu hari, jika ada umur panjang boleh kiranya datang kembali.

Bersambung..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s