Orang Sunda Kalau Berbicara Bagai Sedang Bernyanyi?

Seorang kawan, orang Jawa, kalau tidak salah pada tahun 60-an pernah berkata kepada saya bahwa orang Sunda kalau berbicara seperti sedang bernyanyi. Kata-kata teman saya itu kemudian terlupakan.

Dan teringat kembali ketika baru-baru ini saya membaca buku “Jalan Raya Pos, Jalan Daendels” oleh Pramoedya Ananta Toer. Pramoedya menulis seolah sedang menyusuri kota demi kota yang dilewati Jalan Raya Pos dari mulai Anyer sampai ke Banyuwangi dengan segala ceritanya di setiap kota. Ketika  tulisannya sampai ke tanah Priangan terselip kalimat yang menyebutkan:

“Penduduknya, etnis Sunda, bila bicara laksana menyanyi. Tidak mengherankan bila kesenian rakyat di sini hidup, berkembang, kreatif, dan lebih dari itu: komunikatif”

Ternyata ada satu lagi seorang pastur berkebangsaan Belanda sekaligus seorang kolumnis dan psikolog yaitu MAW Brouwer disamping mengatakan bahwa “Tuhan tersenyum ketika menciptakan Parahyangan” juga M.A.W Brouwer pernah mengidentifikasi yaitu ketika orang Sunda sedang berbicara, terdengar bagai sedang bernyanyi. Kalau di dunia pewayangan, intonasi bicara urang Sunda mirip Arjuna yang sedang kasmaran.

Lalu, siapa yang disebut Orang Sunda, Suku Sunda adalah kelompok etnis yang berasal dari bagian barat pulau Jawa, yang mencakup wilayah Provinsi Jawa Barat. Terus, kalau melihat di  KBBI, bicara adalah berkata; bercakap; berbahasa. Dan, yang dimaksud dengan bernyanyi adalah mengeluarkan suara bernada; berlagu. Jadi tak diragukan lagi seperti judul tulisan ini bahwa “Orang Sunda Kalau Berbicara Bagai Sedang Bernyanyi”.

Saya ingin mengambil keterangan dari sundanet.com bahwa mungkin saja Orang Sunda Kalau Berbicara Bagai Sedang Bernyanyi, karena seperti keterangan dibawah ini:

Dalam kaidah tatakrama Urang Sunda ada beberapa unsur yang sangat mengikat, yaitu kemampuan dalam

  • Bahasa. Variannya: Ragam Halus (B. Lemes), Ragam Sedang (B. Sedeng), Ragam Akrab (B. Loma, Kasar), Ragam bahasa untuk anak-anak (B. Lemes, Budak), ragam basa Lemes Kampung, Ragam Basa tanggung (B.L. kagok) dan ragam bahasa Kasar Sekali (B. Resag, Garihal).
  • Lagam berbicara (lagu bicara, irama, B.S lentong).
  • Sikap tubuh (body leanguage: kinesik, gesturd; B.S rengkuh).
  • Roman muka (B.S. pasemon).
  • Tata cara pergaulan (etiket lokal, nasional, internasional).
  • Tata busana.
  • Kualitas pengetahuan dan wawasan.
  • Itikad.

Dan poin Lagam berbicara mungkin menjadi demikian dominan karena kalu ritmenya datar saja takut tidak meyakinkan orang yang diajak bicara.

Saya ketika jamannya merantau selama 25 tahun di Kalimantan Timur, banyak bergaul dengan suku-suku lain dan sering sekali mendengar suku lain berbicara dengan memakai bahasanya sendiri sehingga meskipun saya tidak melihat orangnya saya sudah yakin bahwa itu dari suku mana. Sebagai contoh saya sangat hapal dengan intonasi atau lagu kalau yang berbicara misalnya lagam bahasa Batak, bahasa Minang, bahasa Palembang, bahasa  Banjar, bahasa Bugis, Bahasa Manado, bahasa Jawa, bahasa Bali, dan bahasa Madura. Semuanya mempunyai lagu dan intonasi yang khas. Tapi tidak ada satu orang pun yang menyebutkan bahwa berbicara seperti suku-suku tersebut seperti yang sedang bernyanyi.

Dan anehnya saya sendiri sebagai orang Sunda tidak berhasil mendengar jika orang Sunda berbicara seperti yang sedang bernyanyi. Apakah karena saya penutur bahasa Sunda sehingga tidak bisa menangkap lagu ketika  orang Sunda berbicara? Karena dari ketiga orang yang disebut di permulaan tulisaan ini yang menyatakan bahwa “Orang Sunda Kalau Berbicara Bagai Sedang Bernyanyi” ketiganya bukan orang dari suku Sunda.

Wallohu alam!

Bacaan:

sundanet.com

sosbud.kompasiana.com/2011/01/14/genetika-keramahan-urang-sunda/

id.wikipedia.org/wiki/Suku_Sunda

Buku “Jalan Raya Pos, Jalan Daendels”. oleh: Pramoedya Ananta Toer

2 thoughts on “Orang Sunda Kalau Berbicara Bagai Sedang Bernyanyi?

  1. mungkin bagi telinda anda kang.. biasa saja.. tapi buat telinga kami yang memang tidak menggunakan bahasa sunda jawa barat.. orang jawa barat asli (sunda) kalo ngomong mendayu-dayu, dan halus didengarnya
    saya sendiri bisa mengidentifikasi logat jabar dan banten karena dua wilayah itu menggunakan basa sunda namun basa banten agak kedengaran kasar ketimbang jabar.. tapi tetap saja akan ada cengkok dan mendayunya walau tak semendayu wilayah priangan

  2. tehimas, Oh Anda juga berpendapat begitu ya? bahkan mendayu, terima kasih sudah berkomentar pengetahuanku bertambah. Wassalam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s