Menjadi Tua.. Biasa Saja!

Apa yang dikerjakan dan direncanakan masa lalu dinikmati hari ini, dan apa yang dikerjakan dan direncanakan saat ini  untuk dinikmati nanti kemudian hari, demikian kalau tidak salah kutip kata Pak Mario Teguh. Riwayat hidup masa lalu saya dilalui dengan penuh rencana dan kehati-hatian, selalu menyebutkan dan berfokus kepada masa depan. Ada dua keuntungan yang wajib saya syukuri pertama saya mempunyai pasangan hidup yang sama dengan saya berorientasi ke masa depan. Terus yang kedua saya bersyukur selama 25 tahun terakhir bekerja di perantauan di sebuah perusahaan yang juga memikirkan pekerjanya untuk masa depan.

Misal bagaimana yang saya maksudkan dengan hidup penuh kehati-hatian, yakni tidak bermain-main dengan kehidupan rumah tangga, saling menjaga kerukunan perkawinan. Anak-anak selalu diutamakan, misalnya pendidikannya adalah nomor satu dan itu harga mati. Juga dalam memilih pekerjaan ketika sudah dirasakan tempat pekerjaan yang baik maka itu dipertahankan mati-matian, yang saya maksudkan adalah tidak sembarangan keluar dari pekerjaan karena hal-hal sepele misal bertengkar dengan atasan tentang suatu masalah. Itulah sebabnya bekerja dituntaskan sampai pensiun tidak incah balilahan maksudnya tidak memilih pensiun dipercepat dengan pesangon yang besar ketika ada penawaran dari perusahaan kepada setiap pegawai dalam rangka merampingkan jumlah pegawai.

Disamping serius dalam bekerja dan mendidik anak-anak, juga jangan dilupakan kejujuran jelasnya jangan mencoba mengunakan uang atau fasilitas perusahaan dengan tujuan untuk keuntungan diri sendiri dengan cara tidak baik. Dengan bekerja penuh kejujuran rasanya hidup demikian tenang dan tidak takut dan ragu dalam berbicara dan bertindak karena sudah merasa berada di jalur yang benar. Dan satu lagi jangan lupakan bawa seluruh keluarga untuk tawakal berpasrah dalam beribadah kepada Allah SWT.

Ketika masa pensiun usia 55 tahun, demikian ringannya meninggalkan pekerjaan untuk dilanjutkan oleh generasi muda berikutnya. Apalagi saya bekerja di perantauan saat pensiun itu sangat dinantikan karena sudah punya rencana lagi untuk tinggal di kampung halaman. Ketika memasuki masa pensiun, anak-anak sudah selesai pendidikannya sesuai rencana, terus dikawinkan satu persatu, sehingga sudah pada menyumbang kebahagiaan dengan memberikan cucu-cucu.

Demikian masa tua dirasakan dengan bahagia, memang iya ada saja kerikil tajam dalam melanjutkan kehidupan ini, tapi itu dianggap biasa sebagai romantika kehidupan. Karena sudah menjadi ketentuan alam bahwa kita akan menjadi tua, maka karena perencanaan masa muda yang baik dan matang kemudian menjadi tua tidaklah menjadi menakutkan.

Barangkali memang ketika muda merasa was-was dengan masa tua akan tetapi sekali lagi jika dengan perencanaan atau planing yang baik, insya allah semuanya akan sesuai dengan yang direncanakan.

Ternyata ketika menjadi tua perasaan merasa lebih sejahtera, menjadi lebih banyak pengalaman hidup, lebih realistis, mempertimbangkan sesuatu juga merasa lebih ringan karena sekali lagi pengalaman hidup yang mengajarkannya. Ketika menjadi tua juga akan lebih toleran, lebih menghargai pekerjaan dan pikiran orang lain, menghargai pendapat dan karya orang lain, dan satu lagi sangat menghargai proses step demi step sesuatu yang dihasilkan.

Kita menjadi lebih bisa menggunakan sisa usia dengan melihat segala sesuatu dengan jelas dan menghargai proses dari mana kita berasal, bagaimana kita dapat sampai di sana, dan apa saja yang telah kita capai di sepanjang jalan.

Demikian juga saat ini pada usia 65 tahun saya lebih banyak tinggal di rumah, kemudian hanya tinggal berdua bersama istri, terus berupaya agar sisa-sia umur dilalui berdua dengan penuh kedamaian dan menciptakan kebahagiaan baru berdua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s