Sisa Sawah Di Tengah Kota

Menggarap sisa sawah di tengah kota

Jika berjalan-jalan seputar kota Bandung sekarang ini akan ditemukan di beberapa tempat yaitu pesawahan yang masih digarap.Akan tetapi keberadaan sawah di tengah kota ini tinggal menunggu waktu saja. Hanya dalam hitungan satu atau dua tahun bahkan dalam hitungan bulan pesawahan akan hilang. Biasanya mulai sawah itu tidak digarap, kemudian dikeringkan, terus diuruk brangkal, jadi saja pelataran kering, dan berikutnya berdiri rumah-rumah pemukiman.

Dengan berubahnya lahan sawah menjadi kawasan pemukiman, maka para petani yang mengais rezeki dari keberadaan sawah semakin terpinggirkan. Bukan hanya petani yang menggarap tanaman padi akan tetapi juga akan kehilangan mata pencaharian bagi pencari tutut atau keong sawah, pencari belut, pencari genjer, bahkan peternak bebek pada kehilangan mata pencaharian.

Kandang bebek dibawah menara sutet

Ini cerita peternak kecil bebek yang sempat ngobrol tentang bagaimana usaha beternak bebek di sawah.

Dia membuat kandang bebek dibawah menara sutet (saluran udara tegangan ekstra tinggi). Pengangon bebek itu baru saja membongkar kandang bebek untuk dipindah ke tempat lain.

Cara ngangon atau memelihara bebek mencari makan dengan lahan sawah semakin sempit, semakin sulit dan biayanya menjadi tinggi. Dahulu katanya, kalau menggembala bebek di sawah tinggal menggiring bebek dari satu lokasi sawah ke lokasi sawah yang baru saja selesai dipanen. Tapi sekarang karena sawahnya semakin sempit dan berada di beberapa tempat yang berbeda maka jika bebek-bebek itu akan dipindah ke lokasi lain dan itu harus diangkut menggunakan kendaraan dan itu perlu ongkos transportasi bukan?

Dan ini ada kisah yang dia ceritakan, bahwa sekarang ini kandang bebek di tengah sawah itu harus selalu diawasi siang malam. Mengapa? Karena sejak masakan goreng bebek semakin populer dan disenangi banyak orang, sekaligus harga bebek menjadi naik per ekornya, kalau tidak diawasi sering kejadian kehilangan beberapa  ekor bebek dicuri orang.

Yah, demikian  secuil cerita tentang mereka yang mencari rezeki di pesawahan dimana hanya tinggal menunggu waktu saja, sim salabim! besoknya sudah berubah jadi kompleks perumahan.

2 thoughts on “Sisa Sawah Di Tengah Kota

  1. Tak pikir-pikir kita ini ngakunya saja punya otak ya Pak. Lah lahan pengadaan makanan selalu diperkecil entah untuk pemukiman, entah untuk ruko…Emang kalau sudah krisis pangan rumah-rumah itu bisa dimakan apa…

  2. Bu Evi, kata teman saya jangan heran jika di kompleks perumahan sering tergenang air dan banjir karena asal mulanya memang tempat berkumpul mereka..sang air itu yang telah kita usir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s