Toko Serba Ada “De Vries” di Bandoeng Tempo Doeloe

Toko De Vries. Koleksi Tropenmuseum

Ada baiknya diceritakan bahwa pada masa itu yaitu saat di penghujung abad ke-19, penduduk golongan Eropa jumlahnya sudah mencapai ribuan orang. Pada tahun 1884 kereta api sudah singgah di kota Bandung. Sedangkan pemerintah Kabupaten Bandung di bawah pimpinan Bupati RAA Martanagara (1893-1918).

Dari dahulu selalu saja ada orang yang jeli melihat peluang usaha tersebutlah Tuan M. Klass de Vries adalah seorang wiraswastawan Belanda yang berani mengadu nasib di kota mungil Bandung pada tahun 1890-an.

Kemudian de Vries membuka toko kecil di Posweg yang tentu saja pada saat itu jalan raya Pos sudah ada. Adapun lokasi toko tersebut persis tempatnya di gedung BRI sekarang. Tapi kemudian pindah  menyewa bangunan di sebelah barat Hotel Homann (ujung selatan JI, Braga).

Tentu saja lokasi tersebut pada saat itu sangat strategis karena berada di jantung kota Bandung, dan sekitarnya sudah ada beberapa bangunan diantaranya di seberangnya ada Societeit Concordia, demikin juga sudah disebutkan bahwa sebelah timur sudah berdiri hotel Homann.

Toko De Vries yang dibuka oleh Klaas de Vries pada tahun 1895 berjualan  makanan dan minuman (P & D), alat dapur (pecah belah), kain cita, sepatu, alat tulis dan buku, juga obat‑obatan ‑ tergolong “toko serba ada” pertama di Bandung.

Tuan-tuan tanah dan orang Belanda yang memiliki perkebunan di Bandung Selatan di kawasan Pangalengan kalau mencari hiburan akan turun ke kota  Bandung, dan selanjutnya pasti shoping di toko De Vries ini.

Bagi orang Belanda (orang Sunda sering menyebutnyabangsa Walanda) De Vries adalah toko tempat membeli minuman beralkohol. Dahulu orang Sunda kalau ada orang marah-marah tanpa sebab sering disebut Walanda mabok, mungkin karena dulu Walanda perkebunan sering minum berlebihan dan kelihatan oleh orang Sunda dalam keadaan mabok dan membentak-bentak.

Ada cerita yang langsung saya ambil dari buku “Semerbak Bunga Di Bandung Raya karya Haryoto Kunto:

“Sekali tempo di malam Minggu, pintu toko terkunci rapat tanpa penjaga. Vries sekeluarga pergi pesta. Besok paginya pintu toko didapati terbongkar kuncinya. Botol‑botol minuman keras licin tandas dari etalage dan rak di gudang. Segepok uang melebihi harga minuman yang hilang, tergeletak di meja kasir. Siapa lagi pelakunya, kalau bukan para tuan kebon slebor berkantong tebal yang jadi langganan De Vries. Begitulah kelakuan para Preangerplanters, haus dan gersang seperti cowboy turun ke saloon.”

Demikian sedikit cerita mengenai Toko De Vries tempo doeloe.

Bahan bacaan: Semerbak Bunga di bandung Raya oleh: Haryoto Kunto, Jabar Tribun, Pikiran Rakyat, Djawatempodoeloe.multiply.com.

2 thoughts on “Toko Serba Ada “De Vries” di Bandoeng Tempo Doeloe

  1. Numpang tanya… Mungkin anda punya informasi, tentang sebuah restauran jaman dulu
    Namanya : Rumah Makan Naga Mas atau Indische Restaurant

    Menurut orang tua kami, letaknya persis di bangunan BRI Tower sekarang.

    Terimakasih untuk informasinya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s