Hotel Soerabaya, Hotel Tempo Doeloe Di Bandung

Hotel Surabaya Tempo Doeloe

Dalam buku “Album Bandoeng Tempo Doeloe” oleh Sudarsono Katam & Lulus Abadi tertulis:

Hotel Surabaya terletak di Kebondjatiweg (Jln Kebonjati). Hotel dibangun pada tahun 1884. Meskipun hotel ini tidak mewah dan tidak besar akan tetapi arsitektur bangunannya memiliki gaya yang unik. Arsitektur gedung ini merupakan perpaduan gaya Belanda dan gaya Cina, yaitu gaya arsitektur  Romantism dengan sentuhan gaya arsitektur Cina.

Ciri khas bangunan ini juga memancing orang untuk menengok gedung ini yaitu pada bagian bangunan menaranya. Kompleks Hotel Surabaya asal mulanya adalah tempat tinggal keluarga Cina pada tahun 1884. Selanjutnya difungsikan sebagai hotel sejak tahun 1930. Hotel ini berlokasi dekat dengan Satsiun Kereta Api Bandung, jadi sangat cocock untuk pendatang yang memerlukan penginapan.

Hotel ini beberapa kali mengalami perubahan nama. Hingga 1953 dikenal dengan Hotel Tung Hua dan Hotel Union. Kemudia berganti nama menjadi Hotel Sangkuriang hingga 1962. Baru setelah itu bernama Hotel Surabaya.

Menurut Bandung Heritage:

Kompleks bangunan Hotel Surabaya didirikan sekitar tahun 1884-an. Bangunan digarap secara bertahap, dimana pada awalnya terdiri dari fungsi rumah tinggal dan hotel. Bangunan tersebut terletak di dekat lokasi setasiun kereta api yang juga dibangun pada waktu yang bersamaan.

Pada tahun 1900, bangunan disewakan pada orang lain, yang kemudian mengubah seluruh bangunan menjadi sebuah hotel (penginapan). Pada tahun 1960, bangunan kembali ke tangan pemilk asalnya dan pengelolaannya dilakukan oleh pemilik tersebut. Bangunan memiliki gaya yang sangat unik, yang tidak ada duanya di Kota Bandung. Hampir tidak ada jendela yang memiliki bentuk yang sama. Bangunan bundar yang terletak di samping depan bangunan utama, dibuat dengan menggunakan ubin lantai dan sebagian dinding dari keramik yang khusus didatangkan dari negeri Belanda dengan corak Belanda.

Bangunan ini merupakan contoh bangunan penginapan awal di kota Bandung, dimana daerah toilet dan kamar mandinya masih bersatu.  Bangunan ini pernah dijuluki sebutan Gedung Biru, karena pada saat itu seluruh cat kosen pintu dan jendela, maupun dinding menggunakan warna biru.

Kemarin pada tanggal 8 Oktober 2011 saya sendirian berjalan kaki menyususri sepotong jln Kebonjati itu inilah keadaan Hotel Surabaya saat ini:

Hotel Surabaya kini 2011

Di latar belakang eks hotel Surabaya kelihatan Hotel Carrcadin berdiri tegak dengan 10 lantai.  Dua bangunan antik di depannya merupakan cagar budaya eks Hotel Surabaya tersebut, yang fungsinya disulap menjadi kafe dan restoran.

One thought on “Hotel Soerabaya, Hotel Tempo Doeloe Di Bandung

  1. Pingback: Hotel Surabaya, Sebuah Cagar Budaya Kota Bandung | Sepanjang Jalan Kehidupan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s