Manggunakan Setrika Arang

Setrikaan arang

Setrika (strijkijzer bhs Belanda), menyetrika adalah menghilangkan kerutan-kerutan dari pakaian, alatnya disebut setrika atau setrikaan. Setrikaan zaman sekarang tentu sudah pada tahu, tetapi setrikaan pada zaman lawas terutama yang tinggal di perkotaan belum tentu semua  pernah melihat.

Menyetrika pakaian dengan menggunakan setrika arang perlu persiapan yang agak panjang, misalnya harus menyediakan arang dahulu, kemudian arang tersebut dibakar, lalu masukan ke dalamnya, dan lanjut kita sudah siap menyetrika.

Menyetrika pakaian dengan setrikaan arang tentunya tidak seperti zaman modern sekarang, mencuci dengan mesin cuci, sabunnya berupa sabun serbuk atau cair yang mudah larut, kain yang sudah dicuci sudah diperas dengan sempurna oleh mesin cuci itu, jemur pakaiannya juga bahkan bisa langsung dengan dryer.

Proses mengurus cucian sampai disetrika pada zaman dahulu seperti tahun 50-an yang saya ingat, prosesnya sangat panjang karena keadaan saat itu baik barang maupun bahan beda dengan sekarang.

Sabun batangan 'sunlih"

Bahan pakaian yang umumnya dari kain yang sangat kusut kalau dicuci seperti yang saya ingat bahannya berupa kain kaci, belacu, mori, cepe dril, dan berkolin. Mencucinya kalau ingin lebih bersih direndam dahulu dengan air sabun yang sabunnya merk “KTH”  berwarna kuning atau “sunlih” (merk “sunlight”), sabun batangan ini kalau digunakan untuk merendam baju karena keras  harus dikerat-kerat tipis dahulu supaya gampang larut.

papan cucian kayu

Cara mencucinya pun disikat dengan sikat ijuk di papan cucian dari bahan kayu, dan tentu pakaian tebal apalagi pakaian laki-laki dari bahan dril setelah dicuci harus diperas dan jika mencuci berdua seorang disuruh memegang ujung baju dan yang lainnya melintir sekuatnya, demikian dilakukan sama ketika mencuci selimut dan seprai. Menjemurnya kalau cuaca tidak terik bisa dua hari.

Agar nanti pakaian yang super kusut itu ketika disetrika kelihatan cukup halus maka kain sepe dril atau kain bahan kaci dan juga berkolin sebelum dijemur dicelupkan dahulu ke larutan kanji yang terbuat dari tepung kanji yang dilarutkan pada air panas.

Oh, ada yang terlewat karena baju putih kadang warnanya sudah mulai burek, maka si baju putih yang agak kekuningan itu agar lebih bercahaya dan sejuk dipandang hehehe..  dicelupkan dahulu ke dalam larutan berwarna biru yang memang bulao ini tersedia ada di warung-warung.

Nah, pakaian yang sudah kering apalagi yang dikanji jika langsung disetrika akan sulit untuk menjadi halus dan licin caranya yaitu pakaian yang mengeras karena kanji atau karena penjemuran diciprati dahulu dengan air lalu pakaian digulung, tentu disimpan dulu beberapa saat.

Lanjut menyetrika dengan setrikaan arang, arangnya bisa dibakar dahulu di luar setrikaan atau sekalian arangnya dimasukan ke dalam setrikaan, yang tinggal menggeser selotnya yang berupa ayam jago. Buka setrikaan, masukan arangnya, siram arang dengan minyak tanah kemudian sulut dengan api. Biarkan api menyala membakar arang, nanti ketika arang sudah sedikit membara, kipas-kipas dengan kipas dari anyaman bambu itu, kipas itu juga biasa dipakai untuk mengipas-ngipas nasi panas di dulang.

Setrikanya bagian bawahnya di tes dahulu apakah sudah cukup panas atau tidak, bisa dicoba ke daun pisang atau kalau tidak ada daun pisang cukup dicoba dengan telunjuk yang dicelup dahulu ke air, kalau jauh dari air ya yang paling praktis adalah dengan menjilat dahulu jari dengan ludah dan cesss.., tandanya setrikaan arang sudah cukup panas dan menyetrika pakaian sudah bisa dimulai. Menyetrika harus disertai dengan lap basah untuk menghapus pakaian dengan sedikit air agar kerutan di pakaian mudah licin kalau disetrika.

Memakai pakaian terutama laki-laki yang bercelana panjang dengan bahan pakaian dari bahan sepe dril yang apalagi kalau dikanji dahulu gampang sekali kusut kembali. Jadi misal seragam pegawai negeri atau tentara, jangan membuat gerakan-gerakan atau posisi yang menyebabkan pakaian cepat kusut. Jika ingin celana panjang tetap rapi dan necis jangan sekali kali jongkok apalagi dalam jangka waktu lama karena nanti akan ada bekasnya di bagian lutut. Ada baiknya  jika ingin kelihatan berpakaian tetap “gaya” dianjurkan kalau ngobrol dengan teman sambil berdiri saja. Biar sombong tapi tetap keren bukan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s