Ke Cirebon? Sega Jamblang Atuh!

Bandung – Cirebon, sebetulnya dekat saja itu! Kira-kira 130 Km, dengan mengemudi yang tidak terburu-buru dalam 4 jam juga sudah sampai.  Sebagai driver saya sih ok-ok saja dan merasa sangat sanggup mengemudikan mobil menempuh jarak tersebut. Tapi istri saya sebagai co-pilot he he he, selalu bertanya “sanggup nggak?”, “ngantuk nggak?’, maklum umur saya sudah 65 tahun.

Kali ini pergi ke Cirebon untuk menghadiri acara silaturahmi keluarga, waktu penyelenggaraannya hampir 2 minggu setelah lebaran tahun 2011 ini. Mengapa saya sangat PD untuk mengemudikan sendiri, karena jalanan insya allah tidak lagi macet, karena para pemudik sudah berada di tempatnya masing-masing. Disamping itu sekarang adalah musim kemarau biasanya hambatan di jalan karena hujan deras nampaknya tak akan terjadi.

Masih pagi yang jualan tahu sudah siap

Dimana ada kemauan di situ ada semangat, akhirnya dengan hanya berdua saja dengan istri, pada hari H saya sudah sampai di Sumedang pada jam 06:45, maklum berangkat dari Bandung jam 05:00 pagi. Dan sesuai dengan cita-cita dan rencana singgah dahulu untuk makan tahu Sumedang yang masih panas, terlaksana sudah. Perasaan saya setiap makan tahu Sumedang selagi panas-panasnya sepertinya tidak begitu terasa asinnya, baru terasa jika tahunya sudah dingin.

Ternyata di perjalanan selanjutnya lancar saja tuh, habis tidak dipikirkan tentang sulitnya perjalanan, santai saja, bahkan yang diingat hanya makanan.

Sesampai di Cirebon sekitar jam 09:00 langsung ke Pasar Pagi untuk membeli oleh-oleh, kan acara silaturahminya nanti jam 10:00.

Lihat saja macam oleh-oleh yang berada di Pasar Pagi Cirebon seperti di bawah ini:

Ikan asin jambal roti

Ikan asin tipis kering

Kerupuk melarat

Kerupuk kulit

Dan, sesampainya di lokasi silaturahmi ternyata telah disambut oleh makanan pembuka yakni soto, pasnya di Cirebon disebut empal gentong. Daging yang digunakan adalah jeroan berupa  usus, babat, dan lainnya, juga daging sapinya sendiri. Empal gentong ini sudah sering saya makan terutama pada resepsi pernikahan, biasanya disajikan berupa stand khusus empal gentong.

Adapun makanan seriusnya setelah selesai acara silaturahmi adalah sega jamblang atau nasi jamblang.

Sega jamblang

Sega Jamblang (Nasi Jamblang) adalah makanan khas masyarakat kota Cirebon. Nama Jamblang berasal dari nama daerah di sebelah barat kota Cirebon tempat asal pedagang makanan tersebut. Nasi jamblang dengan lauk pauknya yang lengkap akan tetapi dimasak dalam bentuk keringan, jadi nampaknya tidak ada kuahnya, dan khasnya adalah sambalnya yang berwarna merah memang dari sambal irisan cabe merah. Lihat menu nasi jamblang ada sambal goreng, tahu goreng, tempe goreng, semur hati, perkedel, sate telur puyuh, telur dadar, dan goreng ikan. Ok, enak juga.

Karena acara silaturahmi cepat selesai maka waktu maghrib sore harinya saja sudah berada di Bandung lagi, dengan perut masih kenyang sega jamblang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s