Baboe dari Tempo Doeloe Hingga Sekarang

Dalam KBBI online ba·bu adalah perempuan yg bekerja sbg pembantu (pelayan) di rumah tangga orang; pembantu rumah tangga. Babu juga ada yang spesialis misal  babu cuci, babu dalam, babu masak, bahkan ada babu tetek yakni babu yg tugasnya menyusui anak. Apa zaman sekarang masih ada babu tetek ya?

Sebutan profesi pembantu rumah tangga zaman dahulu yaitu baboe atau bediende selanjutnya zaman ke sini disebut juga bibi-bibi, mbok-mbok, atau si bibi, si mbok, pembantu, rencang (Sunda bahkan asisten. Babu  yang bekerja di luar negeri khususnya ke negara Timur Tengah secara digebyah uyah disebut  TKW saja. Meskipun sebutannya lain-lain bahkan diperhalus  dari babu hingga asisten, tetap saja kelas pekerja ini dipandang sebelah mata, direndahkan, bahkan dianggap kelas paria.

Hubungan antara tuan dan pembantu atau majikan dan pembantu rumah tangga sepertinya tetap “dipelihara” karena barangkali juga menunjukan setatus atau kelas sosial. Bahwa kalau punya PRT kelihatan keluarga mapan, mampu,  atau sebutlah keluarga kaya. Disamping itu secara umum kita sangat senang dan merasa bahagia kalau segala dilayani dan dihormati. Mungkin juga barangkali memang iya untuk prestise atau harga diri hubungan feodal antara babu dan tuannya harus dipelihara.

Pada acara tontonan hiburan di TV misalnya, pada lawakan Asmuni dulu selalu ada tokoh pembantu baik laki-laki maupun perempuan yang biasanya selalu dilengkapi dengan kain lap di bahu terus membawa kemoceng. Enak dijadikan dagelan karena “kekurangajaran” pembantu kepada tuannya. Bahwa pembantu tidak boleh duduk di kursi apalagi kalau ada tuan jangan berani duduk sejajar, kalau sama-sama menonton TV tuan di kursi dan pembantu duduk lesehan di lantai. Yang paling baru bisa dilihat di Metro TV acara “Sentilan Sentilun”.

Foto-foto tempo doeloe zaman kolonial Belanda juga menunjukkan bahwa hubungan pembantu dan tuannya memang tetap “dipelihara”.

Baboe harus beda dengan tuan

Keluarga Belanda dengan baboe. Koleksi Tropenmuseum

Harus beda mana tuan dan mana pembantu

Meski dipotret harus jelas mana tuan dan mana pembantu. Koleksi Tropenmuseum

Demikian juga harus beda mana menak dan mana somah

Harus tetap beda. Koleksi Tropenmuseum

Untuk tidak membedakan harkat martabat manusia yang sama makhluk Tuhan Allah SWT, seyogianya hubungan feodal antara pembantu dan majikan harus mulai diperbaiki oleh generasi muda sekarang, mulai dari rumah masing-masing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s