Sekali Lagi “Bebecek” Bandung

Satukan dalam panci dan langsung dipanaskan sampai agak kering

Sudah saya tulis mengenai bebecek yaitu kakaren atau sisa-sisa tumis atau sanga masakan dari kenduri atau lebaran. Caranya yaitu beraneka macam masakan yang tidak habis saat lebaran misal tumis buncis, sanga kacang, sekumpulan rendang dan semur, juga beraneka masakan bahan mie dan juga sudah saya sebutkan tumis besengek yang super pedas. Kesemua-muanya dimasukan kedalam satu tempat dan kemudian dipanaskan sampai menjelang kering, diangkat dan langsung dihidangkan.

Jangan malu-malu hidangkan di meja makan

Rasanya memang sejuta, dan ada semi-semi asem, dan karena besengek itu jadinya lumayan pedaaas. Jangan ragu memakannya dengan nasi hangat yang agak pera atau dengan ketupat sisa atau sudah saya sebutkan pasangan paling serasi adalah ulen ketan atau uli kata orang Jakarta.

Eh, yang disamping bebecek yang di wadah besar itu adalah ikan ayam yang telah menjadi abon, asalnya dari kare ayam karena pengunduran lebaran sudah keburu basi. Makanya air karenya dibuang, kemudian dengan bersemangat agak dibasuh sedikit, dan dipanaskan diorak-arik dibuang tulang ayamnya maka jadilah abon yang tak kalah sedapnya.

Kalau saja, sekali lagi kalau, jadi agak sering buang air ke belakang biarkan saja nanti juga sembuh paling-paling karena kepedasan. Kalau saja sih makan bebecek terus-terusan, maklum istri lagi belum ada ide untuk memasak lagi, ya tak apa-apa juga tuh!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s