MCK di Kali, Tempo Doeloe

Sayang ke kampung saya tidak dilewati sungai besar, kalau kali kecil atau barangkali disebut parit memang iya ada, tapi tidak banyak ceritanya tentang parit tersebut. Memang di kampung tetangga yang dekat ada yang dialiri sungai Cikadongdong dan sungai Cimuntur, dimana kalau tidak sedang hujan airnya, dahulu, masih jernih sekali. Pengalaman masa kecil berenang di kedua sungai itu sudah sering.

Zaman dahulu sekitar tahun 50-an di daerah yang dialiri sungai yang saya sebutkan tadi penduduk menggunakan kali sebagai tempat mck (mandi, cuci, dan kakus). Demikian juga di luar kabupaten Ciamis tempat kampung saya berada dan dibesarkan di sana itu, juga di kota Tasikmalaya yaitu sungai Cimulu dan Ciloseh orang-orang menggunakan kali sebagai tempat mck. Sayang untuk kegiatan sungai sebagai mck saya tidak memiliki fotonya.

tempo doeloe orang mencuci di kali

Jadi pantes kalau melihat gambar jaman dahulu, zaman Belanda, orang menggunakan kali untuk keperluan mencuci kain masal, karena memang disediakan atau dibuatkan tempatnya untuk mencuci di tepi kali.

Tepi kalinya sudah kelihatan rapih dan ditembok jadi penataan kalinya sudah kelihatan bagus dan asri.

Juga gambar di bawah ini menunjukkan bahwa memang dari dahulu sungai telah difungsikan sebagai mck

Orang mencuci di Batavia tahun 1939

Selanjutnya saya merasa heran mengapa Belanda tidak mengelola sungai di tanah jajahannya lebih baik seperti di negaranya. Padahal dimana negeri Belanda termasuk negara dengan banyak sungai dan dam yang dipelihara dengan sangat-sangat baik dan kelihatan demikian mempesonanya. Seperti gambar di bawah ini:

Kanal di Amsterdam

Karena Kali tidak diprioritaskan pengurusannya dengan baik sejak dari zaman Belanda dahulu, sedangkan kebiasaan buruk mempergunakan kali sebagai mck terus berlanjut. Bahkan penderitaan sungai selanjutnya ditambah fungsinya sebagai tempat pembuangan sampah terbesar. Juga bukan hanya itu sungai juga dijadikan tempat pembuangan limbah pabrik dan industri dari hulu sampai ke hilir.

Akibatnya kelihatan saat ini sungai-sungai di perkotaan dimana sungai yang seyogianya menjadi keperluan hajat hidup orang banyak menjadi sungai yang betul-betul mengerikan. Boro-boro bisa mandi di kali barangkali hanya untuk menyiram tanaman pun sudah tidak bisa lagi karena air kali di kota-kota besar rupanya sudah warna-warni sesuai warna limbah yang dibuangnya.

Kalau warna air sungai hitam pekat sudah jelas itu. Oh.. nasibmu kini kali!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s