Perempatan Lima Bandung

Orang Bandung menyebutnya Parapatan Lima, biar saja begitu, adalah kawasan dayeuhna (kotanya) Kota Bandung, tinggal berjalan ke arah barat menyusuri jln Asia Afrika beberapa saat juga sampai ke jantungnya Kota Bandung yaitu kawasan Aloen-aloen.

Kruispunt met mensen en rijtuigen Bandoeng 1933 - 1937 Koleksi Tropenmuseum

Ini Gambar Perempatan Lima Bandung tempo doeloe dibuat antara tahun 1933 – 1937. Perempatan Lima adalah bagian dari jalan Raya Pos Anyer Panaroekan, jika jalan Groote Postweg ini dibangun tahun 1911 saat Gebernur Jendral Herman Willem Daendels maka foto ini dibuat 25 tahun kemudian jadi keadaannya sedang asri-asrinya Perempatan Lima.

Lihat saja bangunan-bangunan baru, saat itu, yang ditata sedemikian rupa, dan duh.. itu jalan demikian lengang, sungguh nyaman kalau jalan-jalan sore. Jangan naik mobil tapi naik sepeda ontel saja berdua berpasangan berdampingan, tak perlu khawatir tertabrak mobil, he he he sekedar bernostalgia

Sejak saya melihat foto ini di internet saya sudah merencanakan untuk melihat keadaan perempatan lima pada saat ini. Meski saya mejadi warga Bandung tapi tidak setiap saat lewat di sini, apalagi kalau tidak berniat dan menaruh perhatian

Bagian tengah Perempatan Lima

Baru terlaksana datang ke kawasan ini pada tanggal 12 Agustus 2011 bertepatan dengan bulan Puasa berkesempatan melihat tempat ini.

Kalau saya ingin berposisi berdiri seperti si pembuat foto zaman Walanda itu, tetap tak bisa karena demikian padatnya lalu-lintas kendaraan saat ini.

Dibagian tengah yang merupakan monumen Konferensi Asia Afrika tahun 1955 itu kemudian saya berdiri untuk mengarahkan kamera ke arah barat, timur, selatan dan utara.

Inilah penglihatan ke arah barat dan selatan yaitu jalan Asia Afrika dan jalan Karapitan:

Perempatan Lima pertemuan jln Asia Afrika dan jln Karapitan

Kemudian ini penglihatan ke arah timur yakni jalan A Yani dan jalan Gatot Subroto:

Perempatan Lima arah ke timur jln A Yani dan jln Gatot Subroto

Lalu ini jalan ke arah utara yakni jalan Sunda:

Perempatan Lima arah utara jln Sunda

Demikian keadaan telah berubah, pada tahun 1963-an ketika saya pertama kali menjadi penduduk Bandung juga kawasan ini masih belum padat lalu-lintas kendaraannya, saya ketika saat itu berusia 18 tahun berangkat ke sekolah jika melewati kawasan ini masih bisa mengunakan sepeda ontel.

Mengenai bangunan tua di sekitar Perempatan Lima saya belum mendapat keterangan dahulu berfungsi sebagai gedung apa. Hanya harapan saya hendaknya bangunan lama yang masih tersisa terus dipelihara biar anak cucu kita kelak masih bisa melihat jejak kehidupan leluhurnya.

Mau melihat peta Perempatan Lima ada dari Wikimapia  Simpang lima Bandung

4 thoughts on “Perempatan Lima Bandung

  1. Wah, saya baru liat foto Parapatan Lima jaman djadoel.
    Rumah kakek saya kebetulan ada di foto itu, yg kalo dr foto diatas itu dr foto Perempatan Lima Arah Utara Jl. Sunda. Yg ada papan iklannya.
    Saya tinggal di JKT, tp dari kecil sering liburan kesana. Tiap libur lebaran ato pas libur sekolah. Yg paling saya suka kalo malam takbiran. Rameee..!!
    Tp kayanya lebih keren Parapatan Lima tempo dulu yah. Lebih adem.
    Makasih udh nulis ttg ini. Saya jadi lebih tau sejarahnya.

  2. Wah, kakek Anda sungguh beruntung tinggal di sini tempo doeloe, tentunya sempat menikmati indahnya kota Bandung apalagi di Parapatan Lima zadoel. Terima kasih kembali.

  3. Alhamdulillah ini sisa zaman kejayaan orang pribumi msh ada tersisa zaman kiwari sdh ssh kan….? saya bangga msh bs memilikinya cm pemeliharaannya yg ssh .biayanya sangat mahal ….ini punya buyut abah mail alm trn k cucunya sambas sudjana aml dan skg anak2 ahli warisnya .ya ini tempat anak2 kumpul klu hr lbr/hr bsr. amin semoga berqah . trims sm bp yg sdh menambahkan crt simpang lima/perempatan lima doeloe sampai skg…….simpang lima doeloe nyaman jauh dr bau O2 & macet .. skg ha ha orang pd pengen cpt sampai walau ada rambu lalu lintas tancap gas gas…ho ho O2 menyebar he he nyap nyap jantung

  4. Bersyukur Anda masih bisa mempertahankan bangunannya, betul sekarang ini oksigennya telah tercemari banyak oleh karbon monoksida dan karbon dioksida sehingga terasa pengap jika bernapas. Terima kasih sudah berkunjung.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s