Tukang Jualan Es Puter Keliling

Pedagang es puter keliling tahun 1950 -an.

Gambar dari:  “Album Bandoeng Tempo Doeloe”, oleh Sudarsono Katam & Lulus Abadi.

Kalau melihat gambar di samping ini jadi teringat masa SR/SD dan SMP di wilayah Ciamis utara Jawa Barat, saat itu tahun 50 dan 60-an.

Gambar ini adalah pedagang es keliling yang berada di Bandung, kalau di Ciamis bentuk batang pikulannya tidak melengkung begitu akan tetapi lurus, tempat es puter di sebelah depan dan tempat mencuci gelas di belakang memang hampir sama begitu.

Lihat pedagangnya bercelana pendek (kalau sekarang jualan es bercelana pendek? nggak deh!). Dia bertopi, menenteng bel kecil yang keleneng itu terus menerus dibunyikan, meskipun ada orang tua yang sedang melarang omat-omatan anaknya jangan minum es karena sedang batuk.

Lihat juga kakinya nyeker, dan itu keliling menempuh jarak yang kadang-kadang jauh sambil sesekali harus menginjak aspal panas. Zaman itu yang tidak beralas kaki bukan hanya tukang jualan es kelliling akan tetapi hampir semua orang,  kecuali yang cukup berada, saya ketika sekolah SR/SD dan awal SMP juga tidak bersendal apalagi bersepatu, dan itu semua siswa begitu.

Di Kawali dimana es balok diturunkan,  es itu didatangkan dari kota Ciamis, di situ pula berbaris tukang es yang sudah menunggu dan siap-siap untuk membuat es jualannya. Begitu menerima jatah es baloknya langsung es tersebut diserut menggunakan serutan khusus untuk es, seperti alat serutan kayu yang dipasang terbalik. Serutan esnya ditampung di wadah es jualannya itu, sementara di dalamnya sudah ada santan dan air gula (kinca) yang memakai gincu berwarna merah, kadang berwarna kuning. Terus es tersebut diaduk-aduk beberapa kali, sudah cukup begitu saja, siap untuk dijual.

Dipinggiran tempat es itu diletakan lapisan sejumlah es batu dan garam, seperti halnya termos, maksudnya agar es jualannya bertahan lama untuk tetap dingin.

Saya tidak yakin apakah ini yang disebut es puter? Bagaimana orang Bandung saat itu membuat es puternya, jika sama membuatnya seperti yang dilakukan di Ciamis waktu itu, lalu yang di-“puter”-nya apa.

Di Ciamis kadang-kadang es tersebut dijualnya ditambah tape singkong yang dibungkus kecil-kecil dengan daun pisang, demikian juga tapenya dari singkong sengaja sudah dipotong kecil-kecil.

Meski memakai campuran tape singkong, tidak semua pembeli otomatis ke dalam gelasnya ditambahkan tape, karena harganya beda kan yang memakai tape dan tidak. Tak bosan-bosannya si pedagang bertanya kepada pembeli ketika mau mengisi es kedalam gelas kecil berwarna hijaunya:

Peuyeuman?” kata tukang es bertanya memakai tape atau tidak

Ulah!” jika si pembeli tidak mau

Sebaliknya jika esnya mau memakai tape jawab saja:  “enya atuh!” atau “muhun!”

Baik di-peuyeuman atau ulah rasanya sama saja bagi lidah saya saat itu enak sekali dan esnya terasa gurih. Saya rela menabung dulu untuk mendapatkan segelas kecil es dengan di-peuyeuman

Lama saya tidak mencicipi es buatan Mang Mansur dari Ciamis itu, apalagi di Bandung, tempat saya kemudian tinggal, tidak ada lagi yang jualan es semacam itu. Tapi di suatu undangan resepsi pernikahan ditemukan stand “Es Puter” saya langsung memesannya atau jelasnya mengambilnya karena sudah disediakan diwadah-wadah kecil. Tadinya saya siap kecewa karena rupanya mirip ice cream biasa yang tidak aneh lagi. Kemudian saya terkejut ternyata rasanya persis seperti buatan Mang Mansur di Ciamis tempo doeloe. Gurih, agak kasar-kasar esnya terasa di lidah, dan warnanya itu agak merah seperti gincu yang ditambahkan kepada gula kinca-nya. Oh, Mang Mansur entah dimana sekarang dia berada.

 

6 thoughts on “Tukang Jualan Es Puter Keliling

  1. waduuh seneng sekali bisa nyasar ke blog ini….yang mengingatkan masa kecil saya di Bandung dulu….waas…waas…waas…..semoga aki Eman tetap sehat dan giat menulis terus tentang kota Bandung di zaman kita masih muda dulu ya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s