Kolam Ikan dan Septic Tank

Saya mendapat bacaan dari blog All About Sanitarian bahwa,

Suatu jamban disebut sehat untuk daerah pedesaan apabila memenuhi persyaratan sebagai berikut (Notoatmodjo,2003).

  1. Tidak mengotori permukaan tanah di sekeliling jamban.
  2. Tidak mengotori air permukaan di sekitarnya.
  3. Tidak mengotori air tanah di sekitarnya.
  4. Tidak dapat terjangkau oleh serangga terutama lalat dan kecoa, dan binatang binatang lainya.
  5. Tidak menimbulkan bau.
  6. Mudah digunakan dan dipelihara (maintanance).
  7. Sederhana desainnya.
  8. Murah.
  9. Dapat diterima oleh pemakainya.

sumber

Setelah saya membaca mengenai hal di atas maka saya jadi ingin bercerita yang barangkali kalau dilihat pada jaman sekarang hal itu sangat menjijikan. Mengapa saya ceritakan karena ini fakta dan betul-betul terjadi dalam perjalanan kehidupan kita terutama masalah sanitasi di perkampungan yang sangat mengenaskan sekaligus mengharukan karena akibat kemiskinan dan ketidak tahuan.

Di wilayah perkampungan di Kabupaten Ciamis sebelah utara banyak sekali ditemukan kolam ikan. Dahulu setidaknya tahun 50-an, bahkan barangkali sampai dengan tahun 70-an warganya kalau membuat jamban untuk keperluan buang air besar (bab) atau buang air kecil  diatas kolam ikan.

Jamban yang umumnya terbuat dari bambu, memang disedikan untuk warga buang hajat, nah hajat yang dikeluarkan itu diperebutkan oleh ikan di kolam sampai habis. Tentu saja ikan kolam itu adalah ikan yang biasa dikonsumsi. Saat itu termasuk saya merasa bahwa tidak ada yang aneh dan tidak ada yang menjijikan.

Saya mengira mengapa kolam kelihatan airnya jernih tidak keruh atau penuh tinja, dan ikannya cukup sehat dan gemuk, karena penduduk kampung yang buang hajat belum sepadat atau sebanyak sekarang. Jadi input dan outputnya dahulu itu masih seimbang dan itulah sebabnya tinja tidak mengotori kolam karena habis dimakan ikan.

Kolam ikan dan jambannya (di sudut kolam)

Ketika baru-baru ini saya pulang mudik, ingin mendapatkan jawaban tentang jamban tersebut, sebab ternyata masih kelihatan jamban di atas kolam ikan.

Setelah saya memotret jambam tersebut kemudian melihat kedalamnya ternyata jamban yang tidak terbuat dari bambu itu sekarang dengan tembok, didalamnya tidak ada lahan atau tempat untuk bab. Jamban tersebut dibuat hanya untuk tempat keperluan seperti mandi, mencuci perabotan dapur, dan mencuci pakaian.

Jadi sekarang warga kampung tidak lagi bab di kolam ikan karena saat ini hampir setiap rumah keluarga telah memilik jamban lengkap dengan septic tank yang memadai dan sama sekali tidak ada sambungannya dengan kolam ikan.

Jadi, kalau sekarang disuguhi makan ikan jangan merasa ragu lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s