Kerupuk Jumbo

Makanan jajanan yang renyah dan kalau dikunyah berbunyi kriuk-kriuk, atau kukurutukan mesti tidak jauh dari kerupuk atau keripik. Rasanya enak sebagai camilan ada berbagai jenis makanan krauk-krauk itu seperti keripik pisang, keripik singkong, opak (kalau ke Bandung tanyakan opak Linggar, uih rasanya enak dan tidak ada grenjil-grenjil di gigi), renginang, kembang goyang, kecimpring, kerupuk, dan lain-lainnya. Kesemuanya dalam ukuran lumrah seperti yang kita kenal.

Kalau yang namanya kecimpring bahannya dari singkong, bukan, bukan keripik singkong tapi ini sejenis opak yang disebut kecimpring atau cimpring (bhs Sunda). Di Ciamis jaman dahulu ketika saya masih kecil disebut keterlaluan, sekali lagi keterlaluan, kalau sampai belum pernah tahu atau melihat cara pembuatannya, apalagi kalau belum pernah mencicipinya. Karena hampir di setiap rumah sudah biasa membuat kecimpring itu. Ini juga dibuat dengan ukuran biasa bulat dengan diameter rata-rata 10 cm.

Ada lagi yang renyah-renyah gurih dan sangat-sangat murah namanya kerupuk saja, ini tidak lagi disebutkan kerupuk dari bahan apa, tapi sekali lagi kerupuk saja banyak disimpan di kaleng atau dibungkus plastik dalam jumlah sepuluh-sepuluh di warung-warung nasi atau pasangan mie kocok di jalanKebon Kawung Bandung. Kerupuk paling efisien untuk teman nasi jika lagi bokek alias lagi kantong kosong. Kerupuk ini juga berukuran dalam diameter yang lumrah umumnya kerupuk, sekedar cukup di mulut manusia normal.

Belakangan ini, jika datang ke Kota Bandung, di pinggir jalan kalau lagi jalanan macet (bukannya selamanya macet?), atau umumnya di setopan lampu merah banyak yang menjajakan cimpring atau kecimpring yang besar atau lebar melebihi ukuran normalnya kecimpring itu kalau ukurannya tidak 20 cm pasti lebih diameternya, saya belum pernah membeli apalagi iseng mengukurnya.

Kerupuk jumbo

Sewaktu awal bulan Juli 2011 yang lalu saya jalan-jalan ke Kota Bogor saya merasa surprise karena apa? karena ada yang berjualan kerupuk di pinggir jalan itu juga sama dengan kecimpring, berukuran besar, makanya disebutnya juga kerupuk jumbo.

Nah kalau kerupuk jumbo ini saya membelinya karena ingin sensasinya dan tentu rasanya, dimakan berempat dengan anak dan cucu saya sambil mobil terus berjalan. Rasanya biasa saja sebagaimana kerupuk, berani sumpah tidak jauh dengan rasa kerupuk normal atau ukuran biasa.

Baik kerupuk maupun kecimpring jumbo ini tentunya baik cara membuat, menjemur, bahkan menggoreng dan juga janga lupa mengemasnya dan membawanya sewaktu menjajakan harus hati-hati dan penuh konsentrasi, sebab kalau sampai remuk pasti bukan golongan jumbo lagi.

Disamping kerupuk jumbo juga dijajakan berondong ketan dan jagung dengan menyerupai lambang “love” juga dalam ukuran besar alias jumbo. Meskipun membuatnya dan menjajakannya harus extra hati-hati tapi lumayan kreatif untuk mengundang minat pembeli, soal rasa kan sudah maphum bagaimana rasanya kecimpring, kerupuk, dan berondong.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s