Cul Dodog Tinggal Igel

Cul Dodog Tinggal Igel adalah peribahasa dalam bahasa Sunda, arti harfiahnya adalah meninggalkan dogdog (alat tabuh pada pertunjukan reog Sunda) kemudian diganti hanya menari saja. Pada pertunjukan seni reog Sunda para pemain menabuh dogdog sebagai pertunjukan utamanya tapi memang biasanya diselingi nyanyi dan menari. Nah, Cul Dodog Tinggal Igel artinya meninggalkan pertunjukan utamanya yakni menabuh dogdog, kemudian karena lebih ramai dan lebih diminati penonton akhirnya hanya mempertunjukan menari saja.

Arti peribahasa cul dogdog tinggal igel adalah meninggalkan pekerjaan utama yang penting terus mendahulukan garapan yang tidak begitu berarti. Dan itu kata orang tua bahkan juga kata kita, jangan begitu garap dahulu pekerjaan wajibnya kalau sudah selesai baru mengerjakan yang lainnya yang bukan pekerjaan utama.

Dahulu pada tahun 90-an, fasilitas lapangan olah raga di komplek perumahan tempat saya tinggal menjadi tempatnya berolah raga terutama senam rutin setiap hari Minggu, diikuti oleh warga komplek atau dari luar. Hal itu selama bertahun tahun berjalan sebagaimana biasanya, akan tetapi di suatu saat mulai ada yang jualan bubur ayam. Tentu saja memakan bubur ayam panas-panas dipagi hari sehabis senam rasanya enak dan nikmat sekali.

Lama-kelamaan yang berjualan bukan hanya tukang bubur ayam saja akan tetapi ada tukang mie bakso, kupat tahu, batagor, cireng, nasi kuning, nasi pecel, bahkan sate maranggi dan sate Padang. Tentu saja lahan untuk berolah raga semakin sempit karena tempatnya sudah diserobot para pkl. Bahkan selanjutnya bukan saja makanan akan tetapi penjual pakaian, sepatu, perabotan rumah tangga, mainan anak, dan lain sebagainya.

Kemudian warga yang biasanya bersenam sudah tidak lagi kebagian tempat, oleh karena itu jika datang ke lokasi tempat berolah raga bukan untuk bersenam akan tetapi datangnya agak siang dan hanya untuk makan bubur panas saja atau untuk memakan sate Padang atau sate maranggi. Jadi, cocok dikenakan peribahasa Sunda cul dogdog tinggal igel, meninggalkan senam diganti hanya makan bubur panas saja.

Seyogianya harus memakai peribahasa pardu kamaksud sunat kalampahkeun (pardu dikerjakan demikian juga yang sunahnya), artinya yang utama tetap dikerjakan atau diutamakan syukur yang tambahan juga bisa dilakukan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s