Jalan Untuk Sepeda

Setahu saya dahulu sebutlah pada tahun 60-an di kota Bandung banyak sekali pengguna kendaraan roda dua sepeda, kebanyakan sepedanya jenis sepeda ontel. Berbagai keperluan seperti pergi bekerja, kuliah, sekolah, bermain, banyak yang menggunakan sepeda. Saat itu tidak perlu disediakan jalan khusus untuk pengendara sepeda karena jalanan masih sepi. Sebagai contoh misal dahulu sepanjang jalan Wastukencana tengah hari jalan kosong melompong dan saya bisa naik sepeda di tengah jalan sambil beratraksi lepas tangan.

Taman Lansia Kota Bandung

Berbicara tentang fasilitas umum yang dibuat dari sejak jaman Belanda di kota Bandung telah disediakan berbagai fasum  sebagai contoh sebutlah misalnya berupa taman yaitu Taman Maluku, Taman Tegallega, Taman Kotapraja dan sebagainya sampai sekarang masih ada dan harus tetap dipertahankan.

Seperti gambar di atas ini juga dibuatkan fasilitas untuk kaum berumur tua yakni Taman Lansia di jln Diponegoro tempat para lanjut usia berolah raga.

Kembali ke alat transportasi berupa sepeda, sekarang di Kota Bandung boleh dibilang tidak ada lagi yang menggunakannya untuk keperluan “dinas” seperti yang saya sebutkan di atas. Jalanan yang demikian padat sudah tidak menyediakan lagi lahan untuk pengendara sepeda.

Barangkali sekarang ini penggunaan sepeda hanya dipakai untuk berolah raga, atau anak-anak kala bermain, bahkan hanya untuk carnaval sepeda ontel tua. Akan tetapi sekarang di Kota Bandung dibuatkan jalur khusus pengendara sepeda tapi hanya baru di tiga tempat saja.

Inilah fasilitas umum yang paling anyar itu dibuatkan di Kota Bandung adalah jalur atau jalan khusus untuk pengendara sepeda seperti yang berada di jln Dago, jln Diponegoro, dan jln sekitar Kotapraja.

Jalur pegendara sepeda berwarna biru di jln Dago

Ini jalan khusus pengendara sepeda yang berada di jln Dago.

Jalur jalan untuk sepeda di jln Diponegoro

Kalau ini jalur pengendara sepeda yang berada di jalan Diponegoro.

Jalan untuk sepeda ini saat ini sangat jarang dipergunakan, kelihatan setiap hari kosong melompong, tapi jangan dihapus siapa tahu setelah disediakan fasilitas itu, apalagi kalau diperbanyak lokasinya, siap tahu suatu saat kembali seperti jaman dahulu banyak orang yang menggunakan sepeda untuk bekerja, kuliah, dan sekolah. Semoga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s