Bambu Oh Bambu..

Rumpun Bambu

Bambu tumbuh dimana-mana di Indonesia ini. Rumpun bambu yang menghijau melambai-lambai ditiup angin telah banyak mengilhami para seniman untuk menulis tentang keindahan alam dan menciptakan nyanyian yang mententramkan hati.

Ketika melihat rumpun bambu yang beraneka ragam ditanam terpelihara di Kebun Raya Bogor nampak kebun bambu menyediakan tempat untuk berteduh di bawahnya sambil merasakan semilirnya angin yang bertiup sepoi-sepoi.

Pohon nambu yang rimbun yang berada di tengah kota dimana udaranya banyak berpolusi asap kendaraan rumpun bambu telah menjadi penyaring,  dimana oksigen yang kita isap menjadi lebih segar dan alami.

Bambu Tropis yang digemari

Di Kebun Raya Bogor di salah satu rumpun bambu ditemukan keterangan mengenai bambu tropis yang digemari.

Guna bambu sungguh sangat banyak mulai dari bahan bangunan, perabotan dapur,  pipa saluran air, bahkan alat musik berupa angklung, calung, arumba, karinding semuanya dibuat dari bambu.

Jika dipakai sebagai alat musik bunyi-bunyian maka yang paling terkenal adalah seruling. Karena suara seruling banyak terciptakan misalkan lagu-lagu Sunda. Karena suara seruling yang dibuat dari bambu maka ada lagu keroncong berjudul “Seruling Bambu” yang sangat mendayu-dayu terdengar bagi penggemarnya

Rumpun Bambu lainnya

Alunan musik yang terbuat dari bambu yang paling terkenal adalah angklung yang bisa mengiringi berbagai lagu. Tempat pembuatan dan pertunjukan angklung terkenal yang ada di Bandung adalah saung Mang Ujo. Demikian juga di saung Mang Ujo ditemukan alat musik arumba yang merupakan singkatan dari alunan rumpun bambu.

Di samping ini adalah gambar salah satu jenis bambu yang berada di Kebun Raya Bogor, pohonnya sengaja dipelihara biar tumbuh dengan baik dan indah kala dipandang.

Rumpun bambu di pedesaan yang saya lihat di wilayah Ciamis utara Jawa Barat masih banyak ditemukan, dan masih tetap menghijau seperti rumpun bambu dibawah ini

Rumpun bambu masih tetap terpelihara

Ketika saya berkeliling di kampung Ciamis sana ternyata penggunaan untuk berbagai keperluan sudah tergeser oleh bahan-bahan yang lebih praktis dan lebih kuat. Misalkan saja jaman dahulu jembatan penyebrangan sungai kecil terbuat dari bambu, sekarang sudah menggunakan coran semen.

Kemudian juga dinding rumah berganti dengan tembok, peralatan dapur diganti dengan plastik, juga pipa air tidak lagi menggunakan bambu akan tetapi telah dipakai pipa pralon yang lebih praktis.

Akan tetapi saya sangat lega karena dengan demikian pohon bambu masih tetap tumbuh dengan baiknya meskipun tiak terpelihara seperti di Kebun Raya Bogor. Biarkan bambu tetap tumbuh dan terpelihara, biarkan tumbuh dengan suburnya, biarkan dia menjadi penyaring udara yang sekarang mengandung asap knalpot motor yang terus merangsek masuk perkampungan bahkan pegunungan.

Bambu oh bambu engkau masih tetap berguna bagi umat manusia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s